Showing posts with label masjid di lampung. Show all posts
Showing posts with label masjid di lampung. Show all posts

Sunday, August 27, 2017

Masjid Al-Ishlah Kedamaian Bandar Lampung

Masjid Al-Ishlah, Masjid Khas Lampung di kota Bandar Lampung.

Masjid Al-Ishlas adalah salah satu masjid yang ber-arsitektur cukup unik, di provinsi Lampung. Masjid ini dirancang dengan sentuhan budaya Lampung yang sangat kental mulai dari tampilan fasad depannya yang sarat dengan sentuhan etnik Lampung hingga ke ruangan dalam masjidnya.

Masjid Al-Ishlah berada jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Nama masjid ini memang sesuai dengan nama tempatnya berdir di Kelurahan Kedamaian karena Ishlah dalam bahasa Arab memang berarti perdamaian.

Masjid Jami Al-Islah
Jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian,
Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian
Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung



Keunikan masjid ini ada di hampir seluruh bangunannya. Mulai dari simbol, ornamen dan dominasi warna ungu kemerahan yang merupakan warna khas Lampung yang terpasang di hampir seluruh bagian masjid serta bentuk Menara dan Kubahnya.

Menara masjid ini pada bagian atasnya dipasang ornamen payung adat dengan warna putih, kuning dan merah. Warna putih melambangkan Penyimbang Marga, Kuning melambangkan Penyimbang Tiyuh dan merah adalah lambang penyimbang suku.

Sementara kubah masjid ini berbentuk Jung yang artinya Perahu. Ini mengingatkan pada jaman dahulu alat transportasi yang dipakai adalah perahu, karena pada masa itu kampung orang Lampung mayoritas di pinggir sungai. Kubah masjid ini berbentuk limas atau segitiga empat sisi yang mengerucut ke atas tapi di puncaknya terbuka seperti bunga mekar.

Pembangunan Masjid Al-Ishlah

Pembangunan bangunan masjid ini dimulai pada hari Jumat, 28 November 2014 dengan upacara peletakan batu pertama oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN dan diresmikan juga oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN pada tanggal 28 November 2014.

Masjid Al-Ishlah pada saat proses pembangunan.

Pendanaan pembangun masjid ornamen Lampung ini mendapat bantuan dari Pemkot Bandar Lampung tahun 2014 sebesar Rp 600 juta yang dijadikan dana awal pembangunan, Sedangkan selebihnya berasal dari sedekah, infak, dan amal jariah masyarakat muslim disana.

Pada awalnya Masjid Al Islah ini dibangun tahun 1938 di atas tanah wakaf H. Abdul Roni dan H. Tohir Ismail Balau seluas 700 meter persegi, dan diketahui bahwa masjid ini merupakan masjid tertua ke empat di provinsi Lampung. Dari tahun 1938 itu tercatat sudah 6 kali mengalami renovasi, dan pada 2014 direnovasi total dengan mengusung konsep kearifan lokal.

Semua lambang dan ornamen Lampung yang tergambar di masjid ini adalah Lambang dan Ornamen Adat Lampung Pepadun sesuai dengan adat Kampung (tiyuh) Kedamaian sebagai Kampung Adat atau Kampung Cagar Budaya di Kota Tapis Berseri.

Ukuran bangunan masjid Al-Ishlah saat ini seluruhnya adalah 20×25 meter dengan dua lantai, tingginya sekitar 13,5 meter. Menyatu dengan banguanan, terdapat sebuah menara masjid dengan ketinggian sekitar 18 meter dari permukaan tanah.

Referensi


Sunday, August 7, 2016

Islamic Center Tanggamus

Masjid Nurul Faizin di komplek Islamic Center Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten di Propinsi Lampung. Nama Kabupaten Tanggamus diambil dari nama Gunung Tanggamus yang berada di jantung wilayah kabupaten ini. Ibu kota kabupaten Tanggamus berada di Kota Agung Pusat. Kabupaten Tanggamus berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, tanggal 21 Maret 1997. setelah sebelumnya merupakan wilayah kerja Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung.

Kabupaten Tanggamus memiliki sebuah komplek Islamic Center yang berada di Kota Agung, sehingga seringkali disebut dengan nama Islamic Center Kota Agung. di dalam komplek Islamic Center ini dilengkapi dengan bangunan masjid, gedung serba guna dan bangunan pendukung lainnya termasuk juga RSUD kabupaten Tanggamus juga di berada di komplek yang sama.

Lokasi Islamic Center Tanggamus
Jl. Soekarno Hatta Komplek Islamic Centre Kotaagung,Kab.Tanggamus, 35384
Lampung, Tanggamus


Islamic Center Kabupaten Tanggamus ini berada di Kota Agung, di lokasi tak jauh dari RSUD Kabupaten Tanggamus, namun cukup jauh dari fasilitas publik lainnya. Lokasinya cukup sepi, jauh dari perkampungan. Dari Taman Kota Agung jaraknya sekitar 2 km, ke arah timur. Persis sebelum Pantai Terbaya dari arah Kota Agung, ada jalan masuk kek kiri dan di atasnya juga da Gapura bertuliskan Islamic Center Tanggamus.

Jalan masuk Islamic Center berupa jalan dua jalur yang sudah diaspal bagus, dan di kanan kirinya masih banyak kebun-kebun yang cukup rimbun pohonnya, dengan mayoritas tanaman berupa coklat dan pepaya serta kelapa. Lahan di sekitar lokasi ini sudah mulai dibuka dan ditawarkan per kavling oleh pemiliknya.

Masjid Nurul Faizin sebelum di renovasi

Masjid di Komplek Islamic Center Kota Agung Tanggamus ini diberi nama Masjid Nurul Faizin, selain masjid di komplek ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lain nya. Dari depan, Masjid Islamic Center Tanggamus ini, terlihat cukup kokoh dengan warna coklat dan juga putih kecoklatan. Bangunan masjidnya cukup mentereng dan juga kelihatan nyaman, hanya saja karena letaknya yang jauh pusat keramaian warga, masjid di komplek ini sepi jemaah dan perawatan.

Di tahun 2011 Masjid ini sempat mengalami perbaikan dan penataan kembali kawasan disekitarnya dengan dana dari Pemkab Tanggamus sebesar  Rp. 3 Milyar Rupiah. Perbaikan meliputi seluruh kerusakan bangunan serta penataan kembali  tata ruang kompleks Islamic Center, Kota Agung. Ditahun 2015 Komplek Islamic Center ini kembali di perbaiki sebagai bagian dari persiapan perhelatan MTQ ke 44 tingkat provinsi Lampung di selenggarakan di Kabupaten Tanggamus.

Di bulan April 2016 Islamic Center Kota Agung ini menjadi pusat dari perhelatan akbar Mutsabaqoh tilawatil qur’an (MTQ) ke 44 tingkat Provinsi Lampung. Selain Islamic Center, MTQ tersebut juga di helat di aula kodim, Gedung SMAN 2, Taman Kota, dan Masjid Al Islah. Sementara untuk asrama para kafilah, pelatih, pembina dan official sudah disiapkan di sekolah usaha perikanan menengah (SUPM) Kotaagung Barat, asrama Islamic centre, asrama kodim, asrama Polres, Gedung SLB, serta mes Pemda yang ada di kecamatan Gisting. Ajang tersebut di ikuti kafilah dari 14 kabupaten/kota se provinsi Lampung. ***

Saturday, August 6, 2016

Islamic Center Kabupaten Pesawaran

Masjid Islamic Center Arrayan, Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Pesawaran Beribukota di Gedong Tataan.

Kabupaten Pesawaran telah memiliki Islamic Center yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan lintas tiga kabupaten yakni Pesawaran, Pringsewu dan Tanggamus. Karena lokasinya masjid ini menjadi persinggahan bagi umat Islam yang melakukan perjalanan dari berbagai kabupaten termasuk Lampung Barat, bahkan dari daerah lain di Sumatera yang melintasi Jalur lintas barat Sumatera, seperti Bengkulu. Letaknya yang persis berada di pinggir jalan raya menyebabkan masjid ini pas untuk ikon daerah Pesawaran.

Lokasi Islamic Center Pesawaran
Jl. Ahmad Yani, Pesawaran, Kecamatan Gedung Tataan
Kabupaten Pesawaran, Lampung


Islamic Center Kabupaten Pesawaran diberi nama Islamic Center Arrayan, dibangun dengan dana APBD sebesar Rp. 28 Milyar Rupiah. Masjid dalam komplek Islamic Center ini mampu menampung 3000 jemaah. Islamic center ini mulai dibuka secara resmi oleh Bupati Pesawaran bersamaan dengan acara peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh ribuan Jemaah dari seluruh desa dan kecamatan di kabupaten Pesawaran.

Sedangkan upacara peresmian Islamic center pesawaran dilaksanakan pada hari Jum’at 13 Maret 2015 oleh Menteri dalam negeri, Tjahyo Kumolo, didampingi oleh Lampung - Ridho Ficardo, Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Bupati Lamsel Rycko Menoza dan Kapolda Lampung Brigen Pol Heru Winarko. Peresmian ditandai dengan penandatanganan dokumen dan prasasti oleh mendagri dilanjutkan dengan pengguntingan pita peresmian gedung Islamic Center Masjid Arrayan.

Masjid Islamic Center Arrayan

Sejak diresmikan penggunaanya, Masjid Agung kebanggaan masyarakat Pesawaran itu, dijadikan pusat kegiatan bernuansa Islami selain menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, masjid ini juga menjadi ikon kabupaten Pesawaran. Komplek Islamic Center ini juga digunakan sebagai  pemusatan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Di lokasi ini juga dipergunakan sebagai tempat Manasik bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah Haji dan umroh . Bupati Pesawaran menekankan upaya untuk memakmurkan Masjid ini bukan saja orang-orang dewasa, melainkan juga bisa digunakan untuk belajar Al Qur an bagi anak-anak mulai dari usia dini, remaja dan dewasa. Dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya.

Pekarangan komplek Islamic center ini yang cukup luas dengan ridangnya pepohonan menjadikan kawasan ini sebagai lokasi pavorit bagi warga sekitar untuk menikmati suasana sore hari bersama keluarga. Di lokasi ini hampir setiap sore ramai oleh warga yang bersantai disana termasuk beberapa anak anak yang asik bermain skate board.***

-------------------

Referensi


Artikel Terkait


Sunday, July 31, 2016

Masjid Taqwa Kota Metro

Masjid Taqwa Kota Metro 

Kota Metro merupakan Kota Otonom kedua di provinsi Lampung setelah Kota Bandar Lampung. Sebelumnya Kota Metro merupaka bagian sekaligus ibukota dari Kabupaten Lampung Tengah. Di tengah kota Metro sudah lama berdiri sebuah masjid megah kebanggaan masyarakat setempat bernama Masjid Taqwa. Masjid Taqwa yang kini berdiri merupakan  bangunan baru yang dibangun dilokasi yang sama dengan bangunan sebelumnya yang dirobohkan total menyisakan hanya menaranya saja.

Tak pelak proses pembangunan yang berlabel renovasi namun ternyata menjadi pembanguan ulang dengan merobohkan seluruh bangunan lama mengundang kontroversi ditengah masyarakat muslim kota Metro yang meyayangkan dihancurkannya salah satu bangunan bersejarah di kota itu. Namun apa hendak dikata, bangunan lama sudah terlanjut dihancurkan dengan alat berat, pembangunan masjid baru mau tidak mau harus dilanjutkan ditengah kontroversi.


Kini bangunan masjid Taqwa berdiri megah berhadapan dengan Taman Kota Metro, menjadi ikon kota Metro dan disebut sebut sebagai masjid termegah di provinsi Lampung. Dibangun dengan anggaran mencapai Rp. 18 milyar selesai dibangun pada bulan Mei 2015, mampu menampung lebih dari 2000 jemaah. Ukuran bangunan utamanya sama dengan bangunan lama yakni 45 x 45 meter hanya saja bangunan baru masjid ini dibangun berlantai dua.

Salah satu ruangan dibawah kubah dilantai dua masjid ini dipergunakan sebagai ruangan perpustakaan masjid, dibelakang bangunan masjid dibangun kantor pengurus masjid dengan ruangan yang cukup refresentatif dilengapi dengan beberapa kamar yang juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan membantu mengurus masjid tersebut. 

Sejarah Masjid Taqwa Kota Metro

Masjid Taqwa metro sudah berdiri sejak 21 Juli 1967 dibangun secara swadaya oleh masyarakat islam (kabupaten) Lampung Tengah, dan diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, KH A Dahlan pada 23 Mei 1969. Sejak dibangun masjid ini sudah beberapa kali di renovasi namun tetap mempertahankan bentuk awalnya. Tanggal 27 Januari 2004, H.A Sajoeti selaku Ketua Yayasan Dakwah dan Pemeliharaan Masjid Taqwa Metro, H A Sajoeti  menyerahkan pemeliharaan Masjid Taqwa kepada Pemerintah Kota Metro.

Bangunan Masjid Taqwa Kota Metro Lama (sebelum rehabilitasi)

Bulan Maret 2013 Pemkot Kota Metro melakukan proyek rehabilitasi total terhadap masjid Taqwa ini yang kemudian mengundang kontroversi di tengah masyarakat muslim disana. Pembangunan masjid ini berlangsung selama dua tahun dan diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia - Lukman Hakim Saifuddin - pada jumat malam, 9 Mei 2015. Peresmian dilakukan pada saat beliau menghadiri acara pembukaan MTQ ke-43 Provinsi Lampung Kota Metro. 

Dalam sambutannya, Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat Lampung secara bersama melakukan gerakan masyarakat magrib mengaji, agar setiap anggota keluarga mengaji setiap harinya. Lukman menambahkan, "Al-Quran harus kita jadikan teman setia, sahabat kehidupan, yang dapat kita jadikan rujukan dalam menyelesaikan problem kehidupan".

Masjid Taqwa saat dalam proses rehabilitasi

Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi

Di bulan April 2015, Masjid Taqwa Metro menjadi pusat kegiatan dari Musabakah Tilawatil Qur an (MTQ) tingkat Provinsi Lampung. Selain di masjid Taqwa, kegiatan tersebut juga dilangsungkan di Wisma Haji yang letaknya tidak berjauhan dengan lokasi Masjid. MTQ diikuti sekitar 1.500 peserta dari seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Menariknya dalam perhelatan tersebut panitia menempatkan para peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Lampung secara homestay karena kurangnya kapasitas hotel dan penginapan yang ada di kota Metro.

Pengukuhan Ta’mir Masjid Taqwa

29 Januari 2016 Pejabat Walikota Metro Achmad Chrisna Putra, menghadiri acara Pengukuhan Ta’mir Masjid Taqwa Kota Metro Periode 2015-2020, bakda sholat Jum’at bertempat di Masjid Taqwa Metro. Pada kesempatan ini turut hadir Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Asisten I, Staf Ahli, Ketua MUI Kota Metro, seluruh Kepala Bagian di Pemerintahan Kota Metro, Perwakilan Kejaksaan Negri Metro, Perwakilan Pengadilan Negri Kota Metro, serta Camat dan Lurah Kota Metro. Ketua MUI Metro menyampaikan, bahwa pada tanggal 29 Januari 2016 (Jum’at). Berdasarkan surat keputusan Nomor. 577/kpts/sekda/02/2015,  Pj. Walikota Metro secara resmi mengukuhkan Ta’mir Masjid Taqwa Kota Metro. ***

--------------------------

Referensi


Islamic Center Sukadana

Islamic Center Sukadana Lampung Timur

Islamic Center Sukadana merupakan Islamic Center di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung di pulau Sumatera, lokasinya sekitar 80 KM dari Kota Bandar Lampung. Komplek Islamic Center ini memiliki dilengkapi dengan bangunan masjid, asrama haji, dan berbagai sarana pendukungnya. Islamic Centre kebanggaan masyarakat Kabupaten Lampung Timur itu dibangun dengan kondisi bentuk dan fasilitas yang cukup mewah, dibangun dengan dana APBD selama beberapa tahun anggaran sebesar Rp38,5 miliar pada areal sekitar 35 hektar.

Lokasi Islamic Center Sukadana
Jalan lintas timur sumatera Desa Muara Jaya
Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Provinsi Lampung, Indonesia


Hi. Irfan Nuranda Djafar,CES adalah tokoh pencetus berdirinya pusat kegiatan islam di Kabupaten Lampung Timur dan diwujudkan dimasa pimpinan Bupati Hi. Bahusin MS dengan menggunakan anggaran dana APBD Tahun 2002. Pembangunan Islamic Center pada Tahun 2002 dimulai dengan pembebasan lahan seluas 20 hektar yang berlokasi dijalan lintas timur sumatera Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Center dilakukan pada Tahun 2004 kemudian pada Tahun 2008 gedung Islamic Center diresmikan oleh Bupati Satono,SH,. SP  sebagai pusat kegiatan dan ikon Kabupaten Lampung Timur. Lokasi Islamic Center ini dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Lampung Timur.


Melalui Peraturan Bupati Lampung Timur Nomor 14 tahun 2011 Islamic Center menjadi UPTD dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur. Gedung Islamic Center dibuka untuk masyarakat luas dan keberadaan Masjid Agung Baiturrohman Lampung Timur berada di lokasi Islamic Center menambah kemegahan Islamic Center untuk di jadikan andalan pariwisata religi Kabupaten Lampung Timur.

Dibangun di bekas area Lokalisasi

Berdirinya Islamic Center Lampung Timur ini menjadi kebahagian warga Lampung Timur. Pasalnya lokasi sebelum terbangun ini merupakan eks lokalisasi. Dengan berdirinya Islamic Centre menjadi prestasi tersendiri merubah daerah lokalisasi menjadi pusat peribadatan.***

Friday, July 29, 2016

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Masjid Bintang Mas, Nama populer masjid yang berada di komplek Islamic Center Kabupaten Lampung Barat ini meskipun nama resminya adalah Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin.

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin yang berada di Kawasan Sekuting Terpadu Kecamatan Balik Bukit, kabupaten Lampung Barat. Telah menjadi Ikon Kabupaten Lampung Barat. Selain tempat pusat kegiatan agama yang mencakup Ibadah, Da'wah dan Ta'lim, Islamic Center Kabupaten Lampung Barat juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat terutama di waktu sore.

Lokasi Islamic Center Baitul Mukhlisin
Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit
Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung - Indonesia
Koordinat : -5.016960, 104.115707


Islamic Center Baitul Mukhlisin ini merupakan Islamic Center kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Bangunan masjid megah ini berarsitektur perpaduan antara ornamen Lampung dan arsitektur Arab. Berdiri di atas lahan seluas 13.5 hektar dengan luas bangunan masjid mencapai 4000 meter persegi, pembangunannya didanai APBD 2009-2010. Menghabiskan dana sekitar Rp. 33 Milyar. Masjid ini mampu menampung hingga 7200 jemaah sekaligus.

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin diresmikan oleh Gubernur Lampung Sjacroedin Z.P bersama sama dengan Bupati Lampung Barat - Mukhlis Basri, pada Hari Jum’at tanggal 7 Mei 2010. Setelah peresmian, kegiatan keagamaan yang pertama akan dilaksanakan adalah sholat Jum'at. Dilanjutkan keesokan harinya dengan Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-38 Tingkat Propinsi Lampung yang diikuti 14 kabupaten/kota se-Lampung. Pada saat diresmikan pembangunan tahap kedua masjid ini baru selesai 90 persen.

Susasana di dalam Masjid Bintang Mas saat tausiah Ustadz Arifin Ilham

Masjid megah ini juga disebut Masjid Bintang emas karena denah kubah limas masjid ini bila dilihat dari atas berbentuk seperti bintang dan diwarnai dengan warna emas, serta ornamen bulan bintang yang berada di bagian ujung kubah tersebut juga dilapisi emas, ada juga yang menyebutnya masjid Islamic center Balik Bukit karena berada di Kecamatan Balik Bukit, sementara lainnya menyebutnya sebagai Masjid Islamic Center Sekuting karena berada di Daerah Sekuting. Dan tentu saja anda akan dengan mudah menangkap kesamaan antara nama Belakang Masjid ini dengan nama depan Bupati Lampung Barat yang memprakarsai pembangunan masjid ini.

Arsitektur Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin

Ciri khas Lampung terlihat pada bentuk atap masjid yang mengadopsi ciri rumah adat Lampung dan selaras dengan bentuk Gunung Pesagi yang terdapat di Kabupaten Lampung Barat. Elemen ukiran kirai rumah adat Lampung mewarnai masjid ini termasuk kaca patri yang mengadopsi ornamen kain tapis serta pertemuan kolom dan balok yang dilengkapi ornamen paguk adat Lampung. Di halaman masjid ini ada sembilan tugu batu tinggi besar yang merupakan simbol sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia. Ruang utama masjid ini berukuran 33 x 33 meter merupakan simbol jumlah zikir.

Ruang utama masjid ini benar benar terasa lega dengan atapnya yang begitu tinggi dan tidak ada satu tiang pun di tengah ruangan. Arsitektur modern tampak jelas begitu dimaksimalkan dalam pembangunan masjid ini. Material bangunan Masjid Islamic Center tersebut dipilih dari batu marmer Lampung dan andesit yang mempercantik ruang dan meminimalisir biaya perawatan. Struktur bangunan masjid juga mengacu pada konsep bangunan tahan gempa yang memperhitungkan gaya lateral dan vertikal beban.

Interior masjid Bintang Mas

Masjid ini memiliki beberapa ruang fungsional seperti ruang sekretariat, perpustakaan, dan ruang pertemuan. Di halaman juga terdapat plaza yang dapat difungsikan sebagai arena pelatihan manasik haji dan berbagai aktivitas keagamaan. Masjid Islamic Center ini dibangun sebagai bentuk interpretasi cita-cita dan keinginan leluhur masyarakat Lampung Barat yang telah lama mendambakan gedung yang dapat menampung berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Tabligh Akbar Ustadz Arifin Ilham

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Barat ke-24 Tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengadakan Pengajian Akbar / Tabligh Akbar Bersama Ustadz KH. Arifin Ilham di Masjid Islamic Center, Kawasan Sekuting Terpadu Kabupaten Lampung Barat pada hari Kamis, 01 Oktober 2015 Pukul 12.30.

Pemberangkatan Jemaah Caloh Haji

Sejak diresmikan tahun 2010 Islamic Center Baitul Mukhlisin menjadi tempat keberangkatan calon jemaah haji dari kabupaten Lampung Barat. Pada musim haji tahun 2010 sebanyak 330 Calon Jemaah Haji Kabupaten Lampung Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang Kloter 16 akan diberangkatkan ke Tanah Suci bersama 55 CJH Lampung Utara dan 65 CJH Kota Bandar Lampung . CJH Lampung Barat akan diberangkatan dari Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin pada Kamis tanggal 21 Oktober 2010 pukul 21.00 Wib menuju Asrama Haji Rajabasa di Bandar Lampung.***

Thursday, July 28, 2016

Islamic Center Kotabumi

Dari kejuahan kubah masjid ini terlihat seperti buah durian dengan duri yang bewarna warni

Islamic Center Kotabumi merupakan Islamic Center Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Di dalam komplek Islamic center ini terdapat bangunan masjid yang rancangan kubahnya cukup unik, ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya termasuk perkantoran, gedung serbaguna dengan daya tamping 2000 orang dan pusat pendidikan. Keseluruhan komplek Islamic Center Kotabumi ini menempati area seluas 3.5 hektar yang sebelumnya merupakan bekas lahan terminal regional Kotabumi yang tak terawat.

Lokasi Islamic Center Kotabumi
Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan
Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung
Koordinat : 4°50'33"S   104°52'10"E


Diresmikan Gubernur Lampung, Sjachroedin

Islamic Center Kotabumi diresmikan oleh guberur Lampung, Sjachroedin Z.P, pada hari senin tanggal 9 Mei 2011 sekitar pukul 11.00 dengan menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikan dan dibukanya Gedung Islamic Center tersebut. Peresmian Islamic center tersebut sekaligus sebagai persiapan Lampung Utara sebagai tuan rumah MTQ ke-39 tingkat Provinsi Lampung tahun 2011.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Asisten II Pemkab Lampung Utara Azwar Yazid, Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan RI Irham Jafar Lan Putra, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Jauhari, staf Ahli Bidang Kementerian PDT Lili Romly, dan tamu undangan yang lain.

Arsitektur Unik

Terkait keunikan gedung tersebut, untuk kubah bangunan masjid berbentuk Siger yang berputar dengan jumlah 99 melambangkan 99 Asmaul Husna, nama besar Allah. Sedangkan ketinggian menara 35 meter. Di sana terdapat fasilitas teropong bintang untuk menghitung hilal. Menara tersebut bukan hanya berfungsi sebagai menara masjid saja, melainkan juga dapat dijadikan sarana obyek wisata bagi warga untuk melihat keindahan Kotabumi.

Gapura Islamic Center Kotabumi dengan ornamen berupa penutup kepala khas masyarakat setempat

Ustad Solmed di Islamic Center Kotabumi

Sabtu 19 September 2015 pemkab lampung utara menggelar pengajian Akbar di Islamic Center Kotabumi, dimeriahkan dengan tausiah oleh ustadz kondang yang juga dikenal sebagai aktor ibukota, Ustadz Sholeh Mahmoed Nasution atau biasa dipanggil dengan nama beken nya, Ustadz Solmed.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, Wakil Bupati Sri Widodo beserta jajaran Pemkab Lampung Utara serta sejumlah unsur Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) serta ribuan masyarakat Lampung Utara yang memadati kompleks Islamic Center Kotabumi.

Acara pengajian akbar di Islamic Center Kotabumi ini merupakan bagian dari acara rutin yang digelar oleh Pemkab Lampura setiap tiga bulan sekali, yang juga merupakan salah satu bagian dari janji politik Bupati Agung Ilmu Mangkunegara saat Pemilukada 2013. Sebelumnya beberapa penceramah kondang juga pernah mengisi acara pengajian akbar di Islamic Center ini termasuk Mama Dedeh dan Ustadz Maulana. Sebagai informasi, Mayoritas Masyarakat Kabupaten Lampung Utara adalah pemeluk agama islam yaitu sebesar (97,27%) atau berjumlah 562.364 orang (data tahun 2014).***

Sunday, July 24, 2016

Masjid Agung Kalianda

Masjid Agung Kalianda dari arah utara

Kalianda adalah ibukota Kabupaten Lampung Selatan, merupakan kota pertama yang ditemui setelah mendarat dari pelabuhan penyeberangan Bakauheuni yang merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Sudah sejak lama kota ini memiliki sebuah masjid Agung yang diberi nama Masjid Agung Kalianda sebagaimana tertulis di Gapura nya.

Masjid Agung Kalianda ini sempat berubah nama menjadi Masjid Kubah Intan di masa kepemimpinan Bupati Ryco Menoza ZP (2010-2015). Perubahan nama tersebut seiring dengan dipugar dan di renovasi total dimana pembangunannya berlangsung selama 2 tahun dan memiliki kubah yang menyerupai intan. Masjid ini menjadi salah satu icon Kota Kalianda. Masjid Kubah Intan dapat menampung sekitar 1.200 jamaah, diresmikan pada tanggal 27 Februari 2014, Masjid Kubah Intan diresmikan.



Nama Masjid Agung Kalianda kembali digunakan dimasa pemerintahan Bupati saat ini, Zainudin Hasan yang menjabat tahun 2016-2021[i]. Masjid Agung Kalianda juga dilengkapi dengan rest area yang terdapat kios-kios pedagang makanan dan minuman, sehingga para pengguna jalan lintas yang menuju arah Bakauheni dan sebaliknya, dapat mampir untuk beristirahat, membeli makanan dan minuman, sekaligus beribadah di masjid Kubah Intan.

Pemotongan Honor Imam dan Marbot

Kabar tak sedap sempat mencuat terkait pemotongan honor imam dan marbot masjid agung Kalianda ini. Usut punya usut ternyata hal tersebut terjadi karena sebelumnya dana yang dipakai untuk membayar honor Imam dan Marbot masjid tersebut dibayar dengan dana hibah. Seiring dengan arahan dari Badan Pengawas Keuangan yang tidak memperbolehkan penggunaan dana hibah untuk keperluan tersebut.

Pemkab Lampung berinisiatif membayar honor tersebut dengan dana APBD yang besarannya tidak sebesar honor saat dibayar dengan dana Hibah. Sejak Januari 2016 honor marbot di Masjid Agung Kalianda yang mulanya sebesar Rp. 750 ribu per bulan menjadi Rp. 500 ribu per bulan belum termasuk potongan pajak, sedangkan untuk imam dari Rp. 3 juta menjadi Rp. 2 juta per bulan. hal tersebut terjadi semata mata karena upaya efisiensi yang dilakukan jajaran pemkab[ii].

Sumbangan dana dari PNS Lamsel

Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan memberikan sorotan penuh terhadap pembangunan Masjid Agung Kubah Intan Kalianda. Beliau pernah menerbitkan surat edaran agar para pegawai Pemkab Lamsel untuk salat berjemaah. Bupati asli putra daerah tersebut meminta para pegawainya untuk turut menyumbang dana pembangunan masjid tersebut, beliau sendiri memulainya dengan menyumbangkan dana yang seyogyanya merupakan dana untuk pempuatan seragam dinarnya sebesar Rp75 juta diserahkan kepada pengurus masjid, karena beliau sudah membuat sendiri dengan dana pribadinya seragam dimaksud.

Dia mengimbau kepala satuan kerja untuk ikut menyumbang pembangunan Masjid Kubah Intan Kalianda sedikitnya Rp10 juta per orang. Untuk eselon IV paling tak menyumbang Rp100 ribu dan untuk pegawai biasa minimal Rp10 ribu. Bantuan itu, akan untuk pembangunan pagar dan tempat wudhu, yang saat itu kondisinya rusak.[iii]

Referensi

Tuesday, May 10, 2016

Masjid Al-Aminah "Benar Benar" Terapung di Teluk Lampung

DINAMIS. masjid yang selalu dinamis dalam artian sebenarnya, karena letaknya yang terapung diatas air laut membuatnya selalu bergoyang mengikuti alunan ombak yang menerpa.
Bila Masjid Terapung yang sudah ada di berbagai negara termasuk masjid terapung yang sudah berdiri di Indonesia hanya berupa bangunan masjid yang dibangun diatas air dengan tiang pancang sebagai penyanggah bangunannya, tapi khusus untuk masjid terapung yang satu ini benar benar masjid terapung dalam artian sebenarnya. tidak ada tiang pancang yang menancap ke dasar laut sebagai penopang bangunannya, tapi benar benar mengapung di atas air laut teluk Lampung. Masjid Terapung Sebenarnya ini Bernama Masjid Terapung Al-Aminah, Lokasinya berada di lepas pantai wisata Sari Ringgung, di Kabuparen Pesawaran provinsi Lampung.

Masjid Terapung Al-Aminah terapung diantara bagan (tempat menangkap ikan yang terapung diatas laut) milik nelayan setempat yang bertebaran di lepas pantai wisata Sari Ringgung. Masjid ini pada awalnya memang dibangun oleh para Nelayan disana untuk tempat mereka menunaikan sholat berjamaah saat waktu sholat tiba. Seiring dengan dibukanya pantai Sari Ringgung sebagai salah satu objek wisata dan semakin ramainya pengunjung yang datang kesana, masjid terapung ini pun kemudian menjadi salah satu objek wisata rohani yang menarik minat berbagai kalangan untuk berkunjung kesana. Masjid terapung Al-Aminah ini kemudian diresmikan sebagai objek wisata oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada hari Kamis 4 Juni 2015.

Masjid Terapung Al Aminah
Lepas Pantai Sari Ringgung, Desa Sidodadi Kec. Padang Cermin
Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung
koordinat geografi: -5.556955, 105.254854
FB : masjid apung


Bangunan masjid terapung ini berdiri diatas puluhan pelampung dari drum plastik berukuran besar. Bahan bangunannya menggunakan kayu dan triplek dengan atap asbes. Dapat difahami kenapa material tersebut yang digunakan, tentusaja karena material tersebut tidak terlalu berat. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung hingga 200 jemaah. Dilengkapi dengan fasiltas toilet dan air tawar, Dua unit genset sebagai pembangkit listrik, dapur dan peralatan memasak serta perahu mesin ganda untuk antar jemput jema’ah. Dari pantai Sari Ringgung dapat dicapai dengan perahu motor selama sekitar 3 menit.

Sholat di masjid terapung yang benar benar terapung seperti masjid Al-Aminah yang berada di lepas pantai Teluk Lampung ini memang menghadirkan suasana yang berbeda, dengan goyangan bangunannya seirama ombak laut, pemandangan luas hamparan air laut dan hijaunya perbukitan yang menjulang seakan muncul dari permukaan air laut, sedangkan pekarangan masjid ini dan sekitarnya berjejer keramba keramba ikan milik nelayan setempat. Sebuah pemandangan yang menghadirkan nuansa yang berbeda. Mungkin itu yang menjadi salah satu daya Tarik masjid ini hingga tak henti hentinya mendapatkan kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat meski letaknya berada ditengah laut.

Selalu ramai pengunjung

Menyeberang Gratis Bagi Jemaah Sholat Jum’at

Ketua pengurus masjid Al-Aminah, Syamsu Rizal  mengatakan, Setiap jamaah yang hendak beribadah sholat Jumat di Masjid Terapung Al-Aminah ini disediakan perahu untuk penyeberangan secara gratis alias tidak bayar. Semua itu tak lepas dari nelayan-nelayan di sekitar masjid yang memang memiliki komitmen untuk membantu jamaah yang akan menuju ke masjid terapung ini. Padahal dengan tariff normal di hari biasa para nelayan ini biasa memasang tariff Rp. 130.000 per 10 orang untuk sewa 1 kapal nelayan untuk berkeliling di sekitar pantai, termasuk melihat masjid Terapung Al-Aminah ini. namun khusus di hari Jum’at para nelayan ini sudah stand by sejak pukul 11:30 WIB untuk mulai mengangkut pengunjung yang hendak sholat Jum’at ke Masjid Al-Aminah secara gratis.

Bagian samping masjid dilengkapi selasar yang bisa digunakan untuk bersantai atau istirahat. Sementara pada bagian kiri ada warung yang dibuka oleh marbot (penjaga masjid). Warung ini menjual aneka kebutuhan warga. Mulai makanan ringan hingga bahan bakar perahu nelayan yang biasa hilir mudik di perairan Ringgung. Walaupun terletak di tengah laut, aktivitas keagamaan disini lumayan aktif. Hampir setiap pekan ada pengajian di masjid unik ini. Ibu-ibu pengajian dari berbagai kota di Lampung biasa mengadakan pengajian di masjid ini. ***

-------ooo000ooo------------

Baca Juga