Friday, June 29, 2012

Masjid Besar Al-Mahmudiyah Palembang, Klasik dan Tradisional (4-habis)


Masjid Besar Suro, Palembang

Pada masa perang kemerdekaan, para pejuang Indonesia kerap menjadikan masjid sebagai markas perjuangan rakyat melawan penjajah. Demikian pula halnya dengan Masjid Besar Al-Mahmudiyah Palembang ini.

Masjid ini seringkali dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para pemuda dan pejuang-pejuang yang tergabung dalam BPRI (Badan Pelopor Republik Indonesia). Dan kini, setelah masa kemerdekaan, masjid dijadikan sarana pembinaan umat.

Masjid yang turut menjadi saksi perjuangan masyarakat Palembang dalam melawan penjajah ini, kini dimanfaatkan para remaja masjid untuk meningkatkan keimanan dan pembinaan akhlak generasi muda.

Para remaja masjid yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al-Mahmudiyah, menjadikannya sebagai markas 'perjuangan' dalam membina umat. IRMA Al-Mahmudiyah yang terbentuk sejak 1990 ini, telah beberapa kali melakukan pergantian kepengurusan.

Sejak dibentuk hingga saat ini IRMA telah banyak menghasilkan prestasi dalam bidang keagamaan, seperti juara II lomba cerdas cermat (1991), juara III lomba kaligrafi (1992), juara II MTQ, dan juara I lomba pidato Islam (1995). Beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan secara rutin adalah pengajian Alquran dan barzanji dari rumah ke rumah.

IRMA juga telah membentuk lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA). TK dan TPA tersebut kini memiliki lebih dari 100 orang santri/murid.

Meski usianya sudah terbilang tua, namun Masjid Al-Mahmudiyah tidak pernah lelah dalam membina umat. Ini terlihat dari jumlah jamaah shalat lima waktu yang tidak pernah sepi. Disamping itu, pada setiap malam Senin dan Sabtu diadakan pengajian dan ceramah agama oleh ulama terkemuka Kota Palembang.