Showing posts with label masjid di kepulauan riau. Show all posts
Showing posts with label masjid di kepulauan riau. Show all posts

Saturday, November 11, 2023

Masjid Agung Baitul Ma'mur Anambas, Kepulauan Riau

Masjid Agung Baitul Ma'mur kini menjadi landmark Pulau Tarempa.

Kepulauan Anambas merupakan kabupaten termuda di provinsi Kepulauan Riau yang dibentuk berdasarkan Undang - undang Nomor 33 Tahun 2008. Terletak di sisi Utara Provinsi Kepulauan Riau, 98,73 persen wilayahnya nya adalah lautan, daratannya hanya berluas sekitar 1,27 persennya saja.
 
Total Pulaun-nya berjumlah 255 Pulau, membentang dari Pulau Tokong Malang Biru hingga Pulau Tokong Belayar. Lima pulau diantarannya merupakan pulau terdepan yang berbatasan dengan perairan negeri tetangga. Dari jumlah itu, hanya sekitar 26 pulau yang telah jadi permukiman penduduk sedangkan sisanya 229 pulau tidak berpenghuni.
 
Masjid Agung Baitul Makmur, Tarempa, Kabupaten Anambas
Terempa, kecamatan Siantan, Kab. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau

  

Dengan bentangan laut yang berluas tidak kurang dari 46.664,15 km2, tak salah kalau kabupaten ini dijuluki sebagai negeri bahari. Sebagian besar penduduknya yang berjumlah sekitar 15 ribu jiwa, mengandalkan hidup dari laut. Hanya sebagian kecil saja yang bermata pencarian sebagai pekebun, sementara sebagian lagi adalah pegawai negeri serta pedagang.
 
Jadi Ikon Wisata Religi, Mampu Tampung 5000 Jemaah
 
Masjid Agung Baitul Ma'mur Anambas berada di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, merupakan masjid terbesar dan termegah di kabupaten Anambas dengan daya tampung mencapai 5000 jemaah. Lokasinya berdiri berada di ujung jalan selayang pandang (SP) di pulau Tarempa, kecamatan Siantan.
 
Ukurannya yang cukup besar serta pemilihan lokasinya yang berada diketinggian menjadikan masjid agung ini sebagai ikon Anambas yang langsung terlihat dari arah laut saat mengunjungi pulau Tarempa.
 
Diujung jembatan selayang pandang.

Dari pusat kota Tarempa, waktu tempuhnya sekitar 15 sampai 20 menit dengan berjalan kaki. Sebelum sampai ke masjid ini, akan melewati objek wisata Batu Tompak Tige, batu granit berwarna hitam bersusun tiga secara vertikal.
 
Semenjak masjid Agung Baitul Ma'mur  Anambas berdiri, ramai sekali para pengunjung yang mengabadikan momen dengan berswafoto di beberapa titik lokasi yang ada di masjid Agung Baitul Ma'mur  Anambas.
 
Pembangunan Masjid Agung Baitul Ma’mur
 
Masjid ini dibangun pada tahun 2017 diresmikan pada tahun 2019 oleh Menkopolhukam Mahfud MD selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Mendagri Tito Karnavian di masa kepemimpinan Bupati Abdul Haris dan Wakil Bupati Wan Zuhendra pada 17 Februari 2020.
 
masjid megah dengan panorama yang menawan.

Tempat ibadah megah ini dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan luas bangunan 6,453 meter persegi. Pembangunan-nya menghabiskan anggaran mencapai Rp68 milliar. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Nomor 06.SP/DPUPRPRKP/BAST/GDG-KTR-CK/9.2022 tanggal 27 September 2022, proyek pembangunan Masjid Agung Kepulauan Anambas sudah selesai 100 persen yang dikerjakan selama 190 hari kalender terhitung mulai tanggal 23 Maret 2022 sampai dengan 28 September 2022.
 
Arsitektur Masjid Agung Baitul Ma’mur
 
Kubah hijau ala masjid Nabawi menjadi fokus utama arsitektur Masjid Agung Baitul Ma’mur kepulauan Anambas ini, ditambah dengan empat menara nya yang menjulang di masing masing empat penjuru atap, didominasi warna putih.

pemandangan dominan dari arah laut.
 
Pembangunan masjid ini selain sebagai kebutuhan pembangunan tempat ibadah dalam hal ini adalah masjid agung kabupaten, seiring dengan terbentuknya kabupaten kepulauan Anambas dan Tarempa sebagai ibukota kabupaten. Juga dibangun sebagai objek wisata religi.
 
Dan sejak berdiri, masjid yang terletak di pinggir laut pusat kota Tarempa ini telah menjadi pusat keagamaan baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat seperti tabligh akbar maupun zikir akbar, serta kegiatan masyarakat dan juga menarik dikunjungi turis domestik dan mancanegara karena berada di pesisir laut dengan pemandangannya yang indah, juga menjadi wisata religinya  Anambas.
 
Fasilitas yang ada di masjid juga dilengkapi dengan ruangan perkantoran seperti Baznas, LPTQ, DMI, MUI, Dewan Dakwah serta Remaja Masjid. Masjid tiga lantai ini juga dilengkapi dengan menara setinggi 40 meter, rumah untuk tempat tinggal imam, muadzin dan marbot.
 
Langit sore

Aktivitas Masjid Agung Baitul Ma’mur Anambas
 
Masjid Agung Baitul Ma'mur Anambas tempat dilaksanakan zikir bersama dalam perayaan penutupan tahun 2022, Sabtu 31 Desember 2022 dengan mengundang masyarakat serta seluruh pegawai yang bekerja dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas. Acara dimulai dari sholat magrib berjamaah dan zikir dilanjutkan ceramah agama.
 
Masjid Agung Baitul Ma'mur ini menjadi lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) IX Kepri yang berlangsung pada 14 sampai 20 Juli 2022. Sebanyak 338 qari dan qariah mengikuti MTQ IX Kepri tersebut berasal dari tujuh kabupaten dan kota yang ada di Kepri.***
 
Follow & Like akun Instagram kami di 
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 

Saturday, July 29, 2023

Masjid Raya Baitul Makmur Tanjunguban, Kepulauan Riau

Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban.
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban berstatus sebagai masjid besar kecamatan Bintan Utara sekaligus juga merupakan masjid terbesar di kabupaten Bintan, Lokasinya berada di Simpang Makam Pahlawan Tanjung Uban, sekitar 80 kilometer dari Kota Tanjungpinang dan dapat diakses dalam waktu sekitar 2 jam menggunakan kendaraan bermotor.
 
Bila dari Batam, pengunjung harus menaiki transportasi laut berupa feri atau speed boat dari Pelabuhan Telaga Punggur. Perjalanan laut ini memakan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke Pelabuhan Tanjung Uban, dilanjutkan perjalanan darat sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Uban.
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban
Jl. H. Raja Daud, No. 1,, Tj. Uban Sel., Kec. Bintan Utara
Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau 29152
🌏 https://goo.gl/maps/Eym1tgkSD2ZdrhDUA
 

 
Masjid megah ini menjadi kebanggaan masyarakat Tanjunguban, terlihat kokoh dan menawan dilokasinya yang berada di dataran tinggi. Dari masjid ini kita dapat melihat pemandangan Tanjung uban dan sekitarnya dari ketinggian serta pemandangan laut selat Uban yang memisahkan pulau Batam dengan pulau Bintan.
 
Pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur
 
Masjid Raya Baitul Makmur dibangun diatas lahan seluas 1,6 hektar, wakaf dari almarhum H. Raja Daud, yang Namanya diabadikan menjadai nama jalan didepan masjid ini. Peletakan batu pertama pembangunan-nya dilaksanakan sekitar tahun 2007 oleh Bapak Bupati Bintan Ansar Ahmad.
 
Penggunaan pertama kali masjid ini ditandai dengan pelaksanaan sholat jum’at berjamaah pada tanggal 27 Juli 2012 bertepatan dengan safari Gubernur Kepulauan Riau di Kecamatan Bintan Utara. Dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada tanggal 31 Mei 2015.
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban.

Dan pada perayaan idul fitri 1433 H masjid ini telah digunakan untuk Shalat Ied, yang di ikuti oleh lebih kurang 6000 jama’ah yang memenuhi ruang utama masjid hingga ke halaman dan tempat parkir kendaraan.
 
Arsitektur Masjid Raya Baitul Makmur
 
Masjid dua lantai ini mengadopsi gaya arsitektur kontemporer yang dipadukan dengan nuansa tradisional. Dibangun dua lantai dengan daya tampung didalam masjid mencapai 2000 jemaah ditambah dengan area serambi dan halamannya dapat menampung hingga 6000 jemaah sekaligus.
 
Ruang shalat utama berada di lantai dasar dengan ruang mihrab yang diberi ornamen ukiran dari kayu jati dan ukiran kaligrafi nama-nama khalifah dan kalimat tahlil. Mimbar setinggi lebih kurang 2 meter diletakkan didalam mihrab. Dibagian atas mimbar dipasang kaligrafi dua kalimah syahadat. Sekeliling dinding bagian atas ruang shalat dhias kaligrafi Asmaul Husna.
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban.

Kubah masjid dibangun dengan kerangka baja ringan tahan karat. Diameter kubah mencapai 9 meter dengan biaya pembangunan kubahnya saja sekitar Rp. 600 juta. Masjid ini memiliki lima kubah yang melambangkan 5 rukun Islam.
 
Masjid Besar Baitul Makmur dilengkapi 100 keran air wudhu, 12 kamar kecil, ruang kantor sekretariat, penyejuk ruangan, sarana untuk pernikahan, ruang pendidikan, ruang imam, dan ruang jaga yang didukung oleh 6 orang petugas kebersihan dan gharim Masjid.
 
Interior masjid juga dipercantik dengan kehadiran beberapa jam antik, selain itu, ruangan masjid ini juga dihiasi dengan lampu-lampu cantik yang estetik. Masjid Besar Baitul Ma’mur dikelilingi taman seluas 4000 m² dan area parkir yang mampu menampung 750 motor dan 150 mobil.
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban.

Wisata Religi
 
Masjid Raya Baitul Makmur Tanjung Uban kini termasuk di dalam wisata religi meskipun masjid ini bukan kategori masjid tua, tapi termasuk masjid yang memiliki arsitektur yang memukau.
 
Apalagi dengan adanya taman yang ada di sekeliling masjid dan juga ornamen warna lantai yang penuh warna membuat Masjid Raya Baitul Makmur terlihat megah dan artistik. Dan selama bulan suci Ramadhan masjid ini menjadi lebih menarik dengan programnya menggelar buka puasa setiap hari.***
 
Rujukan
 
http://kemegahanmasjid.blogspot.co.id/2015/09/masjid-baitul-makmur-tanjunguban.html
http://seputartanjunguban.blogspot.co.id/2015/02/masjid-baitul-makmur-tanjunguban.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Baitul_Makmur_Tanjung_Uban
https://direktoripariwisata.id/unit/7699
http://mbbm.or.id/profil/sejarah/
https://batam.tribunnews.com/2021/04/18/sejarah-masjid-raya-baitul-makmur-terbesar-di-bintan-adakan-bukber-tiap-hari.
https://www.melayupedia.com/berita/1042/masjid-colorfull-ini-ada-di-tanjung-uban-lho

 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
  
Baca Juga
 
Masjid Nurul Islam Muka Kuning – Batam
Masjid Raja Haji Abdul Gani ; Masjid Tertua di Karimun
Masjid Raya Baitussyakur Batam
 

Sunday, April 7, 2019

Masjid Nurul Islam Muka Kuning – Batam

Masjid Nurul Islam - Muka Kuning diantara sakura yang bermekaran.

Masjid Nurul Islam Muka Kuning ini menjadi salah satu masjid paling unik di Indonesia. Di masjid ini sholat Tarawih selama bulan Romadhon dilaksanakan dua ship untuk mengakomodir jemaah yang bekerja di ship yang berbeda. Saking ramainya, jemaah yang hadir saat sholat Tarawih memadati setiap jengkal lantai masjid hingga ke pekarangan dan tempat parkirnya.

Apa dan dimana Muka Kuning itu

Muka Kuning, adalah nama deerah di Pulau Batam, propinsi Kepulauan Riau. Daerah  itu kemudian disulap menjadi kawasan industri maju dengan nama Batamindo Industrial Park hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Kawasan industri ini dibangun (tadinya di tengah hutan belantara pulau batam) dengan fasilitas lengkap. Infrastruktur sebagai kawasan industri sudah dipersiapkan sejak awal termasuk kawasan hunian bagi para pekerja nya yang ditempatkan ditengah tengah kawasan, biasa disebut dengan dormitory yang diperuntukkan bagi karyawan lajang. Ada blok khusus untuk para staf di Blok S dan blok khusus untuk karyawan yang sudah menikah (berkeluarga) di blok M.

Masjid Nurul Islam Muka Kuning Batam dari arah Gerbang utama Batamindo, terlihat menaranya yang menjulang diantara bunga sakura yang sedang bermekaran begitu indahnya.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya termasuk didalamnya adalah community center, supermarket, mini market, rumah sakit, pujasera dan tentu saja Masjid Nurul Islam. Satu lagi fasiltas penunjang yang begitu menarik minat kala itu adalah WARTEL, bagi anda yang seumuran dengan penulis pasti ingat apa itu wartel alias Warung Telekomunikasi. Maklumlah kala itu Handphone masih belum populer seperti sekarang ini, wartel adalah tumpuan harapan untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga yang jauh dimata hingga rela antri hingga tengah malam.

Batamindo Industrial Park (BIP) – Muka Kuning ini bukanlah satu satunya kawasan industri di Pulau Batam, masih banyak sederet kawasan industri lainnya. Pulau Batam memang di kembangkan sebagai kawasan industri di masa pemerintahan Pak Harto dibawah kendali Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau Batam Industrial Development Authority disingkat BIDA atau lebih dikenal dengan “Otorita Batam” yang di ketuanya ditunjuk langsung oleh Presiden. Dikemudian hari Otorita Batam berubah menjadi Badan Penguasaan Batam (BP Batam) disahkan dengan Peraturan Pemerintah No. 46.[i]

Masjid Nurul Nurul Islam dari arah barat

Masjid Nurul Islam yang diresmikan oleh Prof. DR. B.J. Habibie pada tanggal 26 Oktober 1991 menjadi sentral kegiatan ibadah dan dakwah yang dilakukan oleh para karyawan. Awalnya masjid ini memang satu satunya tempat ibadah di kawasan tersebut. Pada awalnya aktivitas di masjid ini ramai di setiap malam minggu dengan di isi berbagai kajian ke islaman. Dikemudian hari aktivitas dan program kerja masjid ini sudah semakin berkembang pesat dan dibentuk grup kerja yang diberi nama Nurul Islam Grup (NIG). Tentang profil dan apa saja aktivitas grup ini dapat langsung berkunjung ke situs internetnya di nurulislamgroup.co.id

Masjid Nurul Islam – Muka Kuning
Batamindo Industrial Park (Mukakuning)
Batam, Kepulauan Riau 29433, Indonesia[ii]


Sakura di Masjid Nurul Islam

Pihak pengelola kawasan Industri Batamindo memang menanam berbagai jenis pohon untuk menghijaukan kawasan ini. salah satu jenis pohon yang ditanam disana adalah jenis sakura yang menghasilkan bunga yang sangat indah pada musim berbunga yang bertepatan dengan musim berbunganya sakura di Jepang. Kini bunga bunga indah itu menjadi keindahan tersendiri bagi warga Muka Kuning khususnya dan bagi warga Batam umumnya.
  
Nurul Islam dari sisi yang lain



Sakura di halaman Masjid Nurul Islam, menara masjid di latar belakang
begini pemandangan di sepanjang jalan di depan masjid Nurul Islam saat sakura berbunga.
Masjid nurul Islam dari sisi selatan
Masjid Nurul Islam tampak keseluruhan dari sudut tenggara.

Referensi