Sunday, July 31, 2016

Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Masjid Agung Tasikmalaya

Masjid Agung Kota Tasikmalaya bediri megah di persimpangan jalan Jl. K.H. Z Mustofa, Jl. Dr. Soekarjo, Jl. Yudanegara, dan juga Jl. Otto Iskandar Dinata, dipusat kota Tasikmalaya. bangunan masjid berarsitektur kontemporer ini berdiri di atas lahan seluas 7.215 meter2 sedangkan luas bangunannya mencapai 2.456 m2.

Masjid Agung Tasikmalaya pertama kali didirikan pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Soeria Atmadja yang menjabat sebagai Bupati Sumedang. Tepatnya, Masjid Agung selesai dibangun pada tahum 1888 Masehi atau 1307 Hijriah. Masjid Agung ini sejak awal dimaksudkan untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan. Kemudian, masjid agung diserahkan kepada Patih Tasikmalaya, Raden Demang Soekma Amidjaja penghulu Raden Aji Aboebakar. Bangunan awal masjid Agung Tasikmalaya ini mirip dengan bangunan Masjid Agung Demak.



Sejak dibangun pertama kali, Masjid Agung Tasikmalaya sempat mengalami beberapa kali renovasi sebelum ahirnya dibangun ulang seperti bentuknya saat ini. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1923 pada masa kepemimpinan Bupati Raden Adipati Wiratanuningrat. Kemudian renovasi kedua dilakukan pada tahun 1939 oleh Bupati RTA Wiradiputra. Renovasi  ketiga dilakukan 1970-an, pada saat kepemimpinan Bupati Husein Wangsaatmadja.

Renovasi dan perubahan bentuk masjid dilakukan pada sekitar tahun 1982 hingga tahun 1987 dimasa pemerintahan Bupati Hudli. Dan ditahun 2002 Masjid Agung Tasikmalaya di rombak total kedalam bentuknya saat ini di masa kepemimpinan Bupati Suryana WH, dengan total pengeluaran dana pada renovasi ini senilai Rp. 7,9 Miliar. Pada saat itu peresmian kembali Masjid Agung Kota Tasikmalaya dilakukan oleh wakil presiden bapak Hamzah Haz.

Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Desain arsitektur Masjid Agung Tasikmalaya mengandung makna filosofis Islam. Masjid Agung memiliki lima atap, hal tersebut mencerminkan pada kewajiban menjalankan shalat lima waktu. Selain itu, mengarah kepada simbol rukun islam yang lima. Menara Masjid Agung juga terbagi menjadi tiga bagian, hal tersebut mencerminkan tingkat kesempurnaan sebagai seorang muslim, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.

Kemudian, menara masjid tingginya 33 meter, mengandung simbol Dzikrullah dalam bentuk Tasbih, Tahmid, dan Takbir. Selain tempat untuk beribadah shalat, Masjid Agung juga memiliki beberapa unit kegiatan keagamaan lainnya.

Dijual di Situs Online

Di bulan Februari tahun 2013 kabar tak sedap sempat menerpa masjid ini ketika seorang yang tak bertanggung jawab memasang iklan di sebuah situs online, menjual masjid Agung Tasikmalaya ini seharga rp. 50 juta rupiah. berita itu sempat menghebohkan masyarakat, dan nama penjual yang terdaftar di situs penjualan tersebut justru seorang remaja putri yang masih duduk di bangku SMP yang dicatut data nya oleh orang tak bertanggungjawab tersebut. ***

----------------------------------