Thursday, August 16, 2012

Masjid Besar Lembang, Tempat Mengungsi Korban Gerombolan DI/TII

Masjid Besar Lembang

EMPAT menara berdiri tegak di setiap sudut bangunan masjid. Satu menara lagi berdiri di sudut kanan halaman masjid. Kelima menara dengan bentuk serupa ini menambah kesan anggun dan cantiknya Masjid Besar Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Didominasi cat warna hijau muda, masjid yang terletak di depan Alun-alun Lembang atau tepatnya di Kampung Kaum, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, ini selama puluhan tahun menjadi tempat peribadatan warga sekitar.

Tidak diketahui pasti kapan masjid ini berdiri. Tidak ada literatur dan saksi mata yang bisa menjelaskan sejarah pendirian masjid tersebut. Namun satu hal yang pasti, masjid ini pernah menjadi tempat pengungsian warga korban dari gerombolan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia).

"Saya masih ingat, dulu masjid ini pernah jadi tempat pengungsian korban gerombolan (DI/TII)," kata Asep Suherman (70), pria yang lahir dan besar di Kampung Kaum, tak jauh dari Masjid Besar Lembang, Rabu (8/8).

Menurut Asep, saat itu para pengungsi dari kawasan Jayagiri yang rumahnya dibakar memilih berlindung di masjid ini. Meski kondisi masjidnya saat itu masih sederhana, ukurannya kecil dan bangunannya perpaduan dari tembok dan kayu, para pengungsi tetap betah karena merasa aman berada di dalam masjid tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, Masjid Besar Lembang pun beberapa kali direnovasi. Tercatat pada 1979 dimulai renovasi besar-besaran atas prakarsa Camat Lembang (saat itu) Nonon Sonthani. Belakangan Nonon menjadi Wali Kota Bekasi.

Selain merenovasi bangunan, luas lahannya pun ditambah. Kini luas lahan Masjid Besar Lembang mencapai 4.000 meter persegi. Adapun luas bangunannya mencapai 2.000 meter persegi. Saat ini bangunan masih satu lantai. Rencananya dipersiapkan untuk dua lantai.

"Renovasi ini sampai sekarang belum selesai. Jadi kami terus membangun dan mempercantik masjid ini," kata Eutik M Zaelani, Ketua Bidang Imaroh (Kemakmuran) DKM Masjid Besar Lembang.

Selain pembangunan secara fisik, kata Eutik, di masjid ini juga digelar sejumlah aktivitas keagamaan. Mulai dari salat berjemaah hingga pendidikan keagamaan untuk anak-anak.

"Kami memiliki pendidikan setingkat taman kanak-kanak. Ada TK Alquran, ada TK Taman Pendidikan Alquran, ada Madrasah Diniyah. Kami juga menggelar pengajian anak-anak setiap magrib. Juga ada pengajian rutin ibu-ibu," kata Eutik.

Di bulan Ramadan ini, aktivitas keagamaan pun semakin meningkat. Selain menggelar salat tarawih berjemaah, kuliah subuh, dan pertemuan remaja masjid, DKM Masjid Besar Lembang juga menyediakan takjil setiap hari untuk mereka yang hendak berbuka puasa.

"Kami juga kerap menggelar tablig akbar. Beberapa dai kondang pernah ceramah di sini. Di antaranya Pak EZ Mutaqin, Miftah Faridl, Aa Gym, Zainuddin MZ, Kiai Ghazali.  Bahkan pernah juga ulama besar Kiai Anwar Musaddad," ujar Eutik. (*)