Sunday, June 11, 2017

As-Safinatun Najah, Masjid Kapal Nabi Nuh di Semarang

Masjid Safinatun Najah secara harfiah bermakna kapal penyelamat

Ada kapal laut ditengah tengah hamparan sawah, sepertunya memang hal yang muskil, namun hal itu benar benar terjadi di kampung Padaan, Desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hanya saja kapal laut yang satu ini sebenarnya adalah sebuah bangunan masjid yang sengaja dibangun menyerupai sebuah kapal.

Bangunan masjid ini masih gress alias anyar, baru sekali. Pada saat tulisan ini di unggah Google street view bahkan masih menampilkan citra lokasi tempat masjid ini berdiri masih berupa lahan kosong yang baru dibersihkan, tidak ada bangunan apapun. Masjid berbentuk kapal laut ini bernama Masjid As-Safinatun Najah (kapal penyelamat). dan Masjid ini bukanlah masjid pertama yang dibangun berbentuk kapal, sebelumnya sudah ada Masjid Al-Baakhirah di kota Cimahi, Jawa Barat.

Masjid As-Safinatun Najah
Jalan Kyai Padak, RT 05 RW 05, Kelurahan Podorejo
Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang
Jawa Tengah, Indonesia



Pembangunan masjid ini di danai oleh satu keluarga muslim di Uni Emirat Arab yang menginginkan agar dibangunkan sebuah masjid dengan arsitektur bahtera Nabi Nuh di Indonesia. Melalui hubungan yang baik dengan pemimpin salah satu yayasan di kota Semarang kemudian mulailah dibangun masjid dimaksud di lokasi sekarang ini sejak awal tahun 2015.

Rancangan Masjid Bahtera Nabi Nuh ini terinspirasi dari sebuah masjid di kota Islamabad, Pakistan namun dengan gaya lokal. Meski bergaya Pakistan, pembangunan masjid kapal itu mempekerjakan sekitar 40 warga lokal. Bentuk dek kapal besar yang menyerupai kayu pun seluruhnya beton yang digarap apik oleh warga, sehingga mirip sebuah dek kapal berukuran raksasa.

Ada falsafah khusus kenapa bangunan masjid berbentuk bahtera Nabi Nuh. Sesuai nama Safinatul Najah (kapal penyelamat), mengingatkan umat Islam tentang kisah Nabi Nuh saat diperintahkan Allah untuk menyelamatkan kaumnya dari bencana banjir.

Objek wisata baru di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pembangunan masjid ini menghabiskan dana lebih dari 5 Milyar Rupiah, dibangun di atas lahan seluas 7.5 hektar dan bangunan masjidnya sendiri seluas 2500 meter persegi, lengkap dengan sejumlah fasilitas pendukungnya, tak hanya untuk salat, tetapi juga dibangun klinik kesehatan serta lembaga pendidikan Islam atau pesantren.

Sedangkan untuk pemilihan lokasi masjid itu, karena kebetulan mendapatkan lahan yang relatif murah di kampung Padaan, Desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan. Kebetulan lokasinya juga di areal perkebunan durian serta diapit sawah-sawah warga setempat. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung harus melewati beberapa perkebunan karet dan persawahan.

kehadiran masjid unik ini kini menambah khazanah objek wisata religi di kota Semarang setelah sebelumnya kota ini telah memiliki Masjid Agung Jawa Tengah. Setiap hari masjid ini menjadi tujuan kunjungan warga dari berbagai daerah.

Referensi