Showing posts with label masjid di halamahera barat. Show all posts
Showing posts with label masjid di halamahera barat. Show all posts

Saturday, February 10, 2018

Masjid Gammalamo Jailolo

Masjid Gammalamo Jailolo.

Masjid Gammalamo adalah masjid tua di Desa Gamalamo, kecamatan Jailolo, kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Masjid tua ini merupakan peninggalan dari masa kejayaan kesultanan Jailolo. Dibangun tahun 1902 dengan luas bangunan 150 meter persegi, berdiri di atas lahan wakaf seluas 300 meter persegi.

Pembangunan masjid ini atas prakarsa Suku Moro (suku tertua di Jailolo) rakyat Jailolo bersepakat dan berswadaya mendirikan masjid. Empat suku di Jailolo yaitu suku Moro, Wayuli, Porniti, tiap-tiap suku memberikan kontribusi berupa pemasangan tiang kaba (soko guru) pada ruang ibadah masjid. Empat Tiang Kaba tersebut sebagai simbolisasi persatuan dan kesatuan rakyat Jailolo yang saling bersaudara dan tetap menjaga hubungan baik antarsesama walau beda suku dan agama.

Masjid Gammalamo Jailolo
Gamlamo, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara


Kesultanan Jailolo memang tidak sepopuler Kesultanan Ternate, Ternate dan Kesultanan Bacan, namun Masjid Tua Jailolo atau yang familiar dengan Masjid Gamalamo masih terpelihara dengan baik. Menariknya, pada halaman masjid terdapat sebuah meriam tua peninggalan belanda dengan panjang 2,9 meter.

Masjid Gammalamo sempat menjadi markas para pejuang pada perang Jailolo atau Rogu Lamo Jailalo melwan penjajah Belanda di tahun 1914. di masjid ini para pejuang bertemu, bermusyawarah dan menyusun strategi. Masjid ini juga sebagai benteng muslim Jailolo dan Pemimpin Banau untuk menangkal dan menghalangi misi kristenisasi yang dijalankan oleh pemerintah Belanda. Seluruh rakyat Jailolo beserta para imam Masjid Gammalamo berdoa bersama dan menyusun strategi mengusir Kompeni Belanda dari Jailolo.

Masjid Gammalamo ini juga merupakan masjid tertua di Halmahera. Bangunan masjid ini telah mengalami tiga kali renovasi, namun secara filosofis arsitektur bangunannya tetap dipertahankan keasliannya. Lokasi Masjid Gammalamo berada di pesisir pantai Teluk Jailolo merefleksikan eksistensi komunitas muslim di Jailolo Halmahera.

Masjid Gammalamo.

Awalnya masjid ini sebuah surau atau langgar tanpa nama yang digunakan untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu. Namun pada tahun 1920 setelah dipindahkan ke lokasi baru masjid ini bernama Masjid Al-Kabir yang berarti masjid besar yang menjalankan adat berlandaskan pada Islam adat matoto agama.

Pada tahun 1960 masjid ini direnovasi dengan tidak mengubah desain arsitektur asli bangunan. Letnan Miring sebagai penanggungjawab perbaikan masjid bersama panitia pembangunan masjid Raqib Abdus Samad memperbagus dan memperindah arsitektur bangunan masjid. Setelah selesai perenovasian bangunan masjid, penamaan masjid ini pun diubah lagi dengan nama Masjid Al-Amin.

Pada tahun 1993 sejak kemunculan anak cucu keturunan Sultan Jailolo Abdullah Abdul Rahman Haryanto Syah di Tagalaya Jailolo yang dinobatkan sebagai pewaris tahta Kesultanan Jailolo, maka Masjid Gammalamo menjadi masjid yang diklaim oleh keluarga Sultan menjadi masjid Kesultanan. Masjid Al-Amin berubah namanya menjadi Masjid Gammalamo yang pengelolaannya berdasarkan manajemen dan strukturisasi Kesultanan Jailolo.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi

Buletin Al-Turas, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syahid Jakarta, Indonesia, Vol. XXII No.2, Juli 2016.

Baca Juga

Sunday, February 4, 2018

Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo


Sigi Lamo atau Masjid Raya Jailolo

Jailolo tercatat dengan indah di dalam sejarah nasional Indonesia sebagai sebuah kerajaan yang pernah Berjaya di gugus kepulauan Maluku sezaman dengan tetangga tetangganya Ternate dan Tidore. Berada di teluk Jailolo, nama kerajaan ini kini bangkit kembali ke permukaan seiring dengan gerak laju pembangunan yang semakin menderu seiring dengan dibentuknya kabupaten Halmahera Barat yang beribukota di Jailolo.

Masjid Sigi Lamo Jailolo atau Masjid Raya Jailolo adalah masjid raya di kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara. Masjid ini berada di desa Gufasa, Kecamatan Jailolo yang merupakan ibukota kabupaten Halmahera Barat.

Masjid Sigi Lamo Jailolo dibangun tahun 2014 diatas lahan wakaf seluas 2500 meter persegi dan luas bangunan 1152 meter persegi dengan daya tampung Jemaah mencapai 1800 orang sekaligus. Masjid ini kini menjadi landmark Jailolo, berdiri megah menghadap ke teluk Jailolo.

Pembangunan masjid ini memang masih terbilang baru mengingat bahwa kabupaten Halmahera Barat sendiri memang masih berusia sangat belia, setelah dimekarkan dari kabupaten induknya. Sesuai dengan namanya, kabupaten Halmahera merupakan salah satu kabupaten yang berada di pulau Halmahera, pulau terbesar di provinsi Maluku Utara.

Masjid Raya Jailolo
Unnamed Rd,, Jl. Baru, Jailolo
Kabupaten Halmahera Barat
Maluku Utara


Masjid Sigi Lamo Jailolo dibangun di bibir pantai berlatar belakang bukit yang menjulang. Padanan warna merah putih yang mendomonasi masjid ini membuatnya terlihat menyolok dan menyajikan pemandangan yang menarik dari arah lautan. Arsitektur bangunannya bergaya bangunan masjid modern dengan satu kubah besar di atapnya.

Pembangunnya sengaja menempatkan masjid ini dilokasi yang lebih tinggi dari jalan raya dan tanah disekitarnya, sederet tangga beton harus dilalui untuk menuju masjid ini dan jejeran anak tangga ini menambah kesan megah kepada masjid kebanggaan warga Jailolo ini.

Good View of Sigi Lamo 

Perhelatan tahunan Festival Teluk Jailolo yang berpusat di sekitar masjid Sigi Lamo Jailolo ini tak pelak menjadikan masjid ini salah satu latar objek pemotretan berbagai media, pemilihan lokasi pembangunan yang cukup tepat bagi masjid megah ini. Untuk menuju ke Jailolo, penerbangan dari Jakarta akan mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate dilanjutkan dengan perjalanan laut dari pelabuhan Masjid Raya Ternate menuju ke Jailolo.

Sebagai masjid raya kabupaten, Sigi Lamo Jailolo ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman tingkat kabupaten di Halmahera Barat termasuk menjadi tempat pelepasan dan penyambutan Jemaah Haji asal kabupaten Halmahera Barat yang turut dihadiri para pejabat tinggi kabupaten.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi

http://tunawisma.com/2016/05/membangun-jailolo/

Baca Juga

Masjid Agung Al-Buruj Pulau Buru, Maluku
Masjid Agung Iqro Halmahera Timur