Tuesday, April 12, 2016

Masjid Babussalam Islamic Center Kabupaten Muara Enim

Megah bersahaja. 
Muara Enim adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan. Sebelum bernama “Kabupaten Muara Enim”, kabupaten ini dahulunya sempat bernama “Kabupaten LIOT” yang merupakan singkatan dari “Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah”. Lematang dan Ogan yang ada dalam singkatan nama itu merupakan nama sungai yang mengalir di dalam wilayah kabupaten tersebut, namun kemudian nama tersebut diganti dengan nama Kabupaten Muara Enim mengikuti nama ibukota kabupaten yang berada di kelurahan & kecamatan Muara Enim.

Masjid Babussalam Islamic Center ini merupakan Masjid Agung Kabupaten Muara Enim, propinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI). Dalam dokumen resmi pemerintahan Kabupaten Muara Enim, Masjid ini disebut dengan nama “Islamic Center BP4ABI Kabupaten Muara Enim”. Sehari sehari lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Babussalam Islamic Center.

Alamat Masjid

Jl. Mayjen Tji Agus Kiemas, S.H - Lintas Kepur
Muara Lawai - Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan


Pertama kali diresmikan pada tahun 2008 kemudian diperluas tahun 2014 dengan bantuan dana dari PT. Bukit Asam. Peletakan batu pertama pembangunan perluasan masjid ini dilakukan pada tanggal 25 November 2014 sekaligus penandatangan MoU antara pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk yang mengucurkan dana Rp. 9.2 Milyar untuk pembangunan perluasan masjid ini. Penandatanganan MoU pemberian bantuan tersebut dilakukan antara Direktur Umum dan SDM PTBA Maizal Ghazali dengan Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar disaksikan langsung Wagub Sumsel Ishak Mekki. Masjid ini juga berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Islam (Islamic Center) Kabupaten Muara Enim.

Pada awalnya masjid ini disebut sebagai Masjid Agung Raya, karena memang berfungsi sebagai masjid Agung Kabupaten. Penggunaan nama Masjid Agung Raya untuk masjid ini, dikarenakan sebelumnya sudah ada Masjid Agung Muara Enim yang berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Kelurahan Pasar, Muara Enim yang sudah berdiri sejak tahun 1992.

Fasilitas Masjid

Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim selaku pengelola komplek Islamic Center ini memiliki empat bidang kegiatan, yakni pembinaan umat, pendidikan dan latihan, seni budaya Islam, dan ekonomi umat. Selain bangunan Masjid Babussalam yang menjadi bangunan utama, di komplek Islamic Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan agama Islam dan asrama, Islamic Center Muara Enim.

Selain memiliki bangunan yang indah, komplek Islamic Center ini juga diperindah dengan pekarangan dan taman yang luas dengan jalan-jalan akses menuju masjid dari fasilitas kompleks Islamic Center lainnya. Jalan ini tertata rapi dengan deretan lampu hias di kanan-kiri, sekaligus menjadi petunjuk ke arah masjid pada malam hari.

Meski dibangun begitu megah dengan empat Menara tinggi di empat sudut-nya, bangunan masjid ini dirancang sederhana dan bersahaja tanpa banyak ornamen penghias baik dibagian luar maupun dibagian dalam masjid. Ruang utama masjid pun memberikan kesan bersahaja. Tidak banyak elemen hias di dinding bagian dalam masjid dengan aksen jendela minimalis. Ornament kaligrafi di bagian atas dinding diletakkan di dinding mengelilingi bagian dalam masjid. Lampu hias dan sabuk plakat emas mengelilingi bagian bawah kubah juga dirancang bersahaja.

Salah satu pelatihan yang cukup menarik minat masyarakat di masjid ini adalah pelatihan qosidah dan Syarofal Anam. Syarofal Anam memang dikenal luas di wilayah Sumatera Bagian Selatan sebagai salah satu kesenian daerah setempat yang bernuansa Islami dengan alat music rebana dalam sebuah persembahan yang khas.***

-----------------ZZZ-----------------

Friday, April 8, 2016

Islamic Center Baturaja Kabupaten OKU

Masjid Agung Baturaja, bangunan utama di komplek Islamic Center Baturaja

Baturaja adalah ibukota kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), salah satu kabupaten di propinsi Sumatera Selatan. Baturaja dikenal dengan pabrik semen nya yang juga bernama Baturaja. Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu.

  
Kota Baturaja adalah salah satu kota di sumatera yang berada di jalur lintas tengah Sumatera, sebelum dibangunnya jalur lintas timur sumatera, jalur ini merupakan jalur utama di pulau Sumatera yang menghubungkan propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Masjid dan Islamic Center Baturaja ini berada di tepian ruas jalan Lintas tengah Sumatera tersebut.

Lokasi nya berada di atas bukit kecil di tengah kota Baturaja dan menjadi ikon kota tersebut. Komplek pusat ke-Islaman ini seluas 10 hektar lengkap dengan sarana penunjangnya, dibangun hanya dalam waktu satu tahun dan diresmikan pada tanggal 26 Maret 2008 oleh Bupati kabupaten Ogan Komering Ulu H. Eddy Yusuf SH, MM. dihadiri oleh para tokoh masyarakat kabupaten OKU termasuk juga dihadiri mantan Bupati OKU Amiruddin Ibrahim ditengah tengah para undangan dan sekitar 6000 jiwa yang tumplek dalam suasana gembira tersebut.

Dengan adanya Islamic Center diharapkan agar syiar Islam di kabupaten OKU semakin menggema dan kehidupan reliji masyarakat OKU semakin baik. Karena agama merupakan suatu kebutuhan hidup manusia, maka peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan keagamaan harus terus ditingkatkan.***

Thursday, April 7, 2016

Islamic Center Kota Prabumulih

Komplek Islamic Center Prabumulih
Prabumilih adalah salah satu Kota di propinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya kota Prabumulih berstatus sebagai kota Administratif di dalam wilayah kabupaten Muara Enim, sempat juga menjadi bagian dari wilayah Pembantu Bupati yang berkedudukan di Gelumbang, sampai kemudian disahkan sebagai kota mandiri, lepas dari Kabupaten Muara Enim sebagai wilayah induknya.

Islamic Center Kota Prabumulih
Jalan Lingkar, Kelurahan Gunung Ibul
Kecamatan Gunung Ibul, Kota Prabumulih
Sumatera Selatan – Indonesia


Islamic Center Prabumulih mulai dibangun pada awal tahun 2010, dan membutuhkan waktu cukup lama sampai seluruh komplek ini selesai dibangun secara keseluruhan dan difungsikan sebagaimana mestinya. sampai bulan maret 2014 pemkot prabumulih kembali mengucurkan dana sebesar Rp. 29,68 milyar untuk penyelesaian pembangunan proyek tersebut yang dimenangkan oleh PT. Cindo Abadi Perkasa (CAP) dengan tenggang waktu penyelesaian selama 10 Bulan, sedangkan pihak kontraktor memperkirakan pekerjaan akan selesai selama 6 bulan dengan 200 orang pekerja. Penyelesaian proyek pembangunan Islamic Center ini berbarengan dengan pembangunan Pasar Tradisional Moderen dan Taman Kota Prabumulih.

Komplek Islamic center ini baru diserahterimakan dari pihak kontraktor ke pemerintah kota Prabumulih pada bulan Desember 2014. Dengan demikian baru pada awal tahun 2015 mulai digunakan. Islamic centre yang terletak di Jalan Lingkar Prabumulih ini berhadap hadapan dengan SMAN 7 Kota Prabumulih. seluruh bangunan yang menggunakan konsep Islami itu sangat sejuk dipandang mata. Ornamen-ornamen timur tengah yang dipadukan pada setiap item bangunan.

Bangunan Masjid di Komplek Islamic Center ini merupakan salah satu mesjid terbesar dan terluas di Propinsi Sumatera Selatan. di komplek yang sama juga berkantor MUI dan Baznas kota Prabumulih setelah sebelumnya berada satu atap disamping Masjid Nur Arafah. Berpindahnya kantor MUI dan Baznas ke Islamic Center ini mengingat kantor kedua lembaga yang sudah tidak layak, selain itu, diharapkan dengan kedua lembaga itu pindah kesana dapat membantu dalam perawatan maupun pengurusan Islamic Center.

Komplek ini juga dilengkapi dengan bangunan aula yang cukup besar untuk berbagai fungsi umum dan sosial termasuk di dalamnya digunakan oleh pemerintah kota untuk acara acara resmi, seperti yang terjadi pada bulan Januari 2015 saat Walikota Prabumulih melantik para pejabat dilingkungan pemkot bersamaan dengan mutasi 800 PNS sekaligus di lingkungan pemerintahan kota tersebut.

Menilik lokasi tempat dimana Islamic Center ini berdiri memang cukup unik. Entah karena kebetulan atau memang direncanakan oleh pihak Pemkot Prabumulih, lokasi tempat Islamic Center ini berdiri bersebelahan dengan komplek Makam Tua yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam sesepuh nya kota Prabumulih, Komplek makam yang dikenal dengan nama Kramat Gunung Ibul. Nama yang kini juga menjadi nama kelurahan sekaligus nama kecamatan tempat dimana Islamic Center ini berada.

Kawasan tempat Islamic Center ini berdiri memang kawasan baru yang dulunya merupakan kawasan hutan belukar, kemudian dibuka oleh pemkot dengan membangun ruas jalan lingkar, menyusul kemudian pembangunan fasilitas penunjang lainnya, sehingga kawasan makam kramat yang dulunya berada di tengah hutan-pun kini berada persis dibelakang komplek Islamic Center ini.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga 


Wednesday, January 27, 2016

Ingin Bangun Masjid, Warga muslim Jepang Himpun Dukungan Lewat Anime

Muslim Jepang

Komunitas Muslim di Jepang membuat sebuah cuplikan anime menyentuh untuk menghimpun dana demi pembangunan sebuah masjid di Shizuoka. Rencananya, masjid tersebut tidak hanya akan digunakan sebagai tempat beribadah. Namun juga sebagai tempat menjalin komunikasi antara para Muslim dan penduduk lokal.

Pentingnya keberadaan masjid bagi komunitas Muslim di Shizuoka mendorong Yassine Essaadi dan kawan-kawan untuk berencana membangun sebuah masjid di sana. Tak hanya sekadar membangun masjid, Essaadi dan yang lainnya berencana membangun masjid tersebut di sebuah lokasi yang memungkinkan masjid memiliki latar belakang Gunung Fuji, salah satu simbol negara Jepang.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Essaadi memperkirakan pihaknya membutuhkan dana sekitar 300 juta Yen. Saat ini dana yang telah terkumpul oleh Komunitas Muslim Shizuoka baru sebesar 20 juta Yen atau setara dengan Rp 2,3 miliar. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut, Essaadi kemudian terdorong untuk melakukan aksi penghimpunan dana pembangunan masjid melalui cara yang tak biasa, yakni cuplikan anime.

Dalam video bertajuk GAZA Changing The World, digambarkan bahwa persatuan Muslim merupakan hal esensial bagi kekuatan Islam. Oleh karena itu, Essaadi berharap video tersebut dapat tersebar dengan baik dan mendorong para Muslim untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid di Shizuoka.  Tak hanya sekedar berkontribusi dalam pembangunan, Essaadi juga berharap video tersebut dapat memperkuat solidaritas antarsesama Muslim di seluruh dunia.


“Sebuah masjid dengan simbol negara Jepang, Gunung Fuji, sebagai latar belakang akan menarik banyak turis Muslim ke Shizuoka. Dengan begitu, masjid tersebut juga akan berkontribusi dalam perekonomian lokal,” terang Essaadi.

Semenjak diunggah di YouTube pada 27 Juni 2015 melalui akunyassinee Essaadi, video berdurasi 2:25 menit tersebut dengan cepat meningkatkan jumlah donasi untuk pembangunan masjid. VideoGAZA Changing The World itu sendiri berhasil mendulang jumlah penonton setidaknya 1,2 juta melalui berbagai media sosial internasional untuk Muslim.

Meski mendapat respons positif atas kampanye dan penggalangan dananya, Essaadi memiliki sedikit kekhawatiran jika rencana pembangunan masjid tersebut akan mendapat penolakan warga sekitar. Pasalnya, beberapa aksi terorisme yang terjadi tak jarang membuat kesalahpahaman bahwa Muslim merupakan penganut Islam yang berlaku kejam.

“Padahal, pada dasarnya para Muslim tidak memiliki hubungan dengan aksi teror. Karena itu, penting untuk memperdalam pemahaman melalui pembangunan masjid yang akan menjadi tempat untuk bertukar informasi ini,” jelas Direktur Center for Contemporary Islamic Studies in Japan.



note : untuk mendapatkan informasi lengkap tentang rencana pembangunan masjid ini, silahkan klik http://muslimjapan.com/ proposal pembangunan masjid tersebut tersedia dalam 6 bahasa dunia termasuk Bahasa Indonesia.

Tuesday, January 5, 2016

Masjid Masjid Warisan Muammar Khaddafi

Warisan Muammar Khaddafi ::: Atas : Masjid Muammar Qaddafy di Bukit Az-Zikra, Sentul - Bogor. Kiri Bawah : Gaddafi National Mosque, Kampala - Uganda. Kanan Bawah : Masjid Al-Dahab (Masjid Emas), Manila - Philippina.
Kolonel Muammar Khaaddafi (June 1942 – 20 October 2011) dikenal luas oleh dunia internasional sebagai satu satunya presiden negara di dunia ini  yang naik ke kursi kepresidenan saat masih berpangkat Kolonel.  Naik tahta sebagai kepala Negara Libya setelah berhasil mengkudeta Raja Idris yang sedang berobat ke Turki di tahun 1969, dan ahir hidupnya pun di kudeta oleh begitu banyak orang dan kekuatan termasuk kekuatan asing yang memusuhinya. Muammar Khaaddafi  tewas dalam akumulasi dan kombinasi serangan para pemberontak dan serangan udara NATO di kampung halamannya sendiri pada 20 Oktober 2011 lalu.

Diktator kah Khadafi ? Apakah beliau pahlawan besar atau seorang Musuh besar ?.  jawaban dari pertanyaan itu sangat tergantung dari siapa yang yang menjawab. Lepas dari semua itu, semasa hidupnya Muammar Khaaddafi  meninggalkan warisan beberapa masjid yang tersebar dari pantai barat Afrika hingga ke Sentul – Bogor di Indonesia. Berikut ini saya ulas beberapa diantara masjid masjid warisan Muammar Khaaddafi .

Masjid Muammar Qaddafy Sentul Bogor

Masjid Muammar Qaddafy di Bukit Az-Zikra, Sentul - Bogor
Masjid Muammar Qaddafy di Sentul, Kabupaten Bogor ini, berada di atas bukit di tengah tengah perumahan khusus muslim Bukit Az-Zikra. Masjid dan perumahan ini memang terkait dengan Majelis Zikir Az-Zikra yang di asuh oleh Ustadz Arifin Ilham.  Masjid Muammar Qaddafy Sentul Bogor, ini juga merupakan sebuah Islamic Center bernama Qaddafy Islamic Center atau disingkat QIC. kawasan ini juga dilengkapi dengan sekolah Islam dan sarana pendukung lainnya termasuk bangunan menara setinggi 57 meter yang bisa dikunjungi hingga ke puncak menara menggunakan lift.

Pembangunan komplek QIC ini seluruhnya di danai oleh pemerintah Libya dibawah kepemimpinan Muammar Khaaddafi . Masjid Muammar Qaddafy diresmikan pada hari Ahad, 7 Juni 2009, Peresmian Masjid Muammar Qaddafy itu, dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla dan istrinya Ny. Mufidah Kalla, serta Sheikh Mahmud H.Reeh, Ulama dari World Islamic Call Society, Tripoli Libya.  Tak lama setelah kematian Muammar Khaaddafi Masjid inipun berganti nama menjadi Masjid Az-Zikra.

Gaddafi  National Mosque -  Kampala, Masjid Nasional Uganda

Gaddafi National Mosque, Kampala - Uganda
Uganda dan Idi Amin, adalah nama nama yang membuat ngeri banyak orang. Uganda dikenal luas dunia internasional justru karena kekejaman presidennya, Idi Amin.  Kekejaman Idi Amin sudah seperti legenda sampai sampai tulisan tentangnya terkesan hiperbola. Semasa berkuasa Idi Amin bermimpi membangun masjid Negara di atas bukit Kampala tua di Ibukota Uganda namun sampai ahirnya Idi Amin terjungkal dari pemerintahannya di tahun 1979 lalu melarikan diri ke Jeddah (Saudi Arabia) hingga wafat tanggal 16 Agustus 2003 dan di makamkan di Mekah, Impian tersebut tak pernah terwujud.

Muammar Khaddafi yang kemudian mewujudkan impian itu, membangun sebuah masjid nasional untuk muslim Uganda di atas bukit Kampala Tua persis dilokasi yang di impikan oleh mendiang Idi Amin.  Masjid Nasional tersebut diresmikan pada tanggal 29 Maret 2008 langsung oleh Muammad Khaddafi yang disambut layaknya seorang Pahlawan Besar di Stadion kota Kampala. Masjid tersebut dinamai sesuai nama Khaddafi dalam dialek setempat “Gaddafi National Mosque”. Paska kematian Khaddafi, tak ada niatan dari pemerintah Uganda untuk mengganti nama Masjid Nasional mereka.

Masjid Al-Dahab Manila, Philippina

Masjid Al-Dahab (Masjid Emas), Manila - Philippina

Masjid Al-Dahab (masjid emas) berdiri di kawasan Quiapo, pusat perdagangan kota Manila, Ibukota Philippina.  Pembangunan masjid ini sama sekali tidak menggunakan dana dari Muammar Khadafi ataupun pemerintah Libya, tapi di danani sendiri oleh pemerintah Philippina semasa kekuasaan presiden Ferdinant Marcos dan istrinya Imelda Marcos yang terkenal dengan gaya hidup bermewah mewahan itu.

Lalu apa kaitannya dengan Muammar Khaddafi ?. Masjid besar ini dibangun demi menghormati Muammar Khaddafi yang ketika itu berencana akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Philippina. Adalah Imelda Marcos sang first lady yang  mengomando langsung pembangunan masjid ini demi mengejar tenggat waktu,  untuk memastikan masjid ini selesai sebelum kedatangan Khaddafi di Manila tahun 1978.

Rencana kedatangan Khadaffi ke Philippina tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk menjadi mediator antara pemerintah Philippina dengan Para Pejuang dari Front Pembebesan Moro (MLF) yang bertikai di Philipina Selatan. Masjid telah selesai dibangun tapi khaddafi tidak pernah datang ke Philippina. Rezim Marcos sudah lebih dulu terguling oleh gerakan “people power” yang mengguncang Philippina.  Tapi muslim Manila menangguk berkah dari Kharisma Khadaffi yang luar biasa itu hingga kini. ***

Insya Alloh bersambung

Referensi

Friday, November 6, 2015

Masjid menurut Al-Qur'an dan Hadist

Kubah Emas di Komplek Masjidil Aqso, Palestina.
Kata masjid terulang sebanyak dua puluh delapan kali di dalam Al-Quran. Dari segi bahasa, kata tersebut terambil dari akar kata sajada-sujud, yang berarti patuh, taat,  serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim.

Meletakkan dahi, kedua tangan, lutut, dan kaki ke bumi, yang kemudian dinamai sujud oleh syariat, adalah bentuk lahiriah yang paling nyata dari makna-makna di atas. itulah sebabnya mengapa bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan shalat dinamakan masjid, yang artinya "tempat bersujud."

Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum Muslim. Tetapi,  karena  akar  katanya  mengandung makna tunduk dan patuh, hakikat masjid adalah tempat melakukan segala  aktivitas  yang  mengandung  kepatuhan  kepada Allah semata. Karena itu Al-Quran sural Al-Jin (72): 18, misalnya, menegaskan bahwa,

Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, karena janganlah menyembah selain Allah sesuatu pun.

Rasul Saw. bersabda,

Telah dijadikan untukku (dan untuk umatku) bumi sebagai masjid dan sarana penyucian diri (HR Bukhari dan Muslim melalui Jabir bin Abdullah).

Jika dikaitkan dengan bumi ini,  masjid  bukan  hanya  sekadar tempat  sujud  dan  sarana penyucian. Di sini kata masjid juga tidak lagi hanya berarti bangunan tempat shalat,  atau  bahkan bertayamum  sebagai  cara  bersuci  pengganti wudu tetapi kata masjid  di  sini  berarti  juga  tempat  melaksanakan   segala aktivitas  manusia  yang  mencerminkan  kepatuhan kepada Allah Swt.

Dengan  demikian,  masjid  menjadi   pangkal   tempat   Muslim bertolak, sekaligus pelabuhan tempatnya bersauh.

SUJUD DAN FUNGSI MASJID

Al-Quran  menggunakan  kata  sujud untuk berbagai arti. Sekali diartikan sebagai penghormatan dan  pengakuan  akan  kelebihan pihak   lain,  seperti  sujudnya  malaikat  kepada  Adam  pada Al-Quran surat Al-Baqarah (2): 34.

Di waktu lain  sujud  berarti  kesadaran  terhadap  kekhilafan serta  pengakuan kebenaran yang disampaikan pihak lain, itulah arti sujud di dalam firman-Nya,

Lalu para penyihir itu tersungkur dengan bersujud (QS Thaha [20]: 70).

Yang ketiga sujud berarti mengikuti maupun  menyesuaikan  diri dengan  ketetapan  Allah  yang berkaitan dengan alam raya ini, yang secara salah kaprah dan populer sering dinama hukum-hukum alam.

Bintang dan pohon keduanya bersujud (QS Al-Rahman [55]: 6).

Dari sunnatullah diketahui  bahwa  kemenangan  hanya  tercapai dengan kesungguhan  dan perjuangan. Kekalahan diderita karena kelengahan dan pengabaian disiplin, dan sukses  diraih  dengan perencanaan   dan   kerja   keras,  dan  sebagainya,  sehingga seseorang tidak disebut bersujud, apabila  tidak  mengindahkan hal-hal tersebut.

Al-Quran  menyebutkan  fungsi  masjid  antara  lain  di  dalam firman-Nya:

Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual-beli, atau aktivitas apa pun dan mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang (QS An-Nur [24]: 36-37).

Tasbih bukan hanya berarti mengucapkan Subhanallah, melainkan lebih luas lagi, sesuai dengan makna yang dicakup oleh kata tersebut beserta konteksnya. Sedangkan arti dan konteks-konteks tersebut dapat disimpulkan dengan kata taqwa.

MASJID PADA MASA RASULULLAH SAW.

Ketika  Rasulullah  Saw. berhijrah ke Madinah, langkah pertama yang  beliau  lakukan  adalah  membangun  masjid  kecil   yang berlantaikan  tanah,  dan  beratapkan pelepah kurma. Dari sana beliau membangun  masjid  yang  besar,  membangun  dunia  ini, sehingga  kota tempat beliau membangun itu benar-benar menjadi Madinah, (seperti namanya) yang arti harfiahnya adalah 'tempat peradaban',  atau  paling  tidak,  dari  tempat tersebut lahir benih peradaban baru umat manusia.

Masjid pertama  yang  dibangun  oleh  Rasulullah  Saw.  adalah Masjid   Quba',  kemudian  disusul  dengan  Masjid  Nabawi  di Madinah. Terlepas dari perbedaan pendapat ulama tentang masjid yang  dijuluki  Allah  sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa (QS Al-Tawbah  [9]:  108),  yang  jelas  bahwa  keduanya --Masjid   Quba   dan  Masjid  Nabawi--  dibangun  atas  dasar ketakwaan, dan setiap masjid seharusnya memiliki landasan  dan fungsi  seperti  itu.  Itulah  sebabnya mengapa Rasulullah Saw meruntuhkan bangunan  kaum  munafik  yang  juga  mereka  sebut
masjid,  dan menjadikan lokasi itu tempat pembuangan samph dan bangkai binatang, karena di bangunan tersebut tidak dijalankan fungsi  masjid  yang  sebenarnya,  yakni  ketakwaan.  Al-Quran melukiskan bangunan kaum munafik itu sebagai berikut,

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang Mukmin) dan karena kekafiran-(nya), dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin, serta menunggu / mengamat-amati kedatangan orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu (QS Al-Tawbah [9]: 107).

Masjid Nabawi di Madinah telah menjabarkan fungsinya  sehingga lahir  peranan  masjid  yang  beraneka ragam. Sejarah mencatat tidak kurang dari sepuluh  peranan  yang  telah  diemban  oleh Masjid Nabawi, yaitu sebagai:

 1. Tempat ibadah (shalat, zikir).
 2. Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya).
 3. Tempat pendidikan.
 4. Tempat santunan sosial.
 5. Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya.
 6. Tempat pengobatan para korban perang.
 7. Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa.
 8. Aula dan tempat menerima tamu.
 9. Tempat menawan tahanan, dan
10. Pusat penerangan atau pembelaan agama.

Agaknya masjid pada masa silam mampu berperan sedemikian luas, disebabkan antara lain oleh:

1.    Keadaan masyarakat yang masih sangat berpegang teguh kepada nilai, norma, dan jiwa agama.

2.    Kemampuan  pembina-pembina  masjid  menghubungkan  kondisi sosial  dan  kebutuhan  masyarakat  dengan uraian dan kegiatan masjid.

Manifestasi pemerintahan terlaksana di dalam masjid, baik pada pribadi-pribadi pemimpin pemerintahan yang menjadi imam/khatib maupun  di  dalam  ruangan-ruangan   masjid   yang   dijadikan tempat-tempat kegiatan pemerintahan dan syura (musyawarah).

Keadaan   itu   kini   telah   berubah,   sehingga   timbullah lembaga-lembaga  baru  yang  mengambil-alih  sebagian  peranan masjid  di  masa  lalu,  yaitu organisasi-organisasi keagamaan swasta  dan  lembaga-lembaga  pemerintah,   sebagai   pengarah kehidupan  duniawi  dan ukhrawi umat beragama. Lembaga-lembaga itu memiliki kemampuan material dan teknis melebihi masjid.

Fungsi dan peranan masjid besar seperti yang  disebutkan  pada masa  keemasan  Islam  itu tentunya sulit diwujudkan pada masa kini. Namun,  ini  tidak  berarti  bahwa  masjid  tidak  dapat berperan di dalam hal-hal tersebut.

Masjid,   khususnya   masjid   besar,  harus  mampu  melakukan kesepuluh  peran  tadi.  Paling  tidak  melalui  uraian   para pembinanya  guna  mengarahkan  umat pada kehidupan duniawi dan ukhrawi yang lebih berkualitas.

Apabila masjid dituntut berfungsi membina umat,  tentu  sarana yang  dimilikinya  harus tepat, menyenangkan dan menarik semua umat, baik dewasa, kanak-kanak, tua, muda, pria, wanita,  yang terpelajar  maupun  tidak,  sehat  atau  sakit, serta kaya dan miskin.

Di dalam Muktamar Risalatul Masjid di Makkah  pada  1975,  hal ini telah didiskusikan dan disepakati, bahwa suatu masjid baru dapat dikatakan berperan secara baik apabila memiliki ruangan, dan peralatan yang memadai untuk:

a. Ruang shalat yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.

b.  Ruang-ruang  khusus wanita yang memungkinkan mereka keluar masuk tanpa bercampur dengan pria baik digunakan untuk shalat, maupun untuk Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

c. Ruang pertemuan dan perpustakaan.

d. Ruang   poliklinik,   dan   ruang  untuk  memandikan  dan mengkafankan mayat.

e. Ruang bermain, berolahraga, dan berlatih bagi remaja.

Semua hal di atas  harus  diwarnai  oleh  kesederhanaan  fisik bangunan,  namun  harus  tetap  menunjang peranan masjid ideal termaktub.

Hal terakhir ini  perlu  mendapat  perhatian,  karena  menurut pengamatan sementara  pakar,  sejarah kaum Muslim menunjukkan bahwa   perhatian   yang   berlebihan   terhadap   nilai-nilai arsitektur  dan  estetika  suatu masjid sering ditandai dengan kedangkalan, kekurangan, bahkan kelumpuhannya dalam pemenuhan fungsi-fungsinya.  Seakan-akan  nilai  arsitektur dan estetika dijadikan  kompensasi  untuk  menutup-nutupi  kekurangan  atau kelumpuhan tersebut.

YANG BOLEH DILAKUKAN DAN YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN DI DALAM
MASJID

Masjid  adalah  milik  Allah,  karena  itu  kesuciannya  harus dipelihara.  Segala  sesuatu  yang  diduga mengurangi kesucian masjid  atau  dapat  mengesankan  hal  tersebut,  tidak  boleh dilakukan di dalam masjid maupun diperlakukan terhadap masjid.

Salah satu yang ditekankan oleh sebagian ulama sebagai sesuatu yang tidak wajar terlihat pada masjid (dan sekitarnya)  adalah kehadiran para pengemis,

Untuk  memelihara  kesucian  masjid, Allah Swt. berfirman agar para pengunjungnya memakai hiasan  ketika  mengunjungi  masjid sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-A'raf (7): 31:

Hai anak-anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid.

Rasulullah Saw. menganjurkan agar memakai  wangi-wangian  saat berkunjung  ke  masjid,  dan  melarang  mereka  yang baru saja memakan bawang memasukinya.

Siapa yang makan bawang putih atau merah hendaklah menghindar dan masjid kita.

Masjid harus mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman pada pengunjung  dan  lingkungannya,  karena  itu  Rasulullah  Saw. melarang  adanya   benih-benih   pertengkaran   di   dalamnya, sampai-sampai beliau bersabda,

Jika engkau mendapati seseorang menjual atau membell di dalam masjid, katakanlah kepadanya, "Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagi perdaganganmu," dan bila engkau mendapati seseorang mencari barangnya yang hilang di da1am masjid, maka katakanlah, "Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu (semoga engkau tidak menemukannya)."

Kedua teks yang disebutkan  di  atas  tidak  berarti  larangan berbicara tentang perniagaan yang sifatnya mendidik umat, atau melarang para pembina dan pengelola masjid berniaga, melainkan yang  dimaksud  adalah larangan melakukan transaksi perniagaan di dalam masjid.

Fungsi masjid paling tidak dinyatakan  oleh  hadis  Rasulullah Saw.  ketika  menegur  seseorang  yang  membuang air kecil (di samping) masjid:

Masjid-masjid tidak wajar untuk tempat kencing atau (membuang sampah). Ia hanya untuk (dijadikan tempat) berzikir kepada Allah Ta'ala, dan membaca (belajar) Al-Quran (HR Muslim).

Dengan kata lain, masjid adalah tempat ibadah  dan  pendidikan dalam  pengertiannya  yang  luas.  Bukankah Al-Quran berbicara tentang segala aspek kehidupan manusia?



Thursday, June 25, 2015

REMAJA INGGRIS TERLUKA DALAM SERANGAN RASIS DI DEPAN MASJID

masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom
Kepolisian Inggris kini sedang menyelidiki serangan ber-aroma rasial yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terhadap seorang remaja muslim (18 tahun) di depan masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, yang berada di ruas jalan Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom.

Remaja muslim 18 tahun ini kala itu baru keluar dari masjid ini setelah mengikuti sholat isya, dan kemudian berpapasan dengan empat orang pria kulit putih yang serta melempari masjid dan menyerang remaja tersebut dari arah belakang hingga terluka, lalu melarikan diri. 

Dilaporkan bahwa sebelum melakukan penyerangan, empat pemuda berkulit putih tersebut meneriakkan kata kata kasar dan rasis kepada remaja muslim bermata hitam tersebut. 

Polisi melakukan penyelidikan di TKP termasuk menanyai semua saksi dan penyelidikan dari rumah ke rumah warga sekitar lokasi yang memang sudah di awasi dengan kamera CCTV.