Sunday, September 18, 2016

Mesjid Agung Riyadhus Shalihin Barabai

Taman Orang Orang Sholeh. Masjid Riyadus Sholihin Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. bila di Indonesiakan Riyadussholihin bermakna sebagai Taman Orang Orang Shaleh. sebuah nama yang indah tentu saja.

Masjid Agung Riyadhus Shalihin merupakan masjid agung bagi kabupaten Hulu Sungai Tengah, provinsi Kalimantan Selatan yang berada di Kecamatan Barabai selaku ibukota kabupaten. Itu sebabnya masjid ini juga seringkali disebut sebagai masjid agung Barabai. Masjid Agung Riyadussholihin Barabai ini pertama kali dibangun tahun 1966 berawal dari sebuah bangunan yang sangat sederhana namun secara bertahap dengan kekompakan muslim setempat Masjid Agung Riyadussholihin Barabai kini tampil megah di tengah kota Barabai.

Alamat Masjid Agung Riyadus Shalihin
Jl. H. Damanhuri Kelurahan Barabai Utara
Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kalimantan Selatan 71315


Masjid ini sudah mendapatkan nomor ID dari Simas Kemenag dengan nomor ID 01.2.22.07.06.000001. Dengan luas bangunan 6400 meter persegi mampu menampung hingga 10 ribu Jemaah sekaligus. Masjid Agung Riadhus Shalihin adalah masjid terbesar yang berada di kota Barabai dan merupakan salah satu wisata religius kebanggaan warga Barabai.

Pembangunan Masjid Agung didasarkan dari niat Amirmachmud sewaktu menjadi Panglima Kodam X Lambung Mangkurat, dalam satu kesempatan kunjungannya ke Barabai, ia berniat mendirikan sebuah masjid dengan membeli sebidang tanah dengan harga Rp 1 Juta yang kemudian diwakafkan kepada Panitia Pembangunan Masjid. Niat untuk membangun Masjid dari Amirmachmud mendapat tanggapan positif dari banyak pihak.

Sealanjutnya Tuan Guru KH. Muhammad As’ad bin Haji Muhammad Yusuf (Ulama Muhaditsin) beserta tokoh masyarakat Hulu Sungai Tengah berinisiatif dan sepakat membentuk Panitia Pembangunan Masjid dngan susunan sebagai berikut :

Ketua Umum  : KH. Muhammad As’ad bin Haji Yusuf
Ketua I            : KH. Abdul Hamid Karim
Ketua II           : KH. Muhammad Dahlan ( Qadhi )
Sekretaris        : Haji Bihdar Rasyidi ( Sekda Hulu Sungai Tengah )
Bendahara       : H. Abdurrahman ( Komisaris Polisi )

Dalam pemufakatan diputuskan lokasi pembangunan Masjid “Riadhussalihin“ dipilih di tengah Kota Barabai dan semenjak itulah mengalir sumbangan warga masyarakat atara lain: Menerima subangan wakaf masyarakat sekitar berupa sawah guna perluasan lokasi, Menerima wakaf berupa uang dan bahan bangunan, Melaksanakan gotong royong selama berbulanbulan untuk mengambil bahan bangunan seperti pasir, tanah dan lainnya.

Interior Masjid Agung Riyadussholihin Barabai

besarnya keinginan masyarakat Kota Barabai untuk memiliki Masjid yang besar dan monumental di awali dengan sebuah bangunan darurat bertiang bambu, di atas hamparan pasir dan beratapkan daun rumbia pada awal tahun 1977 dimulailah shalat jum’at pertamakali di masjid tersebut yang bertindak sebagai Khatib Tuan Guru Haji Hasan Ahmad, imam Haji Djazuli dan Muazin oleh Haji Samsuni Shaleh.

Lokasi tanah Masjid Agung Riadhussalihin Barabai Sangat mendukung Untuk Pengembangan Masjid ke depan seperti penataan pekarangan, taman dan bangunan lainnya. Tanah Komplek Masjid ini sudah memiliki sertifikat resmi dengan Sertifikat Tanah Bukti Pemegang Hak Pakai Nomor 1 Tahun 1978 dengan gambar Sertifikat Nomor 148 1978 Kantor Agraria Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Berbagai pertimbangan Teknis dan adanya perhatian Pemerinta Kabupaten Hulu Sungai Tengah khususnya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Masjid ini telah mengalami beberapa renovasi. Bantuan untuk pembangunan mengalir dari para donatur baik dari warga sekitar hingga luar daerah bahkan dari Presiden RI, Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mengalokasikan dana khusus untuk rampungnya pembangunan Masjid Agung.

Bantuan yang pernah diterima tahun 2000 sebanyak Rp. 2 Milyar, kemudian tahun 2005 sebanyak Rp. 3,8 Milyar dan tahun 2010 sebanyak Rp. 6,9 Milyar. Seiring waktu pembangunan Masjid Agung terus mengalami perubahan dan perbaikan, dari desain lama ke desain baru sehingga bangunan masjid sudah berlantai dua, megah dan indah. Perubahan juga terjadi bentuk depan masjid dan halaman depan masjid yang luas makin cantik dipadu ragam tanaman penghijauan dan penerangan lampu di setiap sudutnya.***

-----------------

Baca Juga