Thursday, March 14, 2013

Muslim Australia Gembira Rencana Pembangunan Masjid Diterima

Masjid Auburn Gallipoli, salah satu masjid terbesar di Australia.

Setelah terjadi penolakan, Muslim Australia merayakan persetujuan pembangunan dari sebuah masjid baru di kota Melbourne, Australia, kota yang paling padat penduduknya di negara benua tersebut.

"Itulah yang kami rencanakan," Sherene Hassan, juru bicara panitia pembanguna, sebagaman dikutip oleh koran The Age dan dilansir onislam.net, Rabu 13 Maret.

Rencana untuk membangun masjid baru di Melbourne telah disetujui oleh komite perencanaan di distrik Casey pada hari Selasa. Dengan hasil suara 9:1, dewan mendukung laporan pejabat pemerintahan yang merekomendasikan izin, meski mendapat penentangan dari masyarakat di sekitar tempat yang rencananya dibangun masjid tersebut. Masjid yang direncanakan di Green Street kawasan Doveton telah mengundang penentangan yang kuat dari warga.

Warga telah mengirim lebih dari 1900 tanda tangan dan 30 surat kepada dewan sebagai protes terhadap Proyek Masjid bernilai $ 2.500.000 dalam upaya untuk memblokir izin untuk pembangunan.

Para penentang, termasuk Daniel Nalliah dari partai anti-Islam, Rise Up Australia Party, mengatakan bahwa masjid akan menimbulkan polusi suara dan kemacetan lalu lintas, menuduh para imam akan menyebarkan kebencian dalam kotbah mereka.

Dukungan

Meskipun terdapat penentangan terhadap masjid dari sejumlah warga, persetujuan dari komite perencanaan menunjukkan dukungan mayoritas warga untuk berdirinya tempat muslim tersebut. Wayne Smith, salah seorang anggota dewan mengatakan ia yakin banyak orang yang mendukung keberadaan masjid.

"Tapi mereka menentang lebih vokal," katanya.

"Saya menerima semua pandangan yang saya dengar, tapi kami harus terikat oleh hukum perencanaan dan saya percaya bahwa masyarakat mendukung izin dalam hal ini. Masalah ini mungkin akan dibawa ke Pengadilan Sipil dan Administratif Victoria (VCAT) untuk resolusi.