Saturday, June 10, 2017

Al-Baakhirah, Masjid Kapal di Kota Cimahi

Masjid Al-Baakhirah merupakan masjid unik berbentuk kapal laut yang berada di kelurahan Baros, kota Cimahi, Jawa Barat.

Seperti sebuah kapal yang sedang bersandar di tengah tengah kampung, Masjid Al-Baakhirah di Baros, Kota Cimahi ini memang menarik perhatian, ditambah lagi dengan posisinya yang dibangun di pertigaan jalan membuatnya tampak seperti sebuah monumen kapal laut yang disandarkan di daratan.

Namun sejatinya bangunan “kapal” ini adalah sebuah masjid dan memang dibangun sejak awal ditempat tersebut sebagai sebuah masjid bukan kapal laut sungguhan yang kemudian dibawa kesana. Masjid Kapal ini juga dilengkapi dengan sebuah menara yang bentuknya menyerupai sebuah mercusuar.

Masjid Al-Baakhirah
Jl. Bapak Ampi No. 1E RT. 02 / RW. 06 Kelurahan Baros
Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40521
0813-2039-4182



Masjid Kapal ini dibangun oleh keluarga mantan nakhoda kapal, H, Budianto. Sebelum wafat mendiang Pak Budiyanto ingin membangun masjid sebagai kenang kenangan dan bisa dipakai untuk kepentingan warga sekitar. Cita cita tersebut dilaksanakan oleh istri dan anak anak beliau yang mewakafkan tanah juga mengeluarkan dana untuk membangun masjid tersebut.

Pembangunan masjid selesai dan diresmikan tanggal 26 April 2016 yang lalu. sebuah acara tasyakuran diselenggarakan sekaligus peresmian dan ijab qobul wakaf masjid Al-Baakhirah ini. Pembangunan masjid ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan luas bangunan 90 meter persegi di atas lahan seluas 200 meter persegi dengan daya tampung sekitar 100 Jemaah. Sebagai sebuah masjid, Masjid Al-Baakirah ini pun terbuka untuk umum termasuk menerima kunjungan khalayak umum.

Pembangunan masjid menyerupai sebuah kapal yang bersandar ini terinspirasi dari kisah Nabi Nuh dan tentu saja karena memang dibangun oleh keluarga pelaut. Sehingga pembangunannya begitu detil sebagai sebuah kapal sungguhan. Dibagian luar ada cerobong dan jangkar berwarna putih yang diikat dengan tali besar.

Dari udara masjid ini tampak seperti sebuah kapal laut yang terdampar di daratan diantara rumah rumah penduduk

Ada juga bangunan mirip geladak, serta kabin untuk nakhkoda dan awak kapal. Kesan "kapal laut" semakin terasa saat masuk karena desain interior masjid ini dibuat layaknya interior kapal laut yang megah. Lantai masjidnya cantik dengan keramik cokelat yang menyerupai kayu.

Di tengah mimbar untuk khotbah, terdapat lafaz Allah dengan ornamen kayu mirip jangkar. Naik ke lantai dua, ada dua ruangan yang berfungsi sebagai ruang kontrol lampu masjid. Namun, ruang kontrol ini dibuat seperti ruang kemudi, lengkap dengan tombol-tombol layaknya kapal sungguhan.

Bahkan pelampung yang ada di kapal inipun adalah pelampung sungguhan seperti yang ada di kapal laut sebenarnya. Selain dari aksesoris, semua bagian dari kapal difungsikan dan dimanfaatkan sedemikian rupa. Anjungan pun difungsikan sama seperti kapal, bila di kapal laut anjungan untuk tempat navigasi anak buah kapal mengemudi serta mengatur listrik interior dan eksterior kapal, disini pun disamakan, anjungan berfungsi untuk pengaturan listrik.

Prasasti peresmian dan wakaf.

Seperti kapal sungguhan, masjid ini juga dilengkapi dengan radio komunikasi, Klakson kapal, lampu-lampu navigasi, juga sirine berfungsi dan akan bunyi saat waktu buka puasa dan imsak tiba. Selain keunikan dari bangunannya, para pengurus masjid ini pun mengenakan seragam ala anak buak kapal (ABK).

(Alm) Budianto merupakan mantan nahkota kapal laut yang merupakan warga asli kota Cimahi. Sebelum meninggal beliau memiliki cita-cita ingin memiliki kenangan dan mengabadikannya untuk keperluan warga sekitar. Alm. Budianto jg merupakan orang pertama yang menahkodai kapal Kerinci dari Jerman ke Indonesia, beliau juga pernah berjasa pada bangsa ini karena ikut dalam peperangan melawan penjajah dalam operasi Trikora.***

Referensi