Saturday, September 10, 2016

Masjid Raya Binjai, Warisan Kesultanan Langkat

Masjid Raya Binjai Saat ini, (taken from google street view)

Binjai adalah salah satu kota otonom di provinsi Sumatera Utara. Dikota ini telah lama berdiri sebuah masjid raya yang sudah berumur lebih dari 120 tahun, biasa dikenal dengan nama Masjid Raya Binjai. Dengan usianya yang sudah melebihi satu abad bangunan masjid ini masuk dalam katagori Masjid Bersejarah, Salah satu warisan dari Kesultanan Langkat. Selain Masjid Raya Binjai, masjid warisan dari Kesultanan Langkat lainnya diantaranya adalah Masjid Azizi di Kota Langkat dan Masjid Ar-Rahman di Kelurahan Bingei, Kecamatan Wampu.

Alamat Masjid Raya Binjai
Jln. Mesjid Raya, kelurahan Pekan Binjai
Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia



Merujuk kepada data Kemenag, masjid ini sudah memiliki nomor ID 01.5.02.30.02.000003 berdiri di atas tanah wakaf seluas 1000 meter persegi dan berdaya tampung 1500 jemaah. Sertifikat tanah masjid ini disyahkan oleh Badan Pertanahan Kota(madya) Binjai pada tanggal 2 Januari 1992 dengan status wakaf. Bertindak sebagai Nadzir wakaf adalah Drs.R.J. Hadisiswoyo, Drs. Sarakal Ahmad Siregar dan H. Syamsudin Amri.  Lahan masjid ini berbatasan dengan Jalan jauriat Jaksa di sebelah utara, Jalan Mesjid disebelah timur, jalan Pembangunan di sisi selatan dan lahan penduduk di sisi barat. ,

Disebutkan juga bahwa masjid Raya Binjai memiliki beragam aktivitas termasuk di dalamnya adalah Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu.

Foto lama Masjid Raya Binjai

Sejarah Masjid Raya Binjai 

Mesjid Raya Binjai pertama kali dibangun oleh Sultan Langkat Tuanku Sultan Haji Musa Al Khalid Al- Mahadiah Muazzam Shah (Tengku Ngah) Bin Raja Ahmad yang menjabat priode 1840 - 1893. Peletakan Batu pertamanya tahun 1887. dimasa Tuanku Sultan Haji Musa Pembangunan Masjid ini belum rampung. dan setelah mangkatnya Tuanku Sultan Haji Musa, Kesultanan diperintah oleh putranya Tuanku Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat shah (1893 - 1927).

Dan Masjid ini pun selesai serta diresmikan oleh Tuanku Sultan Abdul Aziz lebih kurang tahun 1894. Pada tahun 1924 renovasi dilakukan untuk merubah kubah yang ada dimasjid. dan sampai sekarang ini kubah tersebut tidak dilakukan renovasi lagi. Pada tahun 1990-an renovasi dilakukan terhadap lantai tras masjid begitu pula dengan pembangunan menaranya.

Denah Masjid Raya Binjai, dari Dokumen Surat Ukur Tanah

Tentang Kesultanan Langkat

Kesultanan Langkat bermula dari pembentukan kerajaan Langkat oleh Panglima Dewa Shahdan, atau Deva Shahdan, atau Datuk Langkat yang merupakan seorang panglima perang kerajaan Aru. Beliau secara resmi mendirikan kerajaan Langkat di bagian utara kerajaan Aru pada tahun 1670 setahun setelah kerajaan Aru melepaskan diri dari kekuasaan Kesultanan Aceh tahun 1669M. Status kerajaan kemudian di ubah menjadi kesultanan oleh Raja Kahar yang merupakan penguasa ke empat pada tanggal 12 Rabiull Awal 1163 Hijriah bertepatan dengan tanggal 17 Januari 1750 Miladiah. Langkat mencapai kemakmuran dengan ditemukannya ladang minyak di Pangkalan Brandan.

Kejayaan Kesultanan Langkat berahir kelam di tahun 1946 ketika revolusi sosial yang motori oleh PKI meluluhlantakkah kesultanan kesultanan melayu di Sumatera Timur termasuk kesultanan Langkat yang berpusat di Tanjung Pura. Dalam tragedi kelam itu turut menjadi korban di eksekusi massa adalah salah seorang bangsawan Langkat, Pahlawan Nasional, Tokoh sastrawan pujangga Baru Tengku Amir Hamzah yang kemudian di makamkan disekitar Masjid Azizi bersama mendiang para Sultan dan Bangsawan Langkat lainnya.***

Baca Juga


Referensi