Thursday, April 11, 2013

Mesquita da Luz, Masjid di Rio de Janeiro - Brazil

Mesquita da Luz menjadi satu satunya masjid bagi sekitar 500 keluarga muslim di Rio De Janeiro – Brazil. Rata rata muslim di kota ini adalah mualaf.

Kota Rio de Janeiro di Brazil, awalnya merupakan ibukota Brazil sebelum dipindahkan ke Brazilia City. Di kota ini islam terdapat sekitar 500 keluarga muslim yang sebagian besar merupakan mualaf. Menjadi sangat menarik mengingat Rio de Janeiro sendiri terkenal sebagai kota pantai dengan budaya bikini, pesta dan karnaval yang jauh dari nilai nilai Islam.

80% dari komunitas muslim disana justru bukan dari Etnis Arab atau keturunannya tapi berasal dari beragam latar belakang, dibandingkan dengan organisasi Islam di bagian lain negara tersebut. Karenanya komunitas muslim di Rio de Janeiro tidak bertendensi untuk menonjolkan identitas Arabia dalam kehidupan beragama keseharian mereka.

Komunitas muslim di Rio de Janeiro memiliki organisasi dan Masjid mereka Sendiri dan bergabung dibawah organisasi Islamic Mutual-Aid Association (SBMRJ). Mereka tumbuh dengan latar belakang yang berbeda beda dan menemukan Islam dalam proses mereka sendiri. SBMRJ beraliran Suni dibentuk tahun 1951. Masjid yang mereka miliki awalnya berupa sebuah ruangan mushola di pusat kota Rio dan pengelolanya kebanyakan adalah muslim mualaf asli Brazil. Sampai kemudian di tahun 2006 mereka mulai membangun bangunan yang benar benar berupa sebuah masjid di sebuah komplek perumahan.

Layaknya di Indonesia, Masjid di Rio de Janeiro ini sangat ramai saat bulan puasa. Keluarga muslim disana beramai ramai memadati masjid dari sahur hingga buka puasa dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah. Begitupun dengan pelaksanaan sholat Jum’at dan dua sholat hari raya. Masjid Rio de Janeiro yang biasa mereka sebut Mesquita da Luz itu merupakan satu satunya bangunan masjid di kota tersebut.***

Mengenal Masjid Masjid di Barbados

Masjid Jumma atau Jumma Masjid - Bridgetown, yang dibangun tahun 1950 adalah tempat ibadah muslim pertama di Barbados.

Barbados adalah sebuah pulau di Laut Karibia berjarak sekitar 218 kilometer sebelah timur laut pulau Trinidad & Tobago. Pulau ini merupakan rantai paling selatan dari rangkaitan gugus pulau pulau Karibia bagian timur. Secara defacto dan de jure pulau Barbados merupakan sebuah negara merdeka sejak tahun 1966 berbentuk monarki parlementer dengan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara, diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal, sedangkan pemerintahannya dikepalai dan dikelola oleh seorang Perdana Menteri.

Wikipedia tentang Barbados sedikit menyinggung keberadaan pemeluk agama minoritas di Barbados termasuk hindu, Islam, Baha’i dan Yahudi meskipun tak menyebut dengan pasti angka dari jumlah pemeluk agama agama minoritas tersebut. Masih dari situs Wikipedia dibawah judul Islam in Barbados menyebutkan bahwa populasi muslim di negara tersebut mencapai 4000 ribu jiwa. Angka yang memang tak terlihat bila dibandingkan dengan jumlah total penduduk negara Barbados.

Tempat ibadah muslim pertama di Barbados adalah sebuah bangunan masjid di Kensington New Road, Masjid Jumma atau Jumma Masjid - Bridgetown, yang dibangun tahun 1950. Menyusul kemudian Masjid kedua, Madina Masjid di Sobers Lane tahun 1957. Saat ini ada sekitar 4000 muslim tinggal di pulau Barbados, sebagian besar dari mereka tinggal di Bridgetown menempati properti milik mereka sendiri. Masjid Jumma telah mengalami perluasan di penghujung tahun 1980-an hingga mampu mengakomodir lebih dari 600 jemaah sekaligus. Peribatan dilakukan di masjid Jumma dan Masjid di Sober Lane Lima kali sehari termasuk penyelenggaraan sholat Jum’at berjamaah.

Dikemudian hari menyusul pembangunan dua masjid lainnya yakni Makki Masjid di 6th Avenue Belleville, St. Michael, dan Masjid Ibnu Umar di Harts Gap, Hastings, Christ Church ditambah dengan Musholla Wanstead di Cave Hill, St. James. Makki Masjid di 6th Avenue Belleville dibangun pada era 1990-an oleh beberapa keluarga muslim yang memutuskan untuk pindah dari Bridgetown ke Belleville dan sekitarnya. Pembangunan masjid masjid dan musholla tersebut untuk memenuhi kebutuhan muslim setempat akan tempat ibadah yang semakin meningkat.

Taken from rindumasjid

Primeira Mesquita do Brasil, Masjid Pertama di Brazil

Primeira Mesquita do Brasil atau bila di Indonesia-kan menjadi Masjid Utama Brazil, merupakan masjid pertama yang dibangun di negara Brazil di kota Sao Paolo tempat komunitas muslim terbesar negara tersebut bermukim.

Komunitas muslim Brazil terkonsentrasi di beberapa kota besar seperti kota Sao Paolo yang merupakan kota terbesar di Brazil, di kota ini pula masjid pertama di Brazil dibangun dengan nama Brazil Primeira Mesquita do Brasil di Av. do Estado, yang dibangun di atas lahan yang dibeli secara patungan tokoh-tokoh muslim Brasil ditahun 1929.

Peletakan batu pertamanya dilakukan pada tahun 1948 dan baru berakhir pembangunannya tahun 1960. Lamanya pembangunan masjid tak lepas dari sulitnya upaya penggalangan dana yang dilakukan umat Islam di negeri tersebut. Begitu pembangunan masjid rampung, umat Islam sudah tersebar ke seantero Brasil yang kini sudah mencapai 127 masjid.

Dalam kota Sao Paulo sendiri ada sekitar sepuluh masjid, selain Sao Paolo, Ummat Islam di Brazil juga tersebar di berbagai kota, kota ke dua dengan komunitas muslim terbesar ke dua di Brazil setelah Sao Paolo ada di Foz du Iguacu, kota yang terkenal dengan keindahan air terjunnya.

Mesquita Brasil
Sociedade Beneficente Muçulmana no Brasil
Av. do Estado, 5382 - Cambuci – CEP: 01516-000
São Paulo - SP
Tel: 3208-3726 - Fax: 3209-2728

Saturday, March 23, 2013

Bulan Sabit di Vatican City

Bulan sabit di atas Vatikan.

Sebuah pemangangan sangat menarik pada hari Sabtu Malam 16 Maret 2013 lalu. Ketika bulan sabit menampakkan diri nya dibalik kubah besar Basilica Santo Petrus di Vatikan dan seorang fotografer dengan baik merekamnya dalam selembar foto. Bulan sabit biasanya dipasang dipuncak kubah dan menara masjid tapi kali ini bulan sabit sebenarnya berada di atas Basilica Santo Petrus. Alam semesta memang menyimpan sejuta misteri dan keajaiban termasuk tanda tandanya yang terkadang luar biasa, semua itu hanyalah salah satu cara dari Sang Pencipta-nya berbicara kepada para ciptaannya, bagi mereka yang mau berfikir.

Di malam itu Paus Francis menyampaikan pesan pertamanya setelah dilantik sebagai Paus menggantikan Paus Benedictus yang mengundurkan diri karena masalah kesehatan. Dalam pesannya Pemimpin besar umat Katholik sedunia ini mengatakan bahwa beliau memutuskan untuk menggunakan nama Santo Francis dari Asisi karena segala upaya nya yang dicurahkan bagi kaum perdamaian dan kaum miskin. Dan dia sendiri (Paus Francis) akan memberikan perhatian kepada gereja gereja yang miskin dan gereja gereja bagi kaum miskin”.

Terlepas dari segala macam isu yang beredar tentang penggantian Pemimpin tertinggi ummat Katholik dunia tersebut termasuk di dalamnya isu tentang masalah kesehatan, korupsi, homoseksual hingga isu tentang masuk Islam-nya Paus Benedictus, ada pelajaran yang patut diambil dari beliau bahwa “bila memang sudah tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, apapun alasannya lebih baik mundur dan serahkan segala amanah kepada yang lebih mampu untuk mengembannya”.

Saturday, March 16, 2013

Masjid Zhenjiao Saksi Maju Mundurnya Kota Shanghai

Masjid Zhenjiao di Shanghai

Jalan Zhongsan, dikenal sebagai jalan tersibuk di distrik Songjiang. Kawasan itu merupakan pusat niaga utama di Shanghai, Cina.

Di jalan itu pula, terselip satu masjid tua yang dibangun pada abad ke-14. Masjid ini merupakan saksi hancur leburnya Shanghai semasa zaman perang, hingga kebangkitan Shanghai di era modern.

Tidak ada yang berubah dari masjid Zhenjiao. Masjid ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah. Ketika waktu shalat tiba, Muslim Shanghai meninggalkan sejenak aktivitas lalu berangkat bersama menuju masjid. 

Selesai shalat, masjid tetap ramai. Ada sebagian Muslim yang melanjutkan kegiatannya di dalam masjid seperti membaca Alquran dan mengikuti diskusi atau kajian yang diadakan pihak masjid.

Menurut catatan sejarah, Masjid ini dibangun pada masa Dinasti Yuan (1206-1368) oleh gubernur Zhinzheng (1341-1368), lalu direnovasi pada pasa Dinasti Ming (1368-1644) dan diperluas pada masa Dinasti Qing (1644-1912). Sampai sekarang masjid tetap dijaga keutuhannya oleh Muslim Shanghai dan pemerintah kota, seperti dikutip dari Shanghaidaily.com.

Dari tampilannya, masjid ini memadukan gaya arsitektur khas Cina dan Arab. Itu terlihat dari gerbang depan, atap bangunan berupa pagoda dan menara masjid. Masuk ke dalam, jamaah akan disambut pintu bertuliskan bahasa Arab dan dinding batu besar bertuliskan "Qing Zhen Si" (Masjid dalam bahasa Cina). 

Lebih ke dalam, terdapat makam gubernur yang sempat memerintah daerah ini. Dari sisi interiornya dominan tikar bambu dan karpet wol. 

Sampai hari ini, masjid masih fungsikan. Bahkan menjadi pusat perayaan hari besar Islam. Masjid ini juga berfungsi sebagai museum karena banyak dikunjungi peziarah baik dari kalangan Muslim dan non-Muslim.



Perluasan Masjid Nabawi Akan Selesai Dua Tahun

Tiga masjid bersejarah ditimur Masjid Nabawi. Berurutan dari foto paling depan : Masjid GhamamahMasjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan Masjid Ali.

Rencana perluasan masjid Nabawi di Madinah oleh pemerintah Saudi Arabia diperkiarakan akan segera selasai dalam dua tahun menatang. Megaproyek dengan anggaran hingga mencapai 37.5 milyar dolar tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang termasuk didalamnya fasilitas kesehatan pendidikan serta bangunan dan jalan.

Bila sudah selesai nanti masjid Nabawi akan mampu menampung 1.6 juta jemaah sekaligus. Menjadikan masjid Nabawi yang memang masjid suci kedua bagi ummat Islam tapi juga menjadi masjid terbesar kapasitasnya kedua di dunia setelah masjidil Haram di kota suci Mekah.

Proyek pembangunan masjid ini mendapatkan perhatian langsung dari Pangeran Salman Bin Abul Azis yang meninjau langsung proyek pembangunan yang sudah mendapatkan izin dari Raja Saudi, King Abdullah.

Seperti di ulas dalam beberapa artikel sebelumnya proyek perluasan masjid Nabawi ini di khawatirkan oleh banyak pihak akan menggusur beberapa masjid bersejarah di sekitar masjid Nabawi termasuk di dalamnya Masjid GhamamahMasjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan Masjid Ali.


Thursday, March 14, 2013

Muslim Australia Gembira Rencana Pembangunan Masjid Diterima

Masjid Auburn Gallipoli, salah satu masjid terbesar di Australia.

Setelah terjadi penolakan, Muslim Australia merayakan persetujuan pembangunan dari sebuah masjid baru di kota Melbourne, Australia, kota yang paling padat penduduknya di negara benua tersebut.

"Itulah yang kami rencanakan," Sherene Hassan, juru bicara panitia pembanguna, sebagaman dikutip oleh koran The Age dan dilansir onislam.net, Rabu 13 Maret.

Rencana untuk membangun masjid baru di Melbourne telah disetujui oleh komite perencanaan di distrik Casey pada hari Selasa. Dengan hasil suara 9:1, dewan mendukung laporan pejabat pemerintahan yang merekomendasikan izin, meski mendapat penentangan dari masyarakat di sekitar tempat yang rencananya dibangun masjid tersebut. Masjid yang direncanakan di Green Street kawasan Doveton telah mengundang penentangan yang kuat dari warga.

Warga telah mengirim lebih dari 1900 tanda tangan dan 30 surat kepada dewan sebagai protes terhadap Proyek Masjid bernilai $ 2.500.000 dalam upaya untuk memblokir izin untuk pembangunan.

Para penentang, termasuk Daniel Nalliah dari partai anti-Islam, Rise Up Australia Party, mengatakan bahwa masjid akan menimbulkan polusi suara dan kemacetan lalu lintas, menuduh para imam akan menyebarkan kebencian dalam kotbah mereka.

Dukungan

Meskipun terdapat penentangan terhadap masjid dari sejumlah warga, persetujuan dari komite perencanaan menunjukkan dukungan mayoritas warga untuk berdirinya tempat muslim tersebut. Wayne Smith, salah seorang anggota dewan mengatakan ia yakin banyak orang yang mendukung keberadaan masjid.

"Tapi mereka menentang lebih vokal," katanya.

"Saya menerima semua pandangan yang saya dengar, tapi kami harus terikat oleh hukum perencanaan dan saya percaya bahwa masyarakat mendukung izin dalam hal ini. Masalah ini mungkin akan dibawa ke Pengadilan Sipil dan Administratif Victoria (VCAT) untuk resolusi.