Sunday, March 5, 2017

Masjid Agung Kota Banjar

Masjid Agung Banjar dibangun dua lantai di sisi barat alun alun kota Banjar. 

Ada begitu banyak nama tempat di Indonesia yang menggunakan nama Banjar, Banjar yang satu ini adalah Kota Banjar yang merupakan Kota Otonom di Provinsi Jawa Barat. Secara geografis, Kota Banjar merupakan wilayah provinsi Jawa Barat yang terletak paling timur, berbatasan langsung dengan kabupaten Cilacap di provinsi Jawa Tengah. Kota Banjar merupakan Daerah Otonomi yang dibentuk tahun 2002 Berdasarkan undang-undang nomor 27 Tahun 2002, sebelumnya kota Banjar ini merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis.

Untuk membedakan-nya dengan Banjar Banjar yang lain di Indonesia, Kota Banjar ini seringkali disebut dengan Kota Banjar Patroman (dari kata Banjar Pataruman). Wilayah kota Banjar ini secara alamiah terbagi menjadi dua oleh sungai Citanduy yang mengalir ditengah tengah wilayah kota Banjar, dan karena letak geografisnya juga, kota Banjar menjadi jalur darat utama penghubung antara Ciamis dan daerah lainnya menuju ke objek wisata Pantai Pangandaran di pantai selatan pulau Jawa.

Masjid Agung Kota Banjar
Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat 46311        



Di pusat kota Banjar terdapat sebuah Masjid Agung yang sudah berdiri sejak tahun 1950, letaknya persis di tengah tengah Kota Banjar diapit oleh tiga ruas jalan utama yakni Jalan Masjid Agung yang membentang di sisi utaranya, Jalan Perintis kemerdekaan di sisi selatan dan Jalan Letjen Suwarto (Jalan Raya Banjar-Pangandaran) yang membentang di sisi timur. Masjid Agung Banjar ini berada di lokasi yang sama atau menyatu dengan alun alun kota Banjar yang berada disisi timur bangunan masjid.

Masjid Agung Kota Banjar ini terdiri dari bangunan utama dua lantai ditambah dengan satu bangunan Menara di sudut tenggara bangunan masjid. Lantai dasar Masjid digunakan sebagai Pusat Dakwah Islam (Pusdai) di sisi selatan dapat diakses dari ruas jalan Perintis Kemerdekaan dan Pusat aktivitas Majelis Wanita Islam Banjar di sisi utara dari ruas jalan Masjid Agung.

Ruang sholat masjid Agung Banjar ini terhubung langsung ke alun alun kota Banjar yang hampir seluruh permukaan-nya sudah dikeramik. Sebuah tangga beton ditempatkan disisi timur masjid ini menghubungkan lantai dua masjid ke alun alun. Area alun alun yang sudah dikeramik ini juga berfungsi sebagai pelataran masjid atau area sholat tambahan pada saat Jemaah tidak tertampung seluruhnya di dalam ruangan masjid.

MASJID AGUNG BANJAR (MASJID JAMI' BAITURROHMAN)

Sebenarnya masjid ini bernama Masjid Jami’ Baiturrahman sebagaimana tertulis dalam aksara Arab di bagian pintu masuk masjid, namun seiring dengan terbentuknya Banjar sebagai sebuah Kota Otonom, status masjid ini pun naik menjadi Masjid Agung, namun tulisan arab di atas pintu masuk masjid ini sepertinya sengaja dipertahankan keberadaannya.
   
Karena letak geografisnya Masjid Agung Kota Banjar ini dengan sendirinya menjadi Masjid Agung paling timur di Provinsi Jawa Barat. Berdiri di atas lahan seluas 1800 meter persegi, sedangkan luas bangunannya mencapai 1000 meter persegi dan mampu menampung hingga 2000 jemaah sekaligus, menjadikannya sebagai masjid terbesar di Kota Banjar Patroman. Dalam data Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS), rumah ibadah kebanggaan warga Banjar ini memiliki nomor identitas 01.2.13.26.01.000004.

Sementara alun alun yang persis di depan masjid ini selalu ramai dikunjungi warga Banjar untuk menikmati waktu bersama keluarga dan handai taulan. Keramaian di pusat kota itu semakin nampak menjelang sore hari. Taman lapang ini dipenuhi oleh berbagai jajanan serta aneka permainan untuk keluarga.  

MASJID AGUNG KOTA BANJAR. Atas : sisi timur menghadap ke alun alun kota Banjar, KIRI BAWAH : sisi selatan , Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, menghadap ke jalan Perintis kemerdekaan, KANAN BAWAH : Gedung Majelis Wanita Islam Banjar, menghadap ke Jalan Masjid Agung.

Demi membuat ruang terbuka hijau yang didesain untuk mempercantik Kota Banjar Patroman, Pemerintah kota berencana untuk menata alun-alun dan Masjid Agung Kota Banjar ini hingga bisa lebih representatif. Penataan fasilitas tersebut, tidak sekadar menata infrastruktur, akan tetapi juga memperhatikan nasib pedagang yang selama ini berjualan di alun- alun.

Terkait dengan fasilitas, Masjid ini telah memiliki dukungan yang cukup baik berupa fasilitas internet, parkir yang luas, ketersediaan taman, gudang, aula, dan koperasi. Selain itu, Masjid ini juga memiliki perpustakaan, ruang multimedia, kamar mandi, dan memiliki genset sendiri untuk antisipasi pemadaman listrik. Dalam hal kegiatan syiar Islam, selain menggerakkan roda ekonomi berbasis koperasi, secara rutin Masjid Agung Baiturrahman juga menggelar pengajian, tabligh akbar, dan kegiatan dakwah Islam lainnya. Masjid ini juga menjadi titik keberangkatan dan keberangkatan Jemaah haji yang berasal dari Kota Banjar.***

Referensi