Saturday, January 7, 2017

Masjid Raya Al-A'zhom Tangerang

Empat menara lancip dan ramping menjulang mengapit kubah besar di atap masjid merupakan ciri utama masjid masjid dari era kejayaan Emperium Usmaniyah yang berpusat di Istambul, Turki. Rancangan klasik dinasti ke-khalifahan Islam terahir tersebut di aplikasikan dengan apik dalam sentuhan moderan di masjid Raya Al-A'zom Tangerang, Provinsi Banten ini.

Masjid Raya Al-A’zom dalah masjid yang berada di komplek perkantoran Pemerintah Kota Tangerang, provinsi Banten. Kubah bersusun berukuran besar dengan empat menara yang menjulang merupakan fitur utama tampilan Masjid Raya Al-A’zom ini. Kubah masjid ini terlihat benar benar mendominasi keseluruhan bangunan masjid. Empat menara masjid ini masing masing memiliki tingi 55 meter, dengan ujung berebentuk panjang meruncing, sangat khas bangunan masjid era emperium Usmaniyah yang berpusat di Istambul Turki. Gaya bangunan seperti ini memang ciri khas dari bangunan masjid dari era tersebut.

Masjid Raya Al-A’zom dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan ruangan yang luas di dalam masjid dengan memanfaatkan keunggulan bahan bangunan modern dan keunggulan struktur bangunan kubah semi monokok menghasilkan area luas di bawah kubah tanpa tiang penyanggah. Kolom kolom penopang besar ditempatkan disekililing lingkar luar susunan kubah sekaligus sebagai penyanggah kubah yang juga sebagai atap masjid. Sisi dalam kubah juga memberikan ruang luas dibawah nya, menghasilkan efek sejuk alami dari sirkulasi udara yang baik dan penggunaan batu batu alam sebagai material bangunannya. Nuansa tradisional terasa sekali pada bagian interior, dengan sejumlah perangkat dan ornamen yang memunculkan nuansa tradisional itu.





Masjid Al-A’zom dibangun dengan satu kubah utama berdiameter 32,782 meter di bagian tengah ditopang oleh empat bangun semi kubah di empat sisi, masing masing bangun semi kubah ini berdiameter 32,782 meter, sehingga luas keseluruhannya mencapai 3.142 meter persegi, seluas itu pula luasan tanpa tiang yang ada dibawah tumpukan lima kubah ini. Berat keseluruhan lima kubah ini mencapai 300 ton. Seberat itu pula beban yang ditanggung oleh jejeran tiang tiang besar penopang struktur kubah ini yang menjadi unsur dekoratif tersendiri di masjid ini. Tiang tiang ini berketinggian rata rata tujuh meter dari permukaan lantai.

Sisi luar kubah ini di dominasi dengan warna hijau putih sedangkan sisi dalamnya di dominasi dengan warna ke-emasan. Kaligrafi Al-Qur’an menjadi pilihan ornamen di bagian dalam kubah. Kubah sisi barat, dihias kaligrafi Surah an-Nur ayat 35, Al-Baqarah 255 dan 285. Kubah sisi selatan, kaligrafi Surah at-Taubah 105, Ali Imran 112, dan Al-An’am 132-133. kubah sisi timur dihias dengan Kaligrafi Surah Al Bayyinah ayat 5 dan Ar-Ruum 30-33, sedangkan, kubah sisi utara dihias kaligrafi Surah al-Anbiyaa 107, al-Fath 29, dan Luqman 17-18.

Masjdi Raya Al-A’zom Tangerang ini dirancang oleh arsitek Slamet Wirasonjaya. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 7 Juli 1997 dan diresmikan pada 28 Februari 2003 oleh Menteri Agama Said Agil Husin al-Munawar, Berdiri di atas lahan seluas 20.810m2 Masjid Raya Al-A’zom terdiri dari dua lantai. Lantai dasar seluas 4.790 meter persegi, sementara luas lantai dua mencapai 909,92 meter persegi. Masjid Raya ini dilengkapi dengan perpustakaan dan perkantoran bagi lembaga lembaga Islam di kota Tangerang.

Pekarangan masjid ini cukup luas terdiri dari lahan parkir dan taman yang dihijaukan dengan aneka tanaman termasuk pohon kurma yang ditanam disisi jalan utama menuju ke pintu masuk masjid, serta tanaman tanaman lokal lainnya seperti palem, lengkeng, sawo kecil, kecapi, mangga, hingga jambu air. Di masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah keran yang airnya dapat langsung diminum, berada di sisi kanan pintu masuk dan sebuah beduk besar berdiameter 185 cm.

Pada monumen peresmian yang berdiri di halaman depan masjid tertera bahwa peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 7 Juli 1997 oleh Walikota Tangerang saat itu yaitu H Djakaria Machmud dengan Ketua Panitia Pembangunannya HMA Thahiruddin. Pembangunan pun selesai pada 28 Pebruari 2003 dan diresmikan oleh Menteri Agama RI saat itu yaitu Said Agil Husin Al Munawar. Sementara seremonial peresmiannya juga dilakukan pada 23 April 2003 oleh Walikota Tangerang saat itu H Moch Thamrin.***