Monday, May 13, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Lima Masjid Inggris yang dulunya Gereja, lima masjid lainnya baca di posting sebelumnya

Maraknya penutupan gereja di Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana untuk mengubahnya menjadi masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yang semakin sepi dengan jemaah masjid yang semakin membludak berakibat pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yang memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tak terpakai menjadi masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tersebut untuk di ubah menjadi gedung gedung pusat bisnis dan lain sebagainya. namun sebelum aturan tersebut dikeluarkan sudah begitu banyak gereja tak terpakai tersebut yang berubah menjadi masjid. Lima Masjid sudah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yang sebelumnya adalah bangunan gereja.

6. Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian
Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami’ Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Essex Jamme Masjid Trust dulunya gereja United Reformed Church Southend
Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid sampai tahun 2006 merupakan sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tersebut tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga £850,215 pund sterling. Di dalam komplek tersebut tidak hanya bangungan gerejanya saja tapi berikut empat bangunan yang ada di dalam komplek tersebut. Dan bangunan gereja yang kala itu sudah berumur sekitar 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid setelah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu dan menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodist

NWK Muslim Assembly dulunya adalah Gereja Methodist
Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London dan bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis sebagai masjid mereka. Masjid NWK ini menjadi masjid pertama di kawasan Bexley’s kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yang refresentatif bagi muslim yang tinggal di dua kawasan tersebut yang sudah dilaksanakan lebih dari 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yang tinggal disana. Masjid baru tersebut selain digunakan sebagai tempat sholat lima waktu juga menyelenggarakan sholat Jum’at berjama’ah serta sebagai community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist
Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik pakaian sampai kemudian di tahun1994 gedung tersebut dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga £65,000 pund sterling dan di ubah menjadi Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist  

Masjid Clitheroe dulunya adalah bangunan Gereja Methodist
Gereja Methodist Clitheroe sudah cukup lama tidak digunakan lagi dan setelah melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat mendapatkan izin penuh untuk menggunakan gedung tersebut sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan harus menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk aktivitas lintas agama di dalam komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya dan digabungkan dengan the English Presbyterian church menjadi the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tersebut menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari berbagai kalangan non muslim termasuk kelompok Methodist dan pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yang ahirnya membuahkan hasil dengan keluarnya izin dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Saturday, May 11, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Limas Gereja di Inggris yang berubah menjadi Masjid

Merujuk kepada berbagai laporan media, disebutkan bahwa sejak tahun 1960 sudah ada sekitar 10 ribu gereja yang ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup di tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat kontras dengan pertumbuhan masjid di negara tersebut.

Saat ini saja sudah ada lebih dari 1700 masjid resmi di Inggris dan begitu banyak dari masjid masjid tersebut awalnya merupakan sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah dengan sekitar 2000 mushola serta ribuan masjid dan mushola tak resmi yang bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa untuk keperluan tersebut. berikut 5 masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariya Bolton
Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Brick Lane Mosque
Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Didsbury Mosque
Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Brent Mosque
Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

Peckam Mosque
New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2

Thursday, May 9, 2013

Sepuluh Fakta Menarik Masjid Agung Sang Cipta Rasa


Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon
Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah masjid agung di kota Cirebon. Masjid tua bersejarah yang dibangun oleh para wali di masa Sunan Gunung Jati memerintah sebagai sultan pertama di Kesultanan Cirebon. Lokasi masjid ini persis di depan komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, bersebelahan dengan Alun Alun Keraton Kasepuhan. Baik Masjid maupun Alun Alun-nya masih merupakan wilayah territorial Keraton Kasepuhan. Ada begitu banyak fakta menarik tentang masjid tua satu ini, berikut saya petikkan 10 diantaranya.

1. Masjid Pakungwati. Pada awalnya masjid Sang Cipta Rasa Cirebon disebut Masjid Pakungwati karena berada di dalam komplek Keraton Pakungwati (kini Keraton Kasepuhan). Pakungwati diambil dari nama Nyi Mas Pakungwati puteri tunggal Pangeran Cakrabuana (Raden Walang Sungsang) bin Raden Pamanah Rasa (Prabu Siliwangi / Sri Baduga Maharaja / Jaya Dewata). Nyi Mas Pakungwati adalah pewaris tunggal tahta Keraton Caruban Larang, oleh ayahandanya dinikahkan dengan sepupunya sendiri yang tak lain adalah Sunan Gunung Jati yang kemudian naik tahta sebagai Sultan Pertama Kesultanan Cirebon. Beberapa Sumber sejarah juga menyebut Nyi Mas Pakungwati sebagai penggagas pembangunan masjid ini yang kemudian diwujudkan oleh suaminya.

bangunan masjid Sang Cipta Rasa ini dikenali dari tembok pagar dan gerbang merahnya yang khas itu.
2. Dibangun oleh Para Wali. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu masjid di pulau Jawa yang dibangun oleh para wali. Di dalam masjid ini di lokasi mihrabnya terdapat tiga buah batu tegel lantai khusus yang dulunya dipasang oleh masing masing Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Tiga buah tegel tersebut masing masing menyimbolkan Iman, Islam dan Ikhsan, simbolisasi yang sama dengan tiga susun atap-nya.

3. Dirancang Arsitek Majapahit. Adalah Raden Sepat yang di utus Raden Fatah Sultan Demak untuk turut membantu pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Raden Sepat adalah seorang mantan Panglima Pasukan Majapahit yang memimpin pasukannya menyerbu Demak pada saat Demak baru berdiri sebagai Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa. Penyerbuan yang berahir dengan kekalahan. Raden Sepat tak pernah kembali ke Majapahit bersama sisa pasukannya beliau mengikrarkan diri masuk Islam dan bergabung dengan kesultanan Demak.

Ada aroma Majapahit di mihrab masjid sang Cipta Rasa.
4. Masjid Sembilan pintu. Bangunan utama (asli) Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki Sembilan Pintu menyimbolkan Sembilan Wali (Wali Songo) yang turut berkontribusi aktif dalam proses pembangunannya. Pintu utama nya berada di sisi timur sejajar dengan mihrab, namun pintu utama ini nyaris tak pernah dibuka kecuali pada saat sholat Jum’at, sholat hari raya dan peringatan hari hari besar Islam. Delapan pintu lainnya ditempatkan di sisi kanan dan kiri.  Delapan pintu tersebut berukuran sangat kecil dibandingkan ukuran normal sebuah pintu, memaksa orang dewasa untuk menunduk saat akan masuk ke dalam masjid, meyimbolkan penghormatan dan merendahkan diri dan hati manakala memasuki masjid.

5. Dua belas sokoguru. Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki sokoguru tidak hanya empat tapi dua belas. Semua tiang tersebut terbuat dari kayu jati dengan diameter sekitar 60cm dan tinggi mencapai 14 meter. Mengingat usianya yang sudah sangat tua, seluruh sokoguru di dalam masjid ini sudah ditopang dengan rangkaian besi baja untuk mengurangi beban dari masing masing pilar tersebut, hanya saja kehadiran besi besi baja tersebut sedikit mengurangi estetika.

Soko guru Masjid Sang Cipta Rasa dengan empat kolom besi baja penopang di masing masing sokoguru.
6. Zamzam nya Cirebon. Di beranda samping kanan (utara) masjid, terdapat sumur zam-zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi orang, terutama pada bulan Ramadhan. Selain diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.

7. Dua Maksurah dan dua Mimbar. Layaknya sebuah masjid kerajaan, di masjid Agung Sang Cipta Rasa ini juga disediakan tempat sholat khusus bagi keluarga kerajaan atau Maksurah berupa area yang dipagar dengan pagar kayu berukir. Ada dua Maksurah di dalam masjid ini. satu maksurah di shaf paling depan sebelah kanan mihrab dan mimbar diperuntukkan bagi Sultan dan Keluarga keraton Kasepuhan. Serta satu Maksurah di shaf paling belakang disamping kiri pintu utama diperuntukkan bagi Sultan dan keluarga keraton Kanoman.

dua Maksurah di masjid Agung Sang Cipta Rasa
Selain dua maksurah, ada dua mimbar di dalam masjid ini yang bentuk dan ukurannya sama persis. Mimbar yang kini dipakai merupakan mimbar pengganti, disebelah kanan mimbar ini terdapat maksurah dan disebelah kanan maksurah mimbar lamanya ditempatkan.

8. Dibangun sebagai pasangan Masjid Agung Demak. Konon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun sebagai pasangan dari Masjid agung Demak. Pada saat pembangunan Masjid Agung Demak, Sunan Gunung Jati meminta izin untuk membangun pasangannya di Cirebon. Bila Masjid Agung Demak dibangun dalam watak arsitektur Maskulin, maka masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dibangun dalam watak Arsitektur Feminim.

Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa
9. Tujuh Muazin Azan Bersamaan. Hanya ada di masjid ini tujuh orang muazin mengumandangkan azan secara bersamaan dan dikenal sebagai azan pitu. Konon, pada zaman dahulunya menjelang sholat subuh masjid ini diganggu oleh Aji Menjangan Wulung yang datang menebarkan petaka, beberapa muazin yang mencoba mengumandangkan azan tewas dihajar oleh-nya. Untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, Sunan memerintahkan tujuh orang muazin mengumandangkan azan secara bersamaan. Hingga kini azan pitu tetap dilaksanakan di masjid ini sebagai azan menjelang sholat Jum’at oleh tujuh muazin sekaligus dalam pakaian serba putih.

10. Tak tersentuh bom. Berdasarkan kisah tutur dari orang orang tua, dimasa penjajahan berulang kali pasukan Belanda dengan sengaja menarget masjid ini dengan bom, namun tak pernah berhasil, bom bom tersebut justru menghantam obyek yang lain. Di bulan Februari 2010 lalu, Masjid ini kembali menjadi target usaha pengeboman oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ust. Rahmad salah satu pengurus masjid menemukan bungkusan bom rakitan tersebut di dalam masjid sehari setelah puncak perayaan maulid Nabi, dan syukur Alhamdulilah bom rakitan tersebut tidak meledak meski ada indikasi bahwa pemicunya sudah dinyalakan.***

Baca Juga


Friday, April 19, 2013

Benteng Terakhir Umat Islam

inilah benteng terahir ummat Islam

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Tabrani Sabirin, mengatakan, DMI akan menjadikan masjid sebagai benteng terakhir bagi umat Islam.  Hal ini dilakukan karena, institusi lain di luar masjid kata dia, telah terbukti gagal untuk memenuhi janji-janjinya.

"Partai politik contohnya, banyak janji-janji yang tidak bisa dipenuhi sehingga masyarakat kecewa. Di tengah kekecewaan masyarakat inilah maka Masjid akan menjadi obat bagi mereka. Ini dibutuhkan peran banyak dari kita," terangnya saat memberikan sambutan pada pengukuhan dan rapat kerja pengurus Pimpinan Wilayah DMI Provinsi DIY periode 2011-2016 di Kanwil Kementrian Agama DIY, Sabtu (3/3) kemarin.

Diakuinya, ke depan peranan masjid akan sangat dibutuhkan. Pasalnya kata dia, di era demokrasi di negara ini problematikan umat akan  semakin banyak.  Karena itu kata dia, dibutuhkan kreativitas yang tinggi dari para pengurus DMI termasuk takmir masjid untuk menjadikan masjid ini sebagai tempat penyelesaian problematikan umat.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah DMI Provinsi DIY, Muhammad mengatakan, kepengurusan DMI DIY ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masjid ke arah yang lebih baik dan semakin di minati oleh masyarakat sebagai tempat penyelesaian problematikan umat.

Diakuinya, masjid saat ini semakin dijauhi oleh masyarakat terutama anak-anak. Hal ini kata dia, akibat kemajuan zaman termasuk kemajuan tehnologi informasi yang menggeser perhatian dan minat anak dari masjid ke media lain. "Ini menjadi pemikiran kita bersama dan akan menjadi program kita ke depan untuk menjadikan masjid lebih berdaya," terangnya.

Azan Gunakan Pengeras Suara, Bukti Perjuangan Muslim Swedia



Jumat (11/4) waktu sempat, Muslim Swedia mendengar azan berkumandang untuk kali pertama. Yang membuat momen ini terasa istimewa kumandang azan ini bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat.

Ketua Islamic Center Botkyrka, Ismail Okur, menyatakam momentum ini sangat dinantikam Muslim Swedia yang begitu rindu dengan kumandang azan.

Menurut Okur, peristiwa ini sangat bersejarah karena perjuangan komunitas Muslim terbayar lunas. Islam dan Muslim diakui pemerintah Swedia.

Secara terpisah, aparat kepolisian Botkyra telah mengizinkan kumandang azan menggunakan pengeras suara. Namun, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kepolisian akan melakukan pengawasan.

Seorang Muslim Belanda Ajak Ratu Beatrix Peluk Islam



Kejadian mengejutkan dialami Ratu Beatrix ketika menghadiri satu acara. Ketika selesai pertunjukan, ada seorang Muslim Belanda mengajak sang ratu untuk memeluk Islam.

Mendengar hal itu, Ratu Beatrix sumringah. Selesai bicara, pria tersebut segera dibawa ke belakang panggung. Tidak ada yang tahu akan nasib pria Muslim tersebut.

Thursday, April 11, 2013

Mesquita da Luz, Masjid di Rio de Janeiro - Brazil

Mesquita da Luz menjadi satu satunya masjid bagi sekitar 500 keluarga muslim di Rio De Janeiro – Brazil. Rata rata muslim di kota ini adalah mualaf.

Kota Rio de Janeiro di Brazil, awalnya merupakan ibukota Brazil sebelum dipindahkan ke Brazilia City. Di kota ini islam terdapat sekitar 500 keluarga muslim yang sebagian besar merupakan mualaf. Menjadi sangat menarik mengingat Rio de Janeiro sendiri terkenal sebagai kota pantai dengan budaya bikini, pesta dan karnaval yang jauh dari nilai nilai Islam.

80% dari komunitas muslim disana justru bukan dari Etnis Arab atau keturunannya tapi berasal dari beragam latar belakang, dibandingkan dengan organisasi Islam di bagian lain negara tersebut. Karenanya komunitas muslim di Rio de Janeiro tidak bertendensi untuk menonjolkan identitas Arabia dalam kehidupan beragama keseharian mereka.

Komunitas muslim di Rio de Janeiro memiliki organisasi dan Masjid mereka Sendiri dan bergabung dibawah organisasi Islamic Mutual-Aid Association (SBMRJ). Mereka tumbuh dengan latar belakang yang berbeda beda dan menemukan Islam dalam proses mereka sendiri. SBMRJ beraliran Suni dibentuk tahun 1951. Masjid yang mereka miliki awalnya berupa sebuah ruangan mushola di pusat kota Rio dan pengelolanya kebanyakan adalah muslim mualaf asli Brazil. Sampai kemudian di tahun 2006 mereka mulai membangun bangunan yang benar benar berupa sebuah masjid di sebuah komplek perumahan.

Layaknya di Indonesia, Masjid di Rio de Janeiro ini sangat ramai saat bulan puasa. Keluarga muslim disana beramai ramai memadati masjid dari sahur hingga buka puasa dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah. Begitupun dengan pelaksanaan sholat Jum’at dan dua sholat hari raya. Masjid Rio de Janeiro yang biasa mereka sebut Mesquita da Luz itu merupakan satu satunya bangunan masjid di kota tersebut.***