Monday, December 26, 2011

Masjid Palembang Darussalam di Lhoknga, Aceh


Masjid Palembang Darusslam di Lhoknga, Aceh (foto dari mnizar)

Masjid Palembang Darusslam di Lhoknga merupakan hadiah dari rakyat Palembang dan Sumatera Selatan untuk saudara saudara Muslim di Aceh paska bencana tsunami tahun 2004 yang lalu. Arsitetektural bangunannya yang khas Palembang menjadi pemandangan tersendiri di pantai Lhoknga, mengingat bentuknya yang tak lazim bagi masjid masjid di propinsi Aceh. Masjid ini dibangun sebagai replika dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) di pusat kota Palembang.

Lokasi Masjid Palembang Darussalam, Lhoknga

Mesjid Palembang Darussalam Lhoknga berada di desa Mon Ikeun, Lhonga, sekitar 20 km arah barat kota Banda Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Di gerbang masuknya jelas terukir nama mesjid itu, “Mesjid Palembang Darussalam”. Berdiri di atas tanah 500 m2, mesjid Darussalam menjadi ciri khas Lhoknga, yang sebelumnya telah rata tersapu tsunami.

Arsitektural Masjid Palembang Darussalam, Lhoknga

Masjid Agung SMB II di pusat kota
Palembang (Sumatera Selatan)
Seperti halnya Masjid Agung SMB II di Palembang, Masjid Palembang Darussalam di Lhoknga juga dibangun dengan atap limas bersusun tiga layaknya masjid tradisional Indonesia namun dengan sentuhan China yang sangat kental dengan bentuk atap yang melengkung lengkap dengan ornamen disetiap ujung ujung atapnya. Masjid Palembang Darussalam didominasi cat putih, dilengkapi ruang terbuka selasar mengelilingi bangunan utama.

Pengaruh arsitektural China memang sangat kental di Masjid Agung SMB II di Palembang. Tak terlalu mengherankan bila kemudian warga Lhoknga sempat berkeberatan dengan rancangan bangunan masjid yang disodorkan panitia pembangunan yang dibentuk sendiri oleh para donatur, karena memang bentuknya yang mirip klenteng. Denah dasarnya berbentuk simetris dengan tiga beranda di tiga pintu masuk utama, sisi mihrab masjid juga berbentuk sama dengan tiga beranda yang lain meski dengan fungsi yang berbeda, dan tentu saja tertutup sesuai fungsinya sebagai mihrab.

Sejarah panjang kota Palembang memang terbentuk oleh berbagai macam etnis yang berbaur menjadi satu, termasuk etnis China. Pembauran berbagai etnis itu melebur menjadi satu menjadi budaya Palembang, yang juga tercermin pada seni bangunannya termasuk dalam seni bina bangunan Masjid Agung SMB II di pusat kota Palembang yang kemudian direplika dalam bentuk yang lebih sederhana ke dalam rancang bangun masjid Palembang Darussalam di Lhoknga, propinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Pembangunan Masjid Palembang Darussalam, Lhoknga

Masjid Palembang Darussalam di Lhoknga, dibangun selama 6 bulan di tahun 2006. Dilengkapi dengan sebuah menara berbentuk seperti menara mercu suar terpisah dari bangunan utama masjid dan dilengkapi juga dengan lahan parkir kendaraan yang cukup luas pun tersedia.

Masjid Palembang Darussalam saat dalam proses pembangunan
(foto dari looklikelive)
Bangunan masjid ini dibangun di lahan bekas sebuah Sekolah Menengah Pertama yang hancur tak bersisa tersapu tsunami.  Masjid ini dibangun untuk menggantikan masjid desa Mon Ikeun yang dulunya terletak di dalam kawasan pasar Lhoknga, lebih kurang berjarak 1 km dari masjid yang kini berdiri. Para donator pembangunan masjid ini menganggap pembangunan kembali mesjid di kawasan pasar tidak sesuai oleh karena itu mereka meminta di tempat yang baru. Atas musyawarah bersama maka diputuskan mesjid berdiri di tempat sekarang, persis di sisi kanan jalan Banda Aceh – Meulaboh.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Mesjid Palembang Darussalam, Tengku Dahlan, Ketika panitia pembangunan mesjid memperlihatkan rancang bangun masjid yang akan didirikan, warga setempat sempat berkeberatan karena bentuknya yang lebih mirip Kelenteng China. Mereka menginginkan bentuk masjid seperti lazimnya bentuk mesjid di Aceh, setelah bermusyawarah masyarakat pun dapat menerimanya. Tengku Dahlan adalah warga setempat, kini hidup sebatang kara setelah anak dan istrinya telah meninggal dunia dalam bencana tsunami tahun 2004.

Hingga bulan September 2008, sholat Jumat belum dapat diselenggarakan di Masjid Palembang Darussalam Lhoknga, karena masih minimnya jumlah penduduk sekitar. Paska tsunami penduduk di daerah tersebut tersisa 20% dari jumlah semula. Untuk sholat Jumat warga berkumpul di mesjid yang lain. Tengku Dahlan mendapat kepercayaan untuk menjadi Imam sekaligus pengelola Mesjid Palembang Darussalam ini sejak pertama kali masjid diresmikan.

Tujuan Wisata Religi di Pantai Lhoknga

Mesjid beraksitektur oriental dan tak lazim di Aceh ini menjadi “oase religius” bagi para musafir yang melewati ruas jalan jalan Banda Aceh – Meulaboh. Tak ketinggalan masyarakat Palembang yang berada di Aceh pun ramai mengunjunginya. Mesjid dengan bentuk berbeda dari bentuk lazimnya tentu menjadi sesuatu yang unik. Mesjid ini menjadi salah satu tujuan wisata religius di Lhoknga.

Referensi

mnizar.multiply.com – ada masjid Palembang di lhoknga

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Sumatera Lainnya