Friday, May 17, 2013

Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 2)

Masjid tertua di bumi jilid-2

Bila dalam posting sebelumnya sudah dibahas lima masjid pertama di bumi dan semuanya berada di Jazirah Arab yakni 1. Baitullah di kota Mekah, 2. Masjidil Aqso di Al-Quds, Palestina, 3. Masjid Quba, 4. Masjid Nabawi dan 5. Masjid Qiblatain. Maka di postingan lanjutan ini dibahas lima masjid berikutnya yang dua diantaranya tidak berada di Jazirah Arab.

Fakta yang cukup mengejutkan bahwa dalam jejeran sepuluh masjid tertua di bumi terdapat dua masjid yang dibangun di luar Jazirah Arab pada masa Rosulullah S.A.W masih hidup. Dua masjid tersebut dibangun di India. Masing masing adalah Masjid Jami di Kota Kilakarai dan masjid Jami Cheraman di Kadungaloor. Sejarah yang sedikit orang menyadarinya, namun dari uji karbon terhadap material bangunan masjid Jami’ Cheraman membuktikan bahwa usia masjid tersebut memang lebih dari seribu tahun.
                               
6. Masjid Jami Kilakarai, India (628 Masehi)

Masjid Jami Kilakarai, masjid pertama dan tertua di India sekaligus masjid pertama diluar Jazirah Arabia
Masjid Jami Kilakarai di India pertama kali dibangun oleh para pedagang muslim Yaman dan pedagang arab yang menetap disana sejak sebelum Islam dan kemudian memeluk Islam. Pembangunan masjid tersebut dibangun saat Kilakarai dibawah kekuasaan kerajaa Pandiya atas perintah dari Baadhan atau Bazan Ibnu Sasan, Seorang Gubernur Yaman setelah mereka memeluk Islam (625-628M) pada masa Rosulullah S.A.W.

Masjid tersebut kemudian dibangun ulang di abad ke 11 paska perang sahid. Berdasarkan kepada sejarah pembangunannya, masjid ini menjadi masjid tertua di India sekaligus menjadi masjid pertama yang dibangun diluar jazirah Arab. Pada masa nya begitu banyak tokoh tokoh terkemuka muslim yang pernah mengunjungi masjid ini termasuk Bazan Ibnu Sasan sendiri.

Selain beliau mereka yang pernah berkunjung ke Masjid ini adalah Tamim Ibn zayd al ansari, Ibnu Batutah, Nagoor Abdul Cadir , ervadi Ibrahim Sahib, Sultan Murad dari Dinasti Usmaniyah (Turki) serta tokoh tokoh besar sejarah Islam lainnya. Ibnu Batutah dalam salah satu catatan perjalanannya mencatat “ini adalah tempat dimana kebanyakan pemukim Arab tinggal dan benar benar mengagumkan melihat mereka hidup layaknya di tanah Arab”.

7. Masjid Jawatha, Al-Kilabiyah, Saudi Arabia, (629 Masehi)

Masjid Al-Jawatha, disini Batu Hajar Aswad pernah disembumyikan selama 22 tahun setelah dicuri dari Ka'bah
Masjid Jawatha atau secara salah sering juga disebut sebagai Masjid Al-Jawana, berada di kampong Al-Kilabiyah sekitar 12 kilometer sebelah barat laut kota Hofuf, Al-Ahsa, Saudi Arabia. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah timur Jazirah Arabia dan sebagian besar bangunan aslinya kini sudah berupa reruntuhan dan puing, namun bagian bangunan yang masih utuh tetap digunakan oleh masyarakat setempat.

Masjid ini dibangun sekitar tahun ke 7 Hijriah (629Masehi) oleh suku Bani Abdul Qais yang memang sudah mendiami kawasan tersebut sejak era sebelum Islam. Masjid ini juga dipercaya sebagai masjid kedua dalam sejarah Islam yang dipakai untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah setelah masjid Nabawi di Madinah.

Selain itu fakta yang lebih mengejutkan lagi bahwa masjid ini pernah digunakan oleh Qarmatian untuk menyimpan batu hajar Aswad yang dicurinya dari Ka’bah selama hampir 22 tahun. Sebagian besar struktur utama bangunan masjid ini sudah hilang termakan usia sedangkan sisanya terancam musnah bila tidak segera ditangani dengan baik. Sisa reruntuhan yang ada saat ini dipercaya oleh para ahli merupakan sisa dari bangunan abad ke 9 masehi.

8. Masjid Jami’ Cheraman, Kodungallur, India (629 H)

Masjid Jami Cheraman tertua kedua di India. Terkait dengan Saksi Mata terbelahnya bulan 
Masjid Jami’ Cheraman di Kangungallur, India, dipercaya merupakan masjid tertua kedua di India juga merupakan masjid kedua yang dibangun diluar jazirah arab setelah masjid Jami Kilakarai. Sejarah masjid jami’ ini berkaitan dengan riwayat salah satu mukjizat nabi Muhammad S.A.W yang membelah bulan. Adalah seorang raja yang berkuasa di kerajaan Chera, Kodungallur, India bernama Raja Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas atau Rama Varma Kulashekhara yang suatu malam sedang menikmati indahnya bulan purnama tiba tiba dikagetkan dengan peristiwa terbelah nya bulan tersebut menjadi dua lalu bersatu kembali.

Beliau kemudian mencari tahu tentang hal tersebut sampai kemudian mendengar berita dari para pelaut muslim Arab yang ramai berdagang di disana bahwa hal tersebut merupakan Mukjizat dari Nabi Muhammad S.A.W. Raja Cheraman kemudian berangkat ke tanah Arab untuk menemui Nabi dan mengikrarkan dua kalimah syahadat langsung dihadapan Rosullallah disaksikan oleh beberapa sahabat termasuk Abu Bakar Sidik. Rama Varma Kulashekhara kemudian berganti nama menjadi Tajudin.

Dalam perjalanannya kembali ke India beliau di temani oleh Sahabat Malik Bin Dinar, namun Raja Cheraman ini wafat di Salalah di wilayah kesultanan Oman. Menjelang wafatnya beliau memberikan mandat kepada sahabat sahabat-nya untuk meneruskan perjalanan ke kerajaan nya di India dan mensyiarkan Islam disana. Almarhum Rama Varma Kulashekhara kemudian dimakamkan di Salalah, Oman, Makam beliau ramai diziarahi hingga kini dan dikenal sebagai “makamnya Raja India”.

Malik Bin Dinar dan Malik bin Habib bersama para sahabat lainnya yang kemudian membangun Masjid Jami Cheraman di Kodungalloor, tahun pembangunan masjid ini diperkirakan sekitar tahun 629M. dan menjadi masjid kedua yang digunakan untuk ibadah sholat Jum’at setelah Masjid Nabi di Madinah Al-Munawaroh.

9. Masjid Agung Kufa, Iraq (638 Masehi)

Masjid Agung Kufa di Iraq. Merujuk kepada tradisi Shiah, di Masjid ini Khalifah Ali Bin Abi Thalib Terbunuh saat menjadi imam sholat.
Masjid Agung Kufa atau The Great Mosque of Kufa, atau Masjid al-Kūfa, atau Masjid-al-Azam, atau Masjid AlKufa Al-Muazam. Adalah masjid yang berlokasi di Kufa, Iraq, merupakan salah satu masjid yang pertama dibangun dalam sejarah Islam. Di Masjid ini Khalifah ke empat Ali Bin Abi Thalib di tikam hingga tewas. Di masjid ini juga dimakamkan Ibnu Aqil yang merupakan keponakan dari Husen Bin Ali, sahabat Hani Ibnu Urwa dan Mukhtar Al-Thalaqafi.

Kufa berada sekitar 156 Km dari sebelah selatan kota Bagdad. Kota ini merupakan ibukota pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Masjid Agung Kufa merupakan bangunan pertama yang didirikan beliau di kota ini berikut kantor pemerintahan dan rumah dinas, namun faktanya beliau justru menolak tinggal di rumah dinas yang menurut beliau dibangun terlalu mewah dan lebih memilih tinggal di rumah sederhana tak jauh dari Masjid ini.

Masjid Agung Kufa telah mengalami beberapa kali restorasi oleh para penguasa disana sejak pertama dibangun. Dan kini masjid ini dapat dikenali dengan kubahnya yang berlapis emas dan menjadi salah satu masjid penting bagi muslim Shiah di seluruh dunia. Di masjid ini dapat ditemui beberapa mushola yang disebut sebut sebagai tempat sholatnya beberapa Nabi termasuk Nabi Nuh dan lainnya.

10. Masjid Agung Amru Bin Ash, Kairo, Mesir (640 Masehi)

Masjid Amru Bin Ash, Kairo - Mesir, tertua dan pertama di Afrika
Masjid Amru Bin Ash ini seringkali disebut oleh sejarawan arab abad pertengahan sebagai 'Taj Al-Jawami' atau 'Mahkotanya Masjid'. Meskipun bangunan masjid yang kini berdiri bukanlah bangunan asli yang dulu pertama kali dibangun oleh Amru Bin Ash tahun 641-642M namun perjalanan sejarahnya menjadikan masjid ini tak ternilai. Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa pembangunan masjid ini juga melibatkan Al-Muqawqis yang merupakan keponakan dari Wali Mesir di masa kekuasaan Romawi dan kemudian masuk Islam. Beliau turut serta dalam proses perancangan masjid ini.

Mesjid ini berada di wilayah Fusthath dibagian kota tua Kairo. Di lokasi ini dulunya pada masa penyerbuan pasukan Amru bin Ash, beliau mendirikan tenda komando, Paska penaklukan Mesir, Amru bin Ash mendapat arahan dari Khalifah Umar untuk mendirikan pusat pemerintahan baru tak jauh dari kota Alexandria. Kota yang beliau dirikan tersebut diberi nama Misri Al- Fustat atau kota tenda, termasuk didalamnya pembangunan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Amru bin Ash yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kini di salah satu sudut masjid ini terdapat makam Abdullah, putra Amru bin Ash.

Kembali ke Bagian 1

Baca Juga


Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 1)

sepuluh masjid tertua di bumi jilid 1

Masjid sebagai tempat Ibadah ummat Islam, sejak masa awal Islam tidak saja berfungsi sebagai tempat menunaikan sholat tapi lebih dari itu juga merupakan pusat pengembangan umat. Saking pentingnya masjid, ketika Hijrah dari Mekah ke Madinah, bangunan pertama yang dibangun oleh rosulullah bukanlah tempat kediaman bagi dirinya tapi bangunan masjid.

Ada begitu banyak artikel di dunia maya yang membahas tentang sepuluh masjid tertua di dunia, namun dalam artikel berikut ini kami menyusun sepuluh masjid tertua tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Maka wajar bila ditemukan ketidaksamaan data dengan artikel artikel serupa yang sudah beredar sebelumnya di dunia maya. Tulisan ini saya bagi dalam dua bagian masing masing membahas lima masjid.

1. Baitullah di kota Makah

Masjidil Haram di kota Mekah, didalamnya terdapat bangunan Ka'bah
Masjidil Haram di Kota Mekah, Saudi Arabia merupakan masjid pertama kali ada di muka bumi. Hal ini di dasarkan kepada penjelasan Rosulallah S.A.W yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Masjid apakah yang pertama kali ada di muka bumi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjidil Haram.” Kemudian apa lagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Beliau ditanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Di dalam Masjidil Haram terdapat bangunan Ka’bah yang menjadi kiblat ummat Islam diseluruh dunia, inilah sesungguhnya yang menjadi bangunan masjid pertama di muka bumi yang dimaksud dalam sabda Rosulullah S.A.W tersebut diatas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 96 :,

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Kini, selain sebagai masjid tertua di muka bumi, Masjidil Haram juga menjadi masjid terbesar di muka bumi. Perluasan nya pun terus dilanjutkan oleh penguasa wilayah tersebut yang kini masuk ke dalam wilayah Kerajaan Saudi Arabia. Pembangunan pertama dilakukan tahun 638 setelah itu menyusul serentetan pembangunan, renovasi dan pengembangan hingga saat ini. Pembangunan besar besaran terhadap Masjidil Haram dilakukan pertamakali pada masa kekuasaan Dinasti Usmaniyah tahun 1571.
  
2. Masjidil Aqso di kota Al-Quds (Jerusalem) Palestina

Masjidil Aqso di Palestina, Kiblat pertama ummat Islam
Hal ini didasarkan kepada hadist yang sama seperti yang disebutkan di atas. Selain terkait dengan hadist tersebut. Masjidil aqso juga merupakan titik keberangkatan Rosulullah S.A.W dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian atau disekitar tahun 620-621 masehi. Peristiwa tersebut dijjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra (17) ayat 1 yang terjemahannya sebagai berikut :

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid Al-Haraam (di Makkah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
(Al-Israa' 17:1).

Sejak saat itu Masjidil Aqso dijadikan kiblat ummat Islam sampai bulan ke 17 setelah nabi hijrah ke Madinah seiring turunnya perintah untuk berkiblat ke Ka’bah di kota mekah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqoroh Ayat 2 yang turun saat rosulullah dan para sahabat tengah menjalankan sholat di Masjid Qiblatain.

Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. ( QS. Al-Baqarah (2) : 144 )

Ketka penaklukan Palestina oleh Khalifah Umar bin Khatab terhadap kekuasaan Romawi, bangunan masjidil Aqso hanya tersisa reruntuhannya saja. Khalifah Umar yang kemudian membangun kembali masjid tersebut berupa mushola kecil yang dikemudian hari dibangun kembali, diperluas dan diperindah oleh para Khalifah setelah beliau sampai ke bentuknya seperti hari ini

3. Masjid Quba (622 Masehi)

Masjid Quba, Masjid Pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W
Masjid Quba dibangun pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Saat itu Nabi dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan hijrah, Nabi yang tiba di perkampungan Quba tinggal selama empat hari bersama Bani Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al Hadm.

Di hari pertama di perkampungan Quba, Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pemimpinyang paling dicintai umat Islam. Nabi, seperti diriwayatkan As Syimus binti An Nu'man, memikul batu-bata sendiri sehingga bongkok tubuhnya.

Tubuh Nabi saat itu sampai penuh debu dan pasir. Tapi Nabi tidak mau para sahabat mengambil beban yang dibawanya. Ia meminta para sahabat agar membawa bahan-bahan bangunan yang lain. Setelah membangun masjid, Nabi mengimami
salat secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba.

Semasa hidupnya, Nabi selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat selalu menziarahi masjid ini dan melakukan salat di dalamnya. Masjid Quba merupakan bangunan masjid pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W.

4. Masjid Nabawi (622 Masehi)

Masjid Nabawi di Madinah, Disini Rosulullah dimakamkan.
pada awalnya Masjid Nabawi yang kini menjadi masjid terbesar dan termegah kedua di dunia setelah Masjidil Haram, hanya sebuah masjid sederhana yang dibangun dengan material tanah liat, bertiang pohon kurma dan beratap pelepah pohon kurma. Itu pun lantaran di lahan hadiah beberapa penduduk anshar itu terdapat banyak pohon kurma yang sudah tua. Pondasi masjid hanya berupa cetakan tanah liat yang ditumpuk-tumpuk. Nabi sendirilah yang memimpin pembangunan masjid itu sekitar tahun 622 masehi.

Masjid Nabawi memiliki arti yang teramat penting bagi ummat Islam. Makam dan bekas teratak rumah Rosullullah kini berada di dalam masjid ini. Masjid Nabawi juga merupakan Masjid Suci kedua Ummat Islam setelah Masjidil Haram. Perluasan Masjid Nabawi pertama kali dilaksanakan oleh Khalifah Umar ibn al-Khaththab dengan penambahan sebidang tanah di bagian utara. Selanjutnya, dilanjutkan semasa Utsman Ibn al-’Affan menjadi khalifah. Pembangunan tahap kedua ini berlangsung selama satu tahun (649-650 masehi).

Kemudian, pada masa Dinasti Umayyah berkuasa, Khalifah al-Walid memerintahkan para arsitek dan insinyur Arab melakukan perluasan dan restorasi. Di masa beliau juga untuk pertama kali masjid ini dilengkapi dengan menara. Pembangunan dan perluasan terus dilanjutkan oleh para penguasa disana hingga ke pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang hingga kini masih terus memperluas masjid ini ke arah timur dan barat daya.

5. Masjid Qiblatain (623 Masehi)

Masjid Qiblatain, Masjid dua kiblat
Dulunya masjid ini bernama Masjid Bani Salamah terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti Al Bara yang masjidditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab bulan ke 17 setelah hijrah, Rasulullah shalat dhuhur di Masjid ini mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat dhuhur masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat yang direkam dalam Surah Albaqoroh Ayat 144. Beliau langsung berbalik arah kea rah Masjidil Haram dan di ikuti oleh seluruh jemaah.

Hingga kini masjid Qiblatain memiliki dua Mihrab. Satu mihrab menghadap ke Masjidil Aqso di Palestina dan Satu Mihrab lagi mengarah ke Ka’bah di Kota Mekah. Masjid tersebut pertama kali diperbaiki dan diperluas oleh Khalifah Umar Bin Khattab kemudian dilanjutkan oleh Kekhalifahan Usmaniah di Turki pada masa Sulan Suleiman hingga ke masa kerajaan Saudi Arabia saat ini.

Bersambung ke Bagian 2

Baca Juga


Monday, May 13, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Lima Masjid Inggris yang dulunya Gereja, lima masjid lainnya baca di posting sebelumnya

Maraknya penutupan gereja di Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana untuk mengubahnya menjadi masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yang semakin sepi dengan jemaah masjid yang semakin membludak berakibat pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yang memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tak terpakai menjadi masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tersebut untuk di ubah menjadi gedung gedung pusat bisnis dan lain sebagainya. namun sebelum aturan tersebut dikeluarkan sudah begitu banyak gereja tak terpakai tersebut yang berubah menjadi masjid. Lima Masjid sudah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yang sebelumnya adalah bangunan gereja.

6. Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian
Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami’ Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Essex Jamme Masjid Trust dulunya gereja United Reformed Church Southend
Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid sampai tahun 2006 merupakan sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tersebut tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga £850,215 pund sterling. Di dalam komplek tersebut tidak hanya bangungan gerejanya saja tapi berikut empat bangunan yang ada di dalam komplek tersebut. Dan bangunan gereja yang kala itu sudah berumur sekitar 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid setelah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu dan menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodist

NWK Muslim Assembly dulunya adalah Gereja Methodist
Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London dan bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis sebagai masjid mereka. Masjid NWK ini menjadi masjid pertama di kawasan Bexley’s kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yang refresentatif bagi muslim yang tinggal di dua kawasan tersebut yang sudah dilaksanakan lebih dari 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yang tinggal disana. Masjid baru tersebut selain digunakan sebagai tempat sholat lima waktu juga menyelenggarakan sholat Jum’at berjama’ah serta sebagai community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist
Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik pakaian sampai kemudian di tahun1994 gedung tersebut dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga £65,000 pund sterling dan di ubah menjadi Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist  

Masjid Clitheroe dulunya adalah bangunan Gereja Methodist
Gereja Methodist Clitheroe sudah cukup lama tidak digunakan lagi dan setelah melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat mendapatkan izin penuh untuk menggunakan gedung tersebut sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan harus menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk aktivitas lintas agama di dalam komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya dan digabungkan dengan the English Presbyterian church menjadi the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tersebut menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari berbagai kalangan non muslim termasuk kelompok Methodist dan pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yang ahirnya membuahkan hasil dengan keluarnya izin dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Saturday, May 11, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Limas Gereja di Inggris yang berubah menjadi Masjid

Merujuk kepada berbagai laporan media, disebutkan bahwa sejak tahun 1960 sudah ada sekitar 10 ribu gereja yang ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup di tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat kontras dengan pertumbuhan masjid di negara tersebut.

Saat ini saja sudah ada lebih dari 1700 masjid resmi di Inggris dan begitu banyak dari masjid masjid tersebut awalnya merupakan sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah dengan sekitar 2000 mushola serta ribuan masjid dan mushola tak resmi yang bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa untuk keperluan tersebut. berikut 5 masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariya Bolton
Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Brick Lane Mosque
Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Didsbury Mosque
Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Brent Mosque
Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

Peckam Mosque
New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2

Thursday, May 9, 2013

Sepuluh Fakta Menarik Masjid Agung Sang Cipta Rasa


Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon
Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah masjid agung di kota Cirebon. Masjid tua bersejarah yang dibangun oleh para wali di masa Sunan Gunung Jati memerintah sebagai sultan pertama di Kesultanan Cirebon. Lokasi masjid ini persis di depan komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, bersebelahan dengan Alun Alun Keraton Kasepuhan. Baik Masjid maupun Alun Alun-nya masih merupakan wilayah territorial Keraton Kasepuhan. Ada begitu banyak fakta menarik tentang masjid tua satu ini, berikut saya petikkan 10 diantaranya.

1. Masjid Pakungwati. Pada awalnya masjid Sang Cipta Rasa Cirebon disebut Masjid Pakungwati karena berada di dalam komplek Keraton Pakungwati (kini Keraton Kasepuhan). Pakungwati diambil dari nama Nyi Mas Pakungwati puteri tunggal Pangeran Cakrabuana (Raden Walang Sungsang) bin Raden Pamanah Rasa (Prabu Siliwangi / Sri Baduga Maharaja / Jaya Dewata). Nyi Mas Pakungwati adalah pewaris tunggal tahta Keraton Caruban Larang, oleh ayahandanya dinikahkan dengan sepupunya sendiri yang tak lain adalah Sunan Gunung Jati yang kemudian naik tahta sebagai Sultan Pertama Kesultanan Cirebon. Beberapa Sumber sejarah juga menyebut Nyi Mas Pakungwati sebagai penggagas pembangunan masjid ini yang kemudian diwujudkan oleh suaminya.

bangunan masjid Sang Cipta Rasa ini dikenali dari tembok pagar dan gerbang merahnya yang khas itu.
2. Dibangun oleh Para Wali. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu masjid di pulau Jawa yang dibangun oleh para wali. Di dalam masjid ini di lokasi mihrabnya terdapat tiga buah batu tegel lantai khusus yang dulunya dipasang oleh masing masing Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Tiga buah tegel tersebut masing masing menyimbolkan Iman, Islam dan Ikhsan, simbolisasi yang sama dengan tiga susun atap-nya.

3. Dirancang Arsitek Majapahit. Adalah Raden Sepat yang di utus Raden Fatah Sultan Demak untuk turut membantu pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Raden Sepat adalah seorang mantan Panglima Pasukan Majapahit yang memimpin pasukannya menyerbu Demak pada saat Demak baru berdiri sebagai Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa. Penyerbuan yang berahir dengan kekalahan. Raden Sepat tak pernah kembali ke Majapahit bersama sisa pasukannya beliau mengikrarkan diri masuk Islam dan bergabung dengan kesultanan Demak.

Ada aroma Majapahit di mihrab masjid sang Cipta Rasa.
4. Masjid Sembilan pintu. Bangunan utama (asli) Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki Sembilan Pintu menyimbolkan Sembilan Wali (Wali Songo) yang turut berkontribusi aktif dalam proses pembangunannya. Pintu utama nya berada di sisi timur sejajar dengan mihrab, namun pintu utama ini nyaris tak pernah dibuka kecuali pada saat sholat Jum’at, sholat hari raya dan peringatan hari hari besar Islam. Delapan pintu lainnya ditempatkan di sisi kanan dan kiri.  Delapan pintu tersebut berukuran sangat kecil dibandingkan ukuran normal sebuah pintu, memaksa orang dewasa untuk menunduk saat akan masuk ke dalam masjid, meyimbolkan penghormatan dan merendahkan diri dan hati manakala memasuki masjid.

5. Dua belas sokoguru. Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki sokoguru tidak hanya empat tapi dua belas. Semua tiang tersebut terbuat dari kayu jati dengan diameter sekitar 60cm dan tinggi mencapai 14 meter. Mengingat usianya yang sudah sangat tua, seluruh sokoguru di dalam masjid ini sudah ditopang dengan rangkaian besi baja untuk mengurangi beban dari masing masing pilar tersebut, hanya saja kehadiran besi besi baja tersebut sedikit mengurangi estetika.

Soko guru Masjid Sang Cipta Rasa dengan empat kolom besi baja penopang di masing masing sokoguru.
6. Zamzam nya Cirebon. Di beranda samping kanan (utara) masjid, terdapat sumur zam-zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi orang, terutama pada bulan Ramadhan. Selain diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.

7. Dua Maksurah dan dua Mimbar. Layaknya sebuah masjid kerajaan, di masjid Agung Sang Cipta Rasa ini juga disediakan tempat sholat khusus bagi keluarga kerajaan atau Maksurah berupa area yang dipagar dengan pagar kayu berukir. Ada dua Maksurah di dalam masjid ini. satu maksurah di shaf paling depan sebelah kanan mihrab dan mimbar diperuntukkan bagi Sultan dan Keluarga keraton Kasepuhan. Serta satu Maksurah di shaf paling belakang disamping kiri pintu utama diperuntukkan bagi Sultan dan keluarga keraton Kanoman.

dua Maksurah di masjid Agung Sang Cipta Rasa
Selain dua maksurah, ada dua mimbar di dalam masjid ini yang bentuk dan ukurannya sama persis. Mimbar yang kini dipakai merupakan mimbar pengganti, disebelah kanan mimbar ini terdapat maksurah dan disebelah kanan maksurah mimbar lamanya ditempatkan.

8. Dibangun sebagai pasangan Masjid Agung Demak. Konon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun sebagai pasangan dari Masjid agung Demak. Pada saat pembangunan Masjid Agung Demak, Sunan Gunung Jati meminta izin untuk membangun pasangannya di Cirebon. Bila Masjid Agung Demak dibangun dalam watak arsitektur Maskulin, maka masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dibangun dalam watak Arsitektur Feminim.

Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa
9. Tujuh Muazin Azan Bersamaan. Hanya ada di masjid ini tujuh orang muazin mengumandangkan azan secara bersamaan dan dikenal sebagai azan pitu. Konon, pada zaman dahulunya menjelang sholat subuh masjid ini diganggu oleh Aji Menjangan Wulung yang datang menebarkan petaka, beberapa muazin yang mencoba mengumandangkan azan tewas dihajar oleh-nya. Untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, Sunan memerintahkan tujuh orang muazin mengumandangkan azan secara bersamaan. Hingga kini azan pitu tetap dilaksanakan di masjid ini sebagai azan menjelang sholat Jum’at oleh tujuh muazin sekaligus dalam pakaian serba putih.

10. Tak tersentuh bom. Berdasarkan kisah tutur dari orang orang tua, dimasa penjajahan berulang kali pasukan Belanda dengan sengaja menarget masjid ini dengan bom, namun tak pernah berhasil, bom bom tersebut justru menghantam obyek yang lain. Di bulan Februari 2010 lalu, Masjid ini kembali menjadi target usaha pengeboman oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ust. Rahmad salah satu pengurus masjid menemukan bungkusan bom rakitan tersebut di dalam masjid sehari setelah puncak perayaan maulid Nabi, dan syukur Alhamdulilah bom rakitan tersebut tidak meledak meski ada indikasi bahwa pemicunya sudah dinyalakan.***

Baca Juga