Sunday, October 8, 2017

Masjid Raya Pase Aceh Utara

Masjid Raya Pase, Aceh Utara (foto dari rahmat t geurugok)

Masjid raya Pase adalah Masjid Raya di Kabupaten Aceh Utara provinsi Aceh. Masjid ini dibangun tahun 1972. Sejak pertama didirikan hingga saat ini, Masjid Raya Pase menjadi pusat Jama’ah Al-Jamiatus Samadiyah. Setiap malam Sabtu, masjid ini disesaki ribuan Jama’ah Samadiyah untuk mengumandangkan zikir dan tahlil. Masjid Raya Pase ini disebut sebut sebagai masjid termegah di kawasan Aceh Utara. masjid ini memang menjadi pusat dari Jama’ah Al-Jamiatus Shamadiyah dengan perkembangannya yang pesat sehingga kini telah memiliki 104 cabang di 70 Masjid dan34 Mushalla/Meulasah tersebar dalam Nanggroe Aceh Darussalam.

Mesjid Raya Pase merupakan lambang sejarah megahnya kejayaan Kerajaan Islam Pase, sebagai simbol expansi Islam dan legitimasi yang dimilikinya dalam memperteguh existensi dan memperluas pengabdian ummat. Didirikan dijantung Kota Pantonlabu Tanah Jambo Aye Aceh Utara Nanggroe Aceh Darussalam, sebelumnya telah pernah berdiri sebuah Masjid dipinggir kota tersebut tepatnya ditepi sungai(krueng) Jambo Aye bernama Masjid Al-Jihad.

Masjid Raya Pase
Pantonlabu, Tanah Jambo Aye
Kabupaten Aceh Utara, Aceh 24394


Sejarah Masjid Raya Pase

Masjid Raya Pase didirikan atas prakarsa seorang tokoh masyarakat Aceh Utara, Muhammad Ansari atau akrab disapa Harun Kumis, pada 1972. Sebelum Masjid Raya Pase didirikan, di Kota Pantonlabu telah berdiri sebuah masjid kecil hasil swadaya masyarakat pada tahun 1950-an. Masjid lama dengan kontruksi semi permanen itu diberi nama Al-Jihad, berada di bantaran sungai Krueng Jambo Aye, berjarak sekitar 50 meter dari Polsek Tanah Jambo Aye saat ini.

Era tahun 1960-an, Harun Kumis bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya berangkat ke Jakarta menemui Presiden RI pertama Soekarno. Ia meminta kepada presiden agar di bekas wilayah Kerajaan Pase itu didirikan sebuah masjid yang akan menjadi kebanggaan sekaligus lambang sejarah megahnya kejayaan Kerajaan Islam Pase.

Namun realisasi pembangunan masjid tersebut baru dilakukan pada tahun 1972, di era pimpinan Presiden Soeharto. Dengan Dip : No.6/XVIII/3/1972, Pemerintah Pusat Republik Indonesia mengucurkan anggaran Rp 24 juta. Peletakan batu pertama dilakukan Kementrian Agama yang diwakili Dirjen Agama Islam Departemen Agama RI, didampingi tokoh masyarakat Pantonlabu, Teungku Ibrahim Thaib dan Teungku H. M Amin Umar.

Setelah berdiri, kepengurusan masjid berada di bawah Teungku Ibrahim Thaib dan Azis Sufi sebagai sekretaris. Saat ini kepengurusan masjid berada di bawah H Muhammad Daud dan Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, dengan sekretaris Syamsuddin Jalil atau Ayah Panton.

Interior Masjid Raya Pase

Perluasan Masjid Raya Pase

Seiring dengan perkembangan jumlah Jemaah yang semakin meningkat, masjid Raya Pase ini di perluas di tahun 1984 dan selesai di tahun 1986 dengan biaya sebesar Rp. 70 juta Rupiah. Kala itu masjid ini telah diperluas di bagian samping kiri dan kanan masing-masing 15×25 meter, di bagian depan 14×20 meter dan sebuah ruang kantor berukuran 3,2×6,8.

Tepat setahun setelahnya, 1987 dibangun pagar dengan keliling sepanjang 500 meter, sebuah bak wudhu 1,5×10 meter dengan dua jamban serta sebuah balai pengajian berukuran 10×16 meter. Pembangunan itu menelan biaya Rp 65 juta. Sementara pembangunan perpustakaan, gerbang dan menara terpaksa ditunda karena ketiadaan biaya.

Pembangunan dilanjutkan tahun 1989, Masjid Raya Pase direnovasi dengan anggaran mencapai Rp 117.292.000. Peletakan batu pertama renovasi bangunan masjid dilaksanakan pada 11 Oktober 1998, dengan bangunan artistik yang luas dan megah. Anggaran renovasi itu menelan biaya hingga Rp 9.819.000.000. Pembangunannya dilakukan setelah membongkar bangunan Masjid Pase lama.

Tahun 2009 lalu, Pemerintah Aceh memberikan dana Rp 3 miliar untuk pembangunan lantai yang terbuat dari keramik Yunani. ditambah lagi tahun berikutnya Pemda Aceh Utara memberikan dana dari APBA Provinsi sebesar Rp 180 juta untuk lanjutan pembangunan. Untuk pembangunan menara besar, pintu gerbang, interior dan perluasan halaman dibutuhkan biaya sekitar Rp 30 miliar. ***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


1 comment: