Showing posts with label masjid di maluku utara. Show all posts
Showing posts with label masjid di maluku utara. Show all posts

Sunday, May 25, 2025

Masjid Tua Pulau Makian Halmahera Selatan

Masjid Tua di Pulau Makian kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara dipotret antara tahun 1920-1931.
 
Selembar foto tua koleksi Tropenmuseum negeri Belanda ini berjudul “Moskee op Poelau Makian” atau Masjid di Pulau Makian (Makean) dipotret antara tahun 1920-1931. Pulau Makian merupakan salah satu pulau di gugus kepulauan Maluku.
 
Secara administratif dimasa kini Pulau Makian merupakan bagian dari wilayah kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara. Dimasa lalu, Pulau Makian merupakan pusat dari kerajaan Bacan tepatnya di Dauri Tahane, sebelum kemudian dipindahkan ke Pulau Bacan.
 
Mesjid Taqwa
Desa Dalam, Kecamatan Pulau Makian
Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara
 
 
Di Desa Dauri Tahane terdapat sebuah masjid tua yang kini dikenal sebagai Masjid Al-Mujahidin Dauri Tahane yang pada 23 Juni 2024 dikukuhkan oleh Sultan Bacan ke-22 Muhammad Irsyad Maulana Sjah sebagai Masjid Sultan Pertama Muhammad Al-Baqir.
 
Namun demikian, berdasarkan informasi dari perbincangan di Maluku Utara Tempo Doeloe di platform milik Meta, disebutkan bahwa masjid tua yang ada di foto ini, dimasa kini dikenal sebagai Masjid Besar Taqwa di desa Dalam, kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
 
Sejauh ini kami belum memiliki informasi lebih lanjut tentang masjid ini. Jangan sungkan untuk berbagi informasi dan data bila anda memiliki informasi terkait dengan masjid ini.***
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Agung Baiturrahman Pulau Morotai
Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana, Kepulauan Sula
Masjid Gammalamo Jailolo
Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo
 

Sunday, July 23, 2023

Masjid Agung Baiturrahman Pulau Murotai, Maluku Utara

Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Pulau Murotai, Maluku Utara.
 
Masjid Agung Baiturrahman adalah masjid agung di kabupaten Pulau Murotai provinsi Maluku Utara. Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, di bagian paling Utara. Luas wilayah Pulau Morotai adalah 2.337,15 km². Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 2009.
 
Pulau Morotai dikelilingi laut-laut besar. Di sebelah utara, Morotai berbatasan dengan Samudera Pasifik, di sebelah barat dan timur dengan Laut Halmahera, dan di selatan berbatasan dengan Selat Morotai.
 
Masjid Agung " Baiturrahman" Morotai
Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan
Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara
 
 
Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman Pulau Murotai
 
Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman dimulai tahun 2020, di kawasan wisata religi di dalam CBD Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Pembangunan sempat mendapatkan tantangan berat.
 
Pasalanya pembangun masjid ini bersamaan dengan pembangunan Gedung Oikoumene atau Morotai Christian Center sebagai tempat berbagai aktifitas kegiatan keagamaan warga nasrani. Posisi Islamic Center dan Christian Center itu mengapit Puskesmas Daruba.
 
Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Pulau Murotai, Maluku Utara.

Peresmian Masjid Agung Baiturrahman Pulau Murotai
 
Masjid agung Baiturrahman Pulau Murotai diresmikan oleh Bupati Pulau Murotai Benny Laos pada hari selasa 29 Maret 2022, didampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Ketua MUI Maluku Utara dan para imam se-Provinsi Maluku Utara. Peresmian tersebut menandai soft opening Kawasan wisata religi tersebut.
 
Sebelum peresmian masjid Agung Baiturahman, Kakanwil Kemenag Prov Maluku Utara lebih dulu melantik para imam dan pengurus masjid agung dan selanjutnya Bupati Morotai menandatangani prasasti masjid agung sebagai tanda peresmian. Penetapan para imam dan Pengurus Badan Takmir Masjid Agung Baiturrahman berdasarkan SK Bupati Pulau Morotai Nomor 450/I/KPPS/2022. Haji Abdul Karim ditetapkan sebagai Ketua Badan Takmir Masjid Agung Baiturrahman.
 
Interior Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Pulau Murotai, Maluku Utara.

Sejak diresmikan masjid Agung Baiturrahman ini telah menjadi landmark bagi salah satu pulau terluar Indonesia di bagian utara yang langsung menghadap ke Samudera pasifik tersebut. Peresmian masjid agung tersebut sekaligus menjadi refleksi pembangunan di bidang ideologi masyarakat Morotai. Sebab, aktivitas di Masjid Agung Baiturrahman Morotai itu menjadi cerminan optimalisasi rumah ibadah serta tempat berbagai aktivitas keagamaan.
 
Arsitektur Masjid Agung Baiturrahman Pulau Murotai
 
Bangunan utama Masjid Agung Baiturrahman dibangunan dengan denah persegi delapan, bagian atapnya dilengkapi dengan satu kubah utama dibagian tengah dan diapit oleh empat kubah berukuran lebih kecil di empat penjuru atap dengan corak yang senada.
 
Interior Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Pulau Murotai, Maluku Utara.

Empat Menara tinggi menjulang dibangun terpisah dari bangunan utama di empat penjuru bangunan masjid. Baik bangunan utama masjid maupun empat menaranya dibalut dengan warna putih bersih. Denah masjid dan bentuk empat menaranya ini mengingatkan pada bentuk Taj Mahal di Agra, India.
 
Fasilitas Masjid Agung Baiturrahman Pulau Murotai
 
Di sebelahnya, berbarengan dengan pembangunan masjid itu juga dibangun miniatur Ka'bah dengan ukuran panjang dan lebar yang sama dengan Ka'bah asli di Masjidil Haram, tetapi bangunannya lebih rendah. Replika Baitullah selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan manasik bagi masyarakat Morotai dan Maluku Utara yang akan menunaikan ibadah haji maupun umrah.
 
Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Pulau Murotai, Maluku Utara.

Kompleks Masjid Agung Baiturrahman juga dilengkapi dengan Gedung Islamic Center yang diberi nama “Khairunnas” dengan aula yang cukup luas berdaya tamping 1500 orang hingga dapat digunakan oleh warga untuk hajatan masyarakat, semisal pernikahan, perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an, atau kegiatan lain yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.
 
Dibangunanya komplek masjid agung dan Islamic center ini juga terselip rencana dan harapan menjadikan Pulau Murotai sebagai embarkasi haji bagi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Benny Laos dalam sambutannya saat peresmian masjid ini.***
 
Rujukan
 
https://www.tandaseru.com/2022/03/30/masjid-agung-diresmikan-morotai-satu-langkah-maju-menuju-daerah-embarkasi-haji/
https://sabili.id/masjid-agung-baiturrahman-refleksi-kehidupan-beragama-di-pulau-morotai/
https://indotimur.com/nusantara/bupati-benny-resmi-masjid-agung-baiturrahman-pulau-morotai

 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Agung Ibnu Abdullah Masohi - Maluku Tengah,
Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana, Kepulauan Sula
Masjid Gammalamo Jailolo
Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo
Masjid Agung Nurul Haq, Kepulauan Aru, Maluku
Masjid Agung Al-Buruj, Pulau Buru, Maluku
Masjid Agung Iqro, Halmahera Timur
 

Saturday, May 4, 2019

Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Meski dibangun cukup jauh dari pantai, masjid Raya Sanana memberikan pemandangan indah tersendiri bagi landscape Sanana tempatnya berdiri dari arah lautan.

Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana atau lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Sanana adalah masjid raya kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, masjid ini dibangun di Sanana Ibukota Kabupaten Kepulauan Sula, itu sebabnya masjid ini disebut dengan Masjid Raya Sanana.

Sebelumnya kabupaten Kepulauan Sula merupakan bagian dari kabupaten Halmahera Barat bersama sama dengan Kabupaten Halmahera utara dan Halmahera selatan. Kepulauan Sula dibentuk sebagai Kabupaten baru melalui Undang undang RI Nomor 1 tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003.

Masjid Raya Sanana
Fatce, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula
Provinsi Maluku Utara


Sanana dipilih sebagai ibukota kabupaten, Sanana sendiri terpisah cukup jauh dari kota Ternate sebagai ibukota provinsi dengan jarak sekitar 284 km dan dapat ditempuh dengan perjalanan laut dan udara.

Pembangunan Masjid Raya Sanana

Masjid Raya Sanana dibangun sejak tahun 2006 dimasa kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) dengan dana dari APBD Kepulauan Sula secara multi years, dan selesai di tahun 2016 pada masa Bupati Hendarta Thes (Ko Heng)[i], [ii]

Masjid Raya Sanana ini sebenarnya sudah diresmikan pada tahun 2015[iii] namun pada saat diresmikan pembangunan masjid ini belum rampung 100% masih dalam proses pengerjaan pembangunan menara dan lainnya yang merupakan tahap pembangunan ke 12.

Masjid Raya Sanana tampak begitu indah.

Pembangunan masjid ini sempat terhenti akibat beberapa masalah yang mencuat ke permukaan, termasuk terjadinya kesalahan pembangunan menara[iv] hingga berhembusnya kabar tak sedap terkait kasus korupsi dalam pembangunan-nya yang juga menyeret nama pejabat Bupati Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus.[v].

Pengadilan Tipikor Maluku Utara di tahun 2014 telah menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga orang dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Raya Sanana, dua diantaranya adalah pejabat kabupaten kepulauan Sula, mereka adalah  Mamud Sarifudin (Kepala dinas pekerjaan umum) kepulauan Sula, Sarifudin Buamonabot (Pejabat Pembuat Komitmen) kabupaten Kepulauan Sula dan Mange Munawar Tiarso (kontraktor) [vi].

Mudah sekali menemukan nuansa arabia yang kental di masjid ini.

Sedangkan dalam waktu terpisah, ditahun 2017 pengadilan Tipikor Maluku Utara menjatuhkan vonis bebas kepada Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus, karena tidak terbukti secara sah atas tuduhan melakukan tindakan korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Raya Sanana[vii].

Arsitektur Masjid Raya Sanana

Masjid Raya Sanana dibangun cukup megah dan modern lengkap dengan kubah besar di atap bangunan utama masjid dan empat menara dibangun di ke empat sudut bangunan masjid. Pembangunan empat menara ini dilakukan tahun 2015.

Elok ditengah kota Sanana.

Bangunan utama masjid berdenah bujursangkar simetris. Masing masing empat siisi dihias dengan ornamen empat menara berjejer dalam ukuran kecil dengan kubah kubah mungilnya bewarna ke emasan. Baik sisi beranda maupun sisi mihrabnya dibangun menjorok keluar.

Sentuhan Arabia terutama gaya Masjid Nabawi sangat terasa pada kubah utamanya yang juga dicat warna hijau senada dengan warna keseluruhan atapnya. Bentuk kubah utama masjid ini dibangun mirip dengan kubah hijau Masjid Nabi di Madinah, begitupun dengan bentuk empat menaranya yang mirip dengan menara dua masjid suci di Saudi Arabia.

Interior masjid cukup sederhana tak terlalu ramai dengan sentuhan seni interior, namun demikian ukuran masjid ini memang cukup besar sehingga ruang utama masjid ini pun cukup lega meskipun ada empat sokoguru di tengah masjid ini.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Saturday, February 10, 2018

Masjid Gammalamo Jailolo

Masjid Gammalamo Jailolo.

Masjid Gammalamo adalah masjid tua di Desa Gamalamo, kecamatan Jailolo, kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Masjid tua ini merupakan peninggalan dari masa kejayaan kesultanan Jailolo. Dibangun tahun 1902 dengan luas bangunan 150 meter persegi, berdiri di atas lahan wakaf seluas 300 meter persegi.

Pembangunan masjid ini atas prakarsa Suku Moro (suku tertua di Jailolo) rakyat Jailolo bersepakat dan berswadaya mendirikan masjid. Empat suku di Jailolo yaitu suku Moro, Wayuli, Porniti, tiap-tiap suku memberikan kontribusi berupa pemasangan tiang kaba (soko guru) pada ruang ibadah masjid. Empat Tiang Kaba tersebut sebagai simbolisasi persatuan dan kesatuan rakyat Jailolo yang saling bersaudara dan tetap menjaga hubungan baik antarsesama walau beda suku dan agama.

Masjid Gammalamo Jailolo
Gamlamo, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara


Kesultanan Jailolo memang tidak sepopuler Kesultanan Ternate, Ternate dan Kesultanan Bacan, namun Masjid Tua Jailolo atau yang familiar dengan Masjid Gamalamo masih terpelihara dengan baik. Menariknya, pada halaman masjid terdapat sebuah meriam tua peninggalan belanda dengan panjang 2,9 meter.

Masjid Gammalamo sempat menjadi markas para pejuang pada perang Jailolo atau Rogu Lamo Jailalo melwan penjajah Belanda di tahun 1914. di masjid ini para pejuang bertemu, bermusyawarah dan menyusun strategi. Masjid ini juga sebagai benteng muslim Jailolo dan Pemimpin Banau untuk menangkal dan menghalangi misi kristenisasi yang dijalankan oleh pemerintah Belanda. Seluruh rakyat Jailolo beserta para imam Masjid Gammalamo berdoa bersama dan menyusun strategi mengusir Kompeni Belanda dari Jailolo.

Masjid Gammalamo ini juga merupakan masjid tertua di Halmahera. Bangunan masjid ini telah mengalami tiga kali renovasi, namun secara filosofis arsitektur bangunannya tetap dipertahankan keasliannya. Lokasi Masjid Gammalamo berada di pesisir pantai Teluk Jailolo merefleksikan eksistensi komunitas muslim di Jailolo Halmahera.

Masjid Gammalamo.

Awalnya masjid ini sebuah surau atau langgar tanpa nama yang digunakan untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu. Namun pada tahun 1920 setelah dipindahkan ke lokasi baru masjid ini bernama Masjid Al-Kabir yang berarti masjid besar yang menjalankan adat berlandaskan pada Islam adat matoto agama.

Pada tahun 1960 masjid ini direnovasi dengan tidak mengubah desain arsitektur asli bangunan. Letnan Miring sebagai penanggungjawab perbaikan masjid bersama panitia pembangunan masjid Raqib Abdus Samad memperbagus dan memperindah arsitektur bangunan masjid. Setelah selesai perenovasian bangunan masjid, penamaan masjid ini pun diubah lagi dengan nama Masjid Al-Amin.

Pada tahun 1993 sejak kemunculan anak cucu keturunan Sultan Jailolo Abdullah Abdul Rahman Haryanto Syah di Tagalaya Jailolo yang dinobatkan sebagai pewaris tahta Kesultanan Jailolo, maka Masjid Gammalamo menjadi masjid yang diklaim oleh keluarga Sultan menjadi masjid Kesultanan. Masjid Al-Amin berubah namanya menjadi Masjid Gammalamo yang pengelolaannya berdasarkan manajemen dan strukturisasi Kesultanan Jailolo.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi

Buletin Al-Turas, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syahid Jakarta, Indonesia, Vol. XXII No.2, Juli 2016.

Baca Juga

Sunday, February 4, 2018

Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo


Sigi Lamo atau Masjid Raya Jailolo

Jailolo tercatat dengan indah di dalam sejarah nasional Indonesia sebagai sebuah kerajaan yang pernah Berjaya di gugus kepulauan Maluku sezaman dengan tetangga tetangganya Ternate dan Tidore. Berada di teluk Jailolo, nama kerajaan ini kini bangkit kembali ke permukaan seiring dengan gerak laju pembangunan yang semakin menderu seiring dengan dibentuknya kabupaten Halmahera Barat yang beribukota di Jailolo.

Masjid Sigi Lamo Jailolo atau Masjid Raya Jailolo adalah masjid raya di kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara. Masjid ini berada di desa Gufasa, Kecamatan Jailolo yang merupakan ibukota kabupaten Halmahera Barat.

Masjid Sigi Lamo Jailolo dibangun tahun 2014 diatas lahan wakaf seluas 2500 meter persegi dan luas bangunan 1152 meter persegi dengan daya tampung Jemaah mencapai 1800 orang sekaligus. Masjid ini kini menjadi landmark Jailolo, berdiri megah menghadap ke teluk Jailolo.

Pembangunan masjid ini memang masih terbilang baru mengingat bahwa kabupaten Halmahera Barat sendiri memang masih berusia sangat belia, setelah dimekarkan dari kabupaten induknya. Sesuai dengan namanya, kabupaten Halmahera merupakan salah satu kabupaten yang berada di pulau Halmahera, pulau terbesar di provinsi Maluku Utara.

Masjid Raya Jailolo
Unnamed Rd,, Jl. Baru, Jailolo
Kabupaten Halmahera Barat
Maluku Utara


Masjid Sigi Lamo Jailolo dibangun di bibir pantai berlatar belakang bukit yang menjulang. Padanan warna merah putih yang mendomonasi masjid ini membuatnya terlihat menyolok dan menyajikan pemandangan yang menarik dari arah lautan. Arsitektur bangunannya bergaya bangunan masjid modern dengan satu kubah besar di atapnya.

Pembangunnya sengaja menempatkan masjid ini dilokasi yang lebih tinggi dari jalan raya dan tanah disekitarnya, sederet tangga beton harus dilalui untuk menuju masjid ini dan jejeran anak tangga ini menambah kesan megah kepada masjid kebanggaan warga Jailolo ini.

Good View of Sigi Lamo 

Perhelatan tahunan Festival Teluk Jailolo yang berpusat di sekitar masjid Sigi Lamo Jailolo ini tak pelak menjadikan masjid ini salah satu latar objek pemotretan berbagai media, pemilihan lokasi pembangunan yang cukup tepat bagi masjid megah ini. Untuk menuju ke Jailolo, penerbangan dari Jakarta akan mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate dilanjutkan dengan perjalanan laut dari pelabuhan Masjid Raya Ternate menuju ke Jailolo.

Sebagai masjid raya kabupaten, Sigi Lamo Jailolo ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman tingkat kabupaten di Halmahera Barat termasuk menjadi tempat pelepasan dan penyambutan Jemaah Haji asal kabupaten Halmahera Barat yang turut dihadiri para pejabat tinggi kabupaten.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi

http://tunawisma.com/2016/05/membangun-jailolo/

Baca Juga

Masjid Agung Al-Buruj Pulau Buru, Maluku
Masjid Agung Iqro Halmahera Timur

Sunday, November 27, 2016

Masjid Agung Iqro Halmahera Timur

Matahari senja seolah bersembunyi di balik Masjid Agung Iqro Kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Halmahera Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara, terbentuk pada Tanggal 23 Februari tahun 2003, sebelumnya Halmahera Timur merupakan bagian dari wilayah Kota Tidore Kepulauan. Ibu Kota Kabupaten Halmahera Timur adalah Kota Maba, namun lebih sering disebut Maba.

Di kota Maba sudah berdiri Masjid Agung Kabupaten yang diberi nama Masjid Agung Iqro. Masjid Agung Iqro diresmikan pada tanggal 6 Maret 2015 oleh oleh Bupati Halmahera Timur, H Rudy Erawan SE MSi bersama dengan Wakil Bupati Ir Muh Din, Ketua DPRD Jhon Ngoraici dan para Muspida Kabupaten Haltim, ditandai dengan pemukulan beduk dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pembangunan masjid.


Masjid Agung Iqro berdaya tampung 3000 jemaah, dibangun diatas tanah wakaf dari masyarakat Soa Gimalah dan Maba Sangaji. proses pembangunannya memakan waktu selama tiga tahun, jauh lebih cepat dari rencana semula yang direncanakan selama lima hingga tujuh tahun.

Masjid Agung Iqro ini nantinya juga akan dilengkapi dengan Komplek Islamic Center yang akan dibangun disebelah kiri Masjid. Selain sebagai tempat ibadah lima waktu, masjid ini juga dijadikan sebagai pusat aktivitas ke-Islaman tingkat kabupaten Halmahera Timur termasuk pelaksanaan manasik haji, pelepasan dan penyambutan Jemaah haji, hingga pengajian ibu ibu. 

Pinky Mosque. Ekterior maupun interior masjid Agung Iqro di kabupaten Halmahera Timur ini, di dominasi oleh warna merah muda.

Berdiri di tengah lahan yang cukup luas membuat bangunan masjid Agung ini terlihat begitu menonjol dengan warnanya yang tak biasa. baik exterior hingga interiornya Masjid Agung Iqro di dominasi oleh warna merah muda, merah hati. Bangunan utamanya berdenah segi empat, berlantai dua. di tambah dengan beranda yang cukup besar di depan masjid dan dua banguinan sayap di bagian kiri dan kanan.

Satu kubah utama ditempatkan di bagian tengah atap di apit dengan empat kubah yang lebih kecil di empat penjuru atap masjid. Baik kubah utama maupun kubah nya yang lebih kecil memiliki padanan corak dan warna yang sama. Masjid Agung Iqro ini tidak dilengkapi dengan Menara.***