Saturday, March 11, 2017

Masjid Agung Al Musabaqah, Subang

Masjid Agung Al Musabaqah, Subang, Provinsi Jawa Barat berdiri megah di sisi barat alun alun kabupaten Subang. Nama jalan yang membentang di depan masjid ini mengabadikan nama tokoh penyebar Islam di Subang, RAS. Wangsa Ghofarana. 

Subang adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat yang berada di kawasan pantai utara Jawa (Pantura). Nama Subang bagi kabupaten ini, konon berasal dari kata Suweng atau anting anting, namun ada juga yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama “Babakan Subang” yang merupakan kampung nya para muhajirin (pendatang) dari daerah yang bernama Subang di kabupaten Kuningan yang didatangkan oleh perusahaan perkebunan P & T Land ke daerah yang kini dikenal sebagai kabupaten Subang, dan ada juga yang mengindikasikan bahwa nama “Subang” bagi kabupaten ini berasal dari nama “Subang Larang” yang merupakan salah satu istri dari Prabu Siliwangi.

Sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di wilayah kabupaten Subang memang tidak dapat dilepaskan dari peran RM. Wangsa Ghofarana. Beliau disebut sebut sebagai orang pertama yang membawa dan menyebarkan Islam di wilayah ini. Wangsa Ghofarana Beliau adalah putera Sunan Wanapati, raja di Talaga. Menurut silsilah Cianjur, ia putra Sunan Ciburang putra Sunan Wanaperi dan masih merupakan keturunan dari Ratu Galuh dan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.

Ghofarana dikatakan sebagai orang pertama dari Talaga yang memeluk ajaran Islam. Penyebaran Islam ke talaga adalah hasil kegiatan Sunan Gunungjati. Wangsa Ghofarana dimakamkan di Nangkabeurit, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, hingga kini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Nama beliau kini diabadikan sebagai nama jalan yang membentang di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh Kabupaten Subang yang sebelumnya bernama Jalan Masjid Agung.

Masjid Agung Subang
Jl. RA. Wangsa Ghofarana No. 7, Karanganyar, Kec. Subang
Kabupaten Subang, Jawa Barat 41215
Indonesia



Masjid Agung Al-Musabaqoh Kabupaten Subang ini berada di sebelah barat Alun Alun, antara keduanya dipisahkan oleh ruas Jalan RA. Wangsa Ghofarana. Di sebelah utara masjid, berdiri (exs) gedung catatan sipil yang masih asli dengan nuansa kolonial-nya, sedangkan disebelah selatan masjid terdapat Gedung Da’wah Islam sekaligus Kantor DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Subang. Lokasi Masjid Agung Subang ini juga berhadapan langsung dengan Kantor Bupati Subang yang berada di Jalan Dewi Sartika di sisi timur alun alun.

Menurut data Kemenag, Masjid Agung Subang dibangun tahun 1978 di atas tanah wakaf seluas 10.000 m2 dengan luas bangunan 7.500 m2 dan mampu menampung 1000 jemaah. Masjid ini juga telah memperoleh nomor identitas masjid yakni 01.2.13.13.03.000001. Namun demikian, bangunan masjid yang kini berdiri merupakan bangunan hasil renovasi tahun 1993 di masa kepemimpinan Bupati Eep Hidayat dan atas bantuan Menteri Perhubungan ketika itu, Haryanto Danutirto.

Pada awalnya bangunan masjid agung ini berupa bangunan beton dengan kubah utama bundar di atapnya ditambah dengan beberapa kubah yang lebih kecil dan dilengkapi dengan satu menara.  Keseluruhan bangunannya di cat warna putih seperti masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bangunan tersebut kemudian dirombak total ke bentuknya saat ini dengan rancangan yang sama sekali berbeda.

Atas, jemaah aksi solidaritas Palestina di dalam Masjid Agung Subang. Bawah : jemaah sholat Ied yang meluber hingga ruas jalan R.A. Wangsa Ghofarana di depan masjid.

Dibangun dalam rancangan masjid modern, bangunannya terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan tiga pintu akses, masing masing di sisi timur, utara dan selatan. Setiap pintu akses ini dilengkapi dengan beranda. Dua menara mengapit induk bangunan di sisi utara dan selatan bangunan masjid, menambah anggun bangunan masjid termegah dan terbesar di kabupaten Subang ini.

Rutin Agendakan Pesantren Ramadan

Seperti masjid masjid Agung lainnya di Nusantara, Masjid Agung Subang ini juga begitu semarak di bulan suci Ramadhan dengan kegiatan “Pesantren Ramadhan”. Hanya saja di masjid ini, kegiatan tersebut dimotori oleh anak anak muda dan remaja yang tergabung di dalam Forum Aksi Rohis Subang (Faros), anak anak muda ini secara rutin setiap tahun menyelenggarakan kegiatan serupa di masjid ini yang mendapat respon positif dari pelajar di Subang mulai dari SMP hingga SMA/SMK.

Sebagai masjid agung kabupaten, Masjid Agung Al-Musabaqoh ini menjadi masjid pusat aktivitas ke-Islaman yang diselenggarakan setingkat kabupaten termasuk penyelenggaraan dua sholat hari raya yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati dan jajarannya serta para tokoh masyarakat dan kaum Muslimin Subang.

Aksi Solidaritas Palestina

Pada tanggal 23 Marer 2016 yang lalu, masjid Agung Al-Musabaqoh Subang ini menjadi saksi kepedulian muslim Subang terhadap kemerdekaan Palestina melalui Aksi Solidaritas untuk Perjungan Bangsa Palestina yang diselenggarakan di masjid ini. Dalam acara tersebut berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp. 327.313.000  rupiah ditambah 3 buah cincin emas. Pada kegiatan solidritas tersebut menghadirkan ulama Palestina, Syeikh Abdurrahim MA Shehab yang menjelaskan kondisi terakhir Bangsa Palestina.

Referensi