Sunday, August 27, 2017

Masjid Al-Ishlah Kedamaian Bandar Lampung

Masjid Al-Ishlah, Masjid Khas Lampung di kota Bandar Lampung.

Masjid Al-Ishlas adalah salah satu masjid yang ber-arsitektur cukup unik, di provinsi Lampung. Masjid ini dirancang dengan sentuhan budaya Lampung yang sangat kental mulai dari tampilan fasad depannya yang sarat dengan sentuhan etnik Lampung hingga ke ruangan dalam masjidnya.

Masjid Al-Ishlah berada jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Nama masjid ini memang sesuai dengan nama tempatnya berdir di Kelurahan Kedamaian karena Ishlah dalam bahasa Arab memang berarti perdamaian.

Masjid Jami Al-Islah
Jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian,
Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian
Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung



Keunikan masjid ini ada di hampir seluruh bangunannya. Mulai dari simbol, ornamen dan dominasi warna ungu kemerahan yang merupakan warna khas Lampung yang terpasang di hampir seluruh bagian masjid serta bentuk Menara dan Kubahnya.

Menara masjid ini pada bagian atasnya dipasang ornamen payung adat dengan warna putih, kuning dan merah. Warna putih melambangkan Penyimbang Marga, Kuning melambangkan Penyimbang Tiyuh dan merah adalah lambang penyimbang suku.

Sementara kubah masjid ini berbentuk Jung yang artinya Perahu. Ini mengingatkan pada jaman dahulu alat transportasi yang dipakai adalah perahu, karena pada masa itu kampung orang Lampung mayoritas di pinggir sungai. Kubah masjid ini berbentuk limas atau segitiga empat sisi yang mengerucut ke atas tapi di puncaknya terbuka seperti bunga mekar.

Pembangunan Masjid Al-Ishlah

Pembangunan bangunan masjid ini dimulai pada hari Jumat, 28 November 2014 dengan upacara peletakan batu pertama oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN dan diresmikan juga oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN pada tanggal 28 November 2014.

Masjid Al-Ishlah pada saat proses pembangunan.

Pendanaan pembangun masjid ornamen Lampung ini mendapat bantuan dari Pemkot Bandar Lampung tahun 2014 sebesar Rp 600 juta yang dijadikan dana awal pembangunan, Sedangkan selebihnya berasal dari sedekah, infak, dan amal jariah masyarakat muslim disana.

Pada awalnya Masjid Al Islah ini dibangun tahun 1938 di atas tanah wakaf H. Abdul Roni dan H. Tohir Ismail Balau seluas 700 meter persegi, dan diketahui bahwa masjid ini merupakan masjid tertua ke empat di provinsi Lampung. Dari tahun 1938 itu tercatat sudah 6 kali mengalami renovasi, dan pada 2014 direnovasi total dengan mengusung konsep kearifan lokal.

Semua lambang dan ornamen Lampung yang tergambar di masjid ini adalah Lambang dan Ornamen Adat Lampung Pepadun sesuai dengan adat Kampung (tiyuh) Kedamaian sebagai Kampung Adat atau Kampung Cagar Budaya di Kota Tapis Berseri.

Ukuran bangunan masjid Al-Ishlah saat ini seluruhnya adalah 20×25 meter dengan dua lantai, tingginya sekitar 13,5 meter. Menyatu dengan banguanan, terdapat sebuah menara masjid dengan ketinggian sekitar 18 meter dari permukaan tanah.

Referensi