Showing posts with label Masjid Raya Kota. Show all posts
Showing posts with label Masjid Raya Kota. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

Masjid Raya Kota Bogor


Masjid Raya Kota Bogor, megah dan modern.

Masjid Raya kota Bogor berada di Jl Raya Pajajaran No 10, Kota Bogor, sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang arah ke kiri di pertigaan jika keluar dari jalan tol Jagorawi, letaknya yang berada di pusat keramaian kota Bogor menjadikan masjid ini sangat strategis. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1970 dan baru selesai tahun 1979. Pada awanya masjid ini dibangun dengan atap limasan khas Indonesia namun kemudian dilakukan revitalisasi yang dilakukan tahun 2006 dan baru diresmikan pada tanggal 16 Januari 2013 menghabiskan dana sekitar 22 milyar rupiah.

Masjid Raya Kota Bogor
Jl. Raya Pajajaran No. 10, Kecamatan Bogor Timur
Kota Bogor, Jawa Barat



Revitalisasi telah merubah total bentuk bangunan masjid ini dari semula beratap limas menjadi bangunan masjid berarsitektur modern dengan kubah besar yang diapit dua kubah kecil. Ruangan utama Masjid Raya Bogor yang cukup mewah dan lumayan lega, pintu pintu masjid dari kaca masjid kusen aluminium. Tembok dinding kiri kanan dan atas mihrab dilapis bahan semen fiber-glass, berhias kaligrafi petikan ayat Al-Quran serta ornamen lengkung dan garis. Di atas lubang mihrab terdapat kaligrafi kalimat “Allah” dan “Muhammad”.

Masjid Raya Kota Bogor dilengkapi dengan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam di sisi kanan masjid dan perpustakaan umum di sekitar serambi masjid. Bagian dalam kubah utama Masjid Raya Bogor yang cukup indah dengan lampu kristal gantung berada tepat di tengahnya. Keseluruhan bangunan masjid ini memiliki luas sekitar 4.057 m2 ini ruang utamanya yang cukup luas, ditambah dengan balkon di sisi kiri kanan atas dengan penopang keemasan menambah kapasitas masjid.

Setelah revitalisasi, Masjid ini dilengkapi dengan menara tunggal yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid dihubungkan dengan koridor cukup panjang antara masjid dan bangunan menaranya. Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil. Ornamen bulan bintang diletakkan di ujung menara masjid ini. Di suasana cuaca cerah masjid ini memiliki pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung salak yang menjulang.***

Detil interior mihrab Masjid Raya Kota Bogor, Indah
Kaligrafi di Masjid Raya Kota Bogor.
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Saturday, January 7, 2017

Masjid Raya Al-A'zhom Tangerang

Empat menara lancip dan ramping menjulang mengapit kubah besar di atap masjid merupakan ciri utama masjid masjid dari era kejayaan Emperium Usmaniyah yang berpusat di Istambul, Turki. Rancangan klasik dinasti ke-khalifahan Islam terahir tersebut di aplikasikan dengan apik dalam sentuhan moderan di masjid Raya Al-A'zom Tangerang, Provinsi Banten ini.

Masjid Raya Al-A’zom dalah masjid yang berada di komplek perkantoran Pemerintah Kota Tangerang, provinsi Banten. Kubah bersusun berukuran besar dengan empat menara yang menjulang merupakan fitur utama tampilan Masjid Raya Al-A’zom ini. Kubah masjid ini terlihat benar benar mendominasi keseluruhan bangunan masjid. Empat menara masjid ini masing masing memiliki tingi 55 meter, dengan ujung berebentuk panjang meruncing, sangat khas bangunan masjid era emperium Usmaniyah yang berpusat di Istambul Turki. Gaya bangunan seperti ini memang ciri khas dari bangunan masjid dari era tersebut.

Masjid Raya Al-A’zom dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan ruangan yang luas di dalam masjid dengan memanfaatkan keunggulan bahan bangunan modern dan keunggulan struktur bangunan kubah semi monokok menghasilkan area luas di bawah kubah tanpa tiang penyanggah. Kolom kolom penopang besar ditempatkan disekililing lingkar luar susunan kubah sekaligus sebagai penyanggah kubah yang juga sebagai atap masjid. Sisi dalam kubah juga memberikan ruang luas dibawah nya, menghasilkan efek sejuk alami dari sirkulasi udara yang baik dan penggunaan batu batu alam sebagai material bangunannya. Nuansa tradisional terasa sekali pada bagian interior, dengan sejumlah perangkat dan ornamen yang memunculkan nuansa tradisional itu.





Masjid Al-A’zom dibangun dengan satu kubah utama berdiameter 32,782 meter di bagian tengah ditopang oleh empat bangun semi kubah di empat sisi, masing masing bangun semi kubah ini berdiameter 32,782 meter, sehingga luas keseluruhannya mencapai 3.142 meter persegi, seluas itu pula luasan tanpa tiang yang ada dibawah tumpukan lima kubah ini. Berat keseluruhan lima kubah ini mencapai 300 ton. Seberat itu pula beban yang ditanggung oleh jejeran tiang tiang besar penopang struktur kubah ini yang menjadi unsur dekoratif tersendiri di masjid ini. Tiang tiang ini berketinggian rata rata tujuh meter dari permukaan lantai.

Sisi luar kubah ini di dominasi dengan warna hijau putih sedangkan sisi dalamnya di dominasi dengan warna ke-emasan. Kaligrafi Al-Qur’an menjadi pilihan ornamen di bagian dalam kubah. Kubah sisi barat, dihias kaligrafi Surah an-Nur ayat 35, Al-Baqarah 255 dan 285. Kubah sisi selatan, kaligrafi Surah at-Taubah 105, Ali Imran 112, dan Al-An’am 132-133. kubah sisi timur dihias dengan Kaligrafi Surah Al Bayyinah ayat 5 dan Ar-Ruum 30-33, sedangkan, kubah sisi utara dihias kaligrafi Surah al-Anbiyaa 107, al-Fath 29, dan Luqman 17-18.

Masjdi Raya Al-A’zom Tangerang ini dirancang oleh arsitek Slamet Wirasonjaya. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 7 Juli 1997 dan diresmikan pada 28 Februari 2003 oleh Menteri Agama Said Agil Husin al-Munawar, Berdiri di atas lahan seluas 20.810m2 Masjid Raya Al-A’zom terdiri dari dua lantai. Lantai dasar seluas 4.790 meter persegi, sementara luas lantai dua mencapai 909,92 meter persegi. Masjid Raya ini dilengkapi dengan perpustakaan dan perkantoran bagi lembaga lembaga Islam di kota Tangerang.

Pekarangan masjid ini cukup luas terdiri dari lahan parkir dan taman yang dihijaukan dengan aneka tanaman termasuk pohon kurma yang ditanam disisi jalan utama menuju ke pintu masuk masjid, serta tanaman tanaman lokal lainnya seperti palem, lengkeng, sawo kecil, kecapi, mangga, hingga jambu air. Di masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah keran yang airnya dapat langsung diminum, berada di sisi kanan pintu masuk dan sebuah beduk besar berdiameter 185 cm.

Pada monumen peresmian yang berdiri di halaman depan masjid tertera bahwa peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 7 Juli 1997 oleh Walikota Tangerang saat itu yaitu H Djakaria Machmud dengan Ketua Panitia Pembangunannya HMA Thahiruddin. Pembangunan pun selesai pada 28 Pebruari 2003 dan diresmikan oleh Menteri Agama RI saat itu yaitu Said Agil Husin Al Munawar. Sementara seremonial peresmiannya juga dilakukan pada 23 April 2003 oleh Walikota Tangerang saat itu H Moch Thamrin.***