Sunday, January 1, 2012

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh di Yogyakarta

Masjid Baiturrahman D.I. Yogyakarta (foto dari kaskus)
Paska bencana gempa dan tunami tahun 2004 lalu begitu banyak bantuan dan solidaritas mengalir ke provinsi Aceh, termasuk pembangunan kembali masjid masjid yang hancur di Aceh baik oleh pemerintah RI, bantuan asing dan bantuan masyarakat dari dalam dan luar negeri, salah satunya adalah Masjid Palembang Darussalam di Lhoknga pada posting sebelumnya.

Dua tahun paska gempa dan tsunami di Aceh, tahun 2006 gempa dasyat melanda wilayah Yogyakarta menghancurkan infrastruktur di wilayah tersebut termasuk bangunan bangunan masjid yang ada. Sebagai bentuk solidaritas, pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) membangun masjid di wilayah kabupaten Bantul. Sebuah bangunan masjid yang sangat elok dan begitu menarik karena sengaja dibangun sebagai kembaran Masjid Baiturrahman di Banda Aceh dengan ukuran yang lebih kecil.

Nama resmi masjid inipun menggunakan nama yang sama dengan
masjid aslinya di Aceh (foto dari kaskus)
Lokasi Masjid Baiturrahman di Jogja


Masjid sumbangan masyarakat Aceh kepada masyarakat Yogyakarta ini berada di sisi utara simpang empat ring road madukismo. Plurugan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,Indonesia. Di google map ataupun google earth lokasi masjid ini masih belum eksis. 

Klik untuk melihat lokasinya di wikimapia
Koordinat geografi : 7°49'34"S 110°20'41"E




Lihat Replika Masjid Baiturrahman di Yogyakarta di peta yang lebih besar



Sejarah Pembanguan

Kembaran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh di Kabupaten BantulYogyakarta, merupakan sumbangan masyarakat dan Pemerintah Aceh, sebagai bentuk solidaritas dan simpati atas peristiwa gempa bumi yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2006 silam.

Kemeriahan peresmian masjid Baiturrahman D.I. Yogyakarta
foto dari serambinews.net
Peletekan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri oleh Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar pada tahun 2006 silam. Pembangunan masjid ini merupakan reflkesi dari sikap kebersamaan masyarakat Aceh atas derita warga Bantul yang digempur gempa.

Rencananya Masjid tersebut juga akan diresmikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar. Namun beliau batal datang ke Yogyakarta untuk acara peresmian yang bertepatan di hari Jum’at tersebut karena ditutupnya bandara Adi Sucipto Yogyakarta untuk semua aktivitas penerbangan akibat tertutup debu vulkanik dari letusan gunung Merapi.

foto dari panoramio
Peresmian masjid ahirnya dilakukan pada hari Jum’at tanggal 5 November 2010 oleh Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan (Isra) Drs Bukhari yang lebih dulu tiba di Yogyakarta mewakili Wagub Aceh yang gagal terbang ke Yogya. Sementara dari Bantul hadir Wakil Bupati Bantul Mardi Ahmad. Tokoh Aceh di Yogya hadir HM Djamil Mahmudi SH, Jufri dan beberapa tokoh Aceh lainnya.

Pembangunan masjid tersebut menghabiskan dana Rp 3,3 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2007 -2009. Masjid tersebut mampu menampung 1000 jamaah. Pemprov Yogyakarta melalui Wagubnya KGPAA Sri Paduka Paku Alam IX jauh-jauh hari telah mempersiapkan rangkaian upacara peresmian masjid tersebut dengan mengundang Wagub Aceh, Muhammad Nazar. Di antaranya, tarian adat dan spanduk penyambutan yang dibentangkan di sejumlah tempat strategis di Bantul.

Wagub Muhammad Nazar, seyogyanya usai prosesi peresmian tersebut juga dijadwalkan menjadi khatib Shalat Jumat (5/11), di masjid yang kembaran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh itu. Namun semua rencana tersebut tidak terwujud karena Bandara Adi Soetjipto Yogyakarta ditutup akibat debu vulkanik letusan Gunung Merapi seperti disebutkan tadi.

foto dari panoramio
Wagub Muhammad Nazar mengaku kecewa karena tidak bisa hadir ke Bantul, Yogyakarta. “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan permohonan maaf karena tak bisa menjejakkan kaki di Yogya. Semata-mata ini karena kendala di luar kemampuan manusia”.

Upacara peresmian masjid diselenggarakan dalam suasana duka cita akibat meletusnya gunung merapi. Upacara peresmian berlangsung dalam suasana khidmat, meski diwarnai situasi tidak menentu akibat bencana Merapi, Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan (Isra) Drs. Bukhari dan rombongan disambut secara adat Jawa, manifestasi dari rasa terima kasih pemerintah dan masyarakat Yogyakarta atas sumbangan Aceh itu.

senja di masjid Baiturrahman D.I. Yogyakarta (foto dari panoramio)
Dalam kesempatan itu, secara simbolik, Bukhari juga menyerahkan bantuan Rp 100 juta untuk bencana Merapi. Sebagai ungkapan dukacita dan belasungkawa, Wagub Muhammad Nazar menyempatkan diri melakukan pembicaraan per telepon dengan Wagub Yogyakarta. “Wagub Yogyakarta menyampaikan undangan kepada Wagub Aceh untuk berkunjung ke Yogyakarta”.

Referensi


------------------------------ooOOOoo-------------------------------

Baca Juga