Sunday, September 10, 2017

Masjid Layur Kampung Melayu Semarang

Masjid Layur Kampung Melayu Semarang

Masjid Layur adalah salah satu masjid kuno di kota Semarang, Jawa tengah. Masjid tua ini kadang kala disebut pula Masjid Menara Kampung Melayu. Dinamakan Kampung Melayu karena sudah merupakan tempat hunian pada tahun 1743 yang sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang melayu. Masjid Layur ini disebut sebut sebagai Masjid tertua di Semarang.

Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam disitu pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut. Pada masa itulah kiranya masjid yang telah ada dikembangkan lagi dan memperoleh pengaruh yang dapat dilihat sekarang.

Mesjid Layur
Jl. Layur, Dadapsari, Semarang‎
Kota Semarang, Jawa Tengah 50173



Berpengaruhnya orang Arab di situ diperkuat oleh catatan Liem (1930) yang menyebutkan bahwa usaha pendirian klenteng oleh masyarakat Cina yang tidak begitu banyak jumlahnya di kampung tersebut ditentang habis-habisan oleh penduduk keturunan Arab pada tahun 1900. Penambahan menara pada bagian depan masjid menyebabkan masjid juga terkenal dengan nama masjid menara.

Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh Masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos besar jalan pemuda atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi.

Arsitektur Masjid Layur

Dari arah jalan raya yang tampak dari masjid ini hanya gapura berkubah dan menaranya saja, sedangkan masjidnya berada di dalam pagar tembok nya yang cukup tinggi seperti benteng. Dari gapuranya baru terlihat bangunan masjidnya berdiri kokoh dengan gaya bangunan masjid tradisional Indonesia sekali.

Bangunan masjidnya beratap tumpang bersusun tiga ditambah lagi dengan kanopi dibagian bawah atap terbawagnya. Lantai bangunan ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya dan hanya dapat dicapai dengan melewati tiga anak tangga tangga yang terdapat pada sisi muka.

Pondasi bangunan dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.

Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

Referensi