Sunday, June 18, 2023

Masjid Agung Al-A'la Gianyar

Masjid Agung Al-A’la Gianyar Provinsi Bali [foto: Agus Suryadi]
 
Masjid Agung Al-A'la adalah masjid agung kabupaten Gianyar di provinsi Bali, lokasinya berada di jalan Kesatrian no.16 desa Gianyar, kecamatan Gianyar, kabupaten Gianyar, provinsi Bali. Lokasi masjid agung ini berseberangan dengan Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur) 18/YKR Komando Daerah Militer (Kodam) IX Udayana.
 
Masjid Agung Al-A’la Gianyar pertama kali berdiri pada tahun 1967 sebagai Masjid Jami’ Al A’la Gianyar. Sejarah berdirinya masjid ini tak  lepas dari peran Bupati Gianyar saat itu, Bapak Made Kembar Krepun yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid bagi warga muslim Gianyar.
 
Masjid Agung Al-A'la Gianyar
Jl. Kesatrian No. 16 Lingkungan Candi Baru Kelurahan Gianyar Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Provinsi Bali
https://goo.gl/maps/BDAus74NGoZbWjDVA
Instagram @ masjidagunggianyar
Situs: http://masjidagunggianyar.blogspot.com/
 

Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar meraih Juara 1 Lomba Kemakmuran Masjid Tahun 2022 Tingkat Provinsi Bali. Appresiasi juga patut diberikan kepada pengurus masjid ini yang menghimpun beragam arsip sejarah masjid mereka, menyimpan dan menyusun nya dalam rangkaian tulisan di blog internet yang mereka kelola.
 
Bangunan Masjid Agung Al A’la Gianyar terdiri dari dua lantai dimana bagian dasar digunakan sebagai kantor dan lantai dua digunakan sebagai tempat beribadah. Masjid ini menggunakan arsitektur modern dengan kubah besar berwarna hijau pada bagian atapnya. Arsitektur khas Bali hanya tampak pada bagian gapura dan pagar yang mengelilingi kawasan masjid ini.
 
Status Masjid
 
Sejak dibangun tahun 1967 hingga tahun 1992 masjid ini bersatus sebagai Masjid Jami’. Barulah ditahun 1992 atas araham dari Kepala Departemen Agama Gianyar saat itu status masjid Jami’ Al-A’la menjadi Masjid Agung Al-A’la Gianyar sekaligus dibentuk Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar sebagai penyelenggara kegiatan hari besar Islam yang mencangkup seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. Yang sebelumnya masih menjadi satu dengan masjid.
 
Masjid Agung Al-A’la Gianyar dari masa ke masa. Kiri: Masjid Agung Al-A'la Gianyar pada saat proses renovasi tahun 1996. Kanan; Masjid Agung Al-A'la ditahun 2017.

Sejarah Masjid Agung Al-A’la Gianyar
 
Berdirinya Masjid Agung Al-A’la Gianyar berawal dari Bupati Gianyar Made Kembar Krepun yang mewakafkan sebidang tanah miliknya di desa Serongga, Gianyar untuk digunakan sebagai lahan pembangunan masjid bagi muslim Gianyar yang saat itu di kota Gianyar sendiri baru terdiri dari 6 kepala keluarga muslim yakni keluarga H. Madrawi, H.M. Poliman, H. Saifudin Kamarudin Lukmanji, Bapak Nizan, Bapak Awi dan Bapak Niman.
 
Menimbang jauhnya lokasi tersebut dari pusat kota khususnya pemukiman warga Muslim. Panitia Pendirian Masjid meminta agar tanah yang diwakafkan oleh bapak Bupati tersebut, ditukar guling dengan tanah yang berlokasi di depan Markas Armada Pertahanan Udara Republik Indonesia (ARHANUDRI) Gianyar (sekarang Yonzipur 18/YKR Gianyar) dengan pertimbangan bahwa banyak anggota ARHANUD RI Gianyar yang juga beragama Islam.
 
Bangunan masjid mulai berdiri ditahun 1967 diatas lahan seluas ± 8are dan diberi nama Masjid Jami’ Al-A’la Gianyar. Pembangunan awal masjid yang diarsiteki oleh Raden Su’ud ini rampung dalam waktu dua tahun. Bangunan masjid jami’ tersebut tidaklah sebesar sekarang, hanya sepertiga dari luas bangunan sekarang, mengingat warga muslim saat itu juga belum sebanyak saat ini.

Interior Masjid Agung Al-A’la Gianyar [foto: Tri Wahyu Supriyanto]
 
Dengan para pendirinya terdiri dari warga muslim awal di Gianyar yakni H.M. Poliman (Ketua Partai NU Cabang Gianyar saat itu), H. Saifudin Kamarudin (aktifis Muhammadiyah Gianyar saat itu), Letnan Oka Sukarja dan Darwanto dari Arhanud RI Gianyar,  Saheran (Guru PNS), Jahrudin (Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar asal Makassar, sekaligus Ketua Takmir pertama). Sumito (Komandan Polisi Resort Gianyar saat itu, sebagai Sekretaris Takmir Pertama) dan Sumarno (Kepala BRI Gianyar saat itu, sebagai Bendahara Takmir Pertama).
 
Seiring dengan telah berdirinya bangunan masjid, kemudian dibentuk Madrasah Ibtidaiyah di tahun 1969 namun menumpang tempat di Gedung TK Bayangkari. Barulah ditahun 1971 dibangun Gedung madrasah yang berlokasi dibelakang masjid. Remaja Masjid Al-A’la mulai dibentuk tahun 1984 oleh Sukandi (putera H.M. Poliman), Sumariyanto (kini menetap di Madura), H. Sadiran dan Alm. Mustamar (terakhir menjabat Seksi Kebersihan hingga wafat pada 13 Agustus 2018).
 
Renovasi Masjid Agung Al-A’la Gianyar
 
Renovasi pertama masjid ini dilakukan pertama kali ditahun 1992 sebatas pada perluasan serambi masjid. Rencana renovasi perluasan masjid dicetuskan ditahun 1995 dilanjutkan dengan pembentukkan Panitia Renovasi Pembangunan Masjid yang diketuai oleh Sapto Widodo dan Sekretaris Drs. H. Sholehuddin Abdul Choliq.

Fitur menarik di Masjid Agung Al-A’la Gianyar.
 
Sempat terjadi pergantian ketua panitia hingga tiga kali awalnya diketuai oleh Sapto Widodo karena pindah tugas digantikan oleh Drs. Hasanuddin Said, setelah dua tahun diganti oleh R. Suprayitno dan terakhir jabatan Ketua Panitia dipegang oleh Drs. H. Teguh Mahargono sedangkan arsiteknya adalah Ir. Bambang Hermanto.
 
Pada tanggal 6 Juli 1996 dilaksanakan Renovasi Masjid secara total hingga ke bentuknya saat ini, walau dengan modal sebesar Rp.  25.000.000,00. Upacara Peletakan Batu Pertama dilaksanakan pada Hari Jum’at oleh Bupati Gianyar Tjokorda Gde Budi Suryawan, SH turut disaksikan oleh Muspida Kabupaten Gianyar dan Ketua MUI Provinsi Bali (yang diwakili oleh Drs.Oentung Oetomo). Renovasi tersebut diperluas hingga lahan Madrasah di bagian belakang masjid, sedangkan Madrasah dipindah ke lokasi lain.
 
Renovasi selesai diawal tahun 2003, bangunan masjid berlantai dua memiliki dua kubah bulat di bagian depan, bentuk asli atap yang bertingkat dua tetao dipertahankan. Kemudian bangunan baru diresmikan oleh bupati Gianyar Tjokorda Gde Budi Suryawan, SH pada tanggal 9 Februari 2003.
 
Rujukan
 
https://masjidagunggianyar.blogspot.com/2016/11/sejarah-masjid-agung-al-ala-gianyar.html?sc=1686473787877#c5627317712815606630
https://bali.kemenag.go.id/gianyar/berita/44122/masjid-agung-al-ala-kabupaten-gianyar-raih-juara-1-lomba-kemakmuran-masjid-tahun-2022-tingkat-provinsi
https://kua-bali.id/detail-rumah-ibadah/kua_gianyar/509
https://rumahibadah.kemenagbali.com/index.php/id/detail/138

Saturday, June 17, 2023

Masjid Danau Prokos Bosnia: Niat Tulus Mendiang Suami, Diwujudkan Oleh Istri Tercinta

Prokos Mosque / Prokoški Mosque / Prokoško Mosque / Džamija Prokoško Jezero / Masjid Danau Prokosko di Bosnia & Herzegovina. Masjid di lokasi tertinggi di Eropa.
 
Ini kisah kecil dari sebuah masjid mungil ditepian danau Prokos, Bosnia & Herzegovina. Dari letak geografisnya, masjid ini merupakan masjid yang berada di lokasi tertinggi di benua Eropa. Masjid danau Prokos dibangun tahun 2005 oleh pasangan suami istri dari Visoko, mereka adalah Hadžija (Hajji) Salih Cabaravdic dan istrinya Hadžinica (Hajah) Ferida Cabaravdic.
 
Haji Salih dan Istrinya Ferida sudah sejak lama memiliki sebuah pondok peristirahatan kecil di tepi danau Prokos. Tiap kali mereka sedang disana, Haji Salih mengajak muslim setempat untuk sholat berjamaah di pondok mungil mereka. Berawal dari situ, Haji Salih meminta izin kepada istrinya untuk merobohkan pondok kecil mereka dan membangunnya lebih besar sebagai masjid untuk warga muslim setempat beribadah.
 
Musim gugur 2004 Haji Salih sudah mulai membeli bahan bahan material untuk membangun masjid impiannya. Pada Januari 2005 Haji Salih menjual seluruh saham miliknya ditempat ia bekerja yang akan ia gunakan untuk membangun masjid, namun beliau wafat sebelum sempat mewujudkan masjid impiannya. Hajah Ferida yang kemudian melanjutkan niat suaminya.
 
Bermodal uang tunai 30.000 Mark peninggalan mendiang suaminya, beliau mulai membangun masjid kecil di tepian danau Prokos setelah mendapatkan izin dari pemerintah dan komunitas muslim setempat. Apa yang ia lakukan kemudian mendapat perhatian dari para sahabatnya yang turut membantu.
 
Beberapa diantara mereka ada yang membantu pembuatan mihrab, teman temannya dari Iran menyumbang karpet, dan sepupunya Hazim Zečević membantu pembuatan menara masjid tersebut. Masjid Danau Prokos selesai dibangun dan mulai digunakan pada 24 Juni 2005. Selain meneruskan niat suaminya untuk membangun masjid, Hajah Ferida juga menunaikan ibadah haji badal untuk mendiang suaminya
 
Kini danau prokos menjadi salah satu destinasi wisata pavorit di Bosnia karena letaknya yang unik berada di dataran tinggi sehingga terdapat flora dan fauna endemik di danau dan sekitarnya. Masjid mungil inipun turut populer dikalangan wisatawan terutama bagi wisawatan dari negara negara arab dan negara negara Islam lainnya, karena memang merupakan masjid satu satunya di kampung kecil di danau Prokos.***

Sunday, June 11, 2023

Masjid Agung Bangli Provinsi Bali

Masjid Agung Bangli provinsi Bali [foto: Ubay 26].
 
Masjid Agung Bangli adalah Masjid Agung kabupaten Bangli di Provinsi Bali, lokasinya berada di seberang komplek kantor Polres Bangli di ruas jalan Lettu Lila No.5, desa Kawan kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, provinsi Bali. 
 
Berdiri di kawasan pusat pemerintahan kabupaten Bangli di tengah desa Kawan, tentu saja masjid agung Bangli mudah untuk dicapai. Letaknya tak jauh dari Alun Alun Bangli (lapangan Kapten Mudita) tempat kantor Bupati Bangli Berada, dan kantor kantor dinas dan institusi pemerintah lainnya berada di kawasan tersebut.

Masjid Agung Bangli
Jl. Lettu Lila No.5, Kawan, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80614
https://goo.gl/maps/SKzwrUSyQBW7Zv2C8
 

 
Menurut situs Layanan Agama Kecamatan Bangli, disebutkan bahwa Masjid Agung Bangli dibangun diatas tanah wakaf seluas 1300 meter persegi dengan penanggungjawabnya H. Ghufron Fathoni. Merujuk kepada situs simas kemenag, masjid Agung Bangli didirikan pada tahun 1981.
 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bangli berkantor di lingkungan masjid ini. Selain itu di lingkungan masjid juga terdapat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Diniyah dan Raudhatul Athfal (RA / taman kanak kanak Islam) Al-Hidayah yang lokasinya berada dibelakang bangunan masjid.

Pengelolaan Masjid Agung Bangli
 
Masjid Agung Bangli dikelola oleh Yayasan Masjid Agung Bangli dibawah pimpinan Ketua Yayasan H Lukman Hakim. Sedangkan Takmir (pengurus) Masjid diketuai oleh H Gufron Fathoni yang juga Ketua MUI kabupaten Bangli. Dan tak lepas dari peran serta Ketua PC NU Bangli H. Ma”arif, S.Ag, Ketua PHBI Bangli H. Ahmad Yani dan segenap Muslim Bangli.

Interior Masjid Agung Bangli [foto: kua-bali.id]
 
Pimpinan dan personal Polres Bangli yang kantornya berada tepat berseberangan dengan masjid ini juga secara aktif turut serta memakmurkan masjid ini terutama dalam aspek pengamanan aktivitas di Masjid Agung Bangli.
 
Kunjungan Bupati Bangli ke Masjid Agung Bangli
 
Pada 6 April 2023 Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta berkunjung ke Masjid Agung Bangli, untuk menghadiri acara silaturrahmi dan pemberian santunan yatim piatu dan dhuafa.
 
Dalam acara itu, Bupati Bangli mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh para pengurus dan anggota IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Bangli, yang bergotong royong melakukan pengumpulan dana dan shodaqoh untuk selanjutnya diberikan kepada anak yatim piatu dan dhuafa.
 
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyerahkan santunan yatim piatu di Masjid Agung Bangli [foto: antara]
 
Dalam kurun waktu tahun 2023 Pemkab Bangli juga telah memberikan dana hibah kepada berbagai lembaga, termasuk kepada warga Muslim Bangli yang pada tahun 2023 juga diberikan Ambulans kepada Yayasan Masjid Agung Bangli.
 
Acara tersebut juga dihadiri DPD Bambang Santosa, Para Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat Muslim se-Kabupaten Bangli, Pengurus Wilayah IPHI Provinsi Bali, Kepala Kemenag Kabupaten Bangli beserta undangan Lainnya.
 
Adapun dana hibah yang dimaksud, sudah diserahkan langsung oleh Bupati Bangli kepada Yayasan Masjid Agung Bangli pada 20 Februari 2023 bersamaan dengan penyerahan dana hibah untuk desa desa adat di kabupaten Bangli. Sedangkan satu unit Mobil Ambulance dari Bupati Sang Nyoman Sedana Arta diserahkan kepada pengurus masjid Agung Bangli pada 12 Mei 2023.
 
Masjid Agung Bangli [foto: Reza Maha]
 
Aktivitas Selama Pandemic Covid-19
 
Selama masa pandemic Covid-19, Kepala Kantor Kemenag kab.Bangli, I.Made Subawa, didampingi Kasubag TU dan Kasi Bimas Islam, Bersama Pengurus Takmir Masjid Agung Bangli memberikan sosialisasi tentang pentingnya gerakan 5M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi Mobilitas untuk mendukung upaya pencegahan Covid 19 secara efektif, efisien dan maksimal.
 
Aktivitas peribadatan di Masjid Agung Bangli berangsur normal di tahun 2022 seiring dengan mulai meredanya pandemic. Aktivitas peribadatan termasuk sholat tarawih berjamaah untuk umum sudah mulai kembali dilaksanakan pada bulan Ramadhan tahun 2022 sejalan dengan izin dari pemerintah. Sebelumnya selama pandemic, pelaksanaan sholat tarawih terbatas bagi pengurus dan masyarakat muslim disekitar masjid saja.***

Rujukan
 
https://bali.kemenag.go.id/bangli/berita/23528/sosialisasi-gerakan-5m-di-masjid-agung-bangli
https://www.antaranews.com/berita/3475137/bupati-bangli-santuni-anak-yatim-piatu-dan-dhuafa-di-masjid-agung
https://kua-bali.id/detail-rumah-ibadah/kua_bangli/35
https://www.balipuspanews.com/bupati-sedana-artha-serahkan-dana-hibah-daerah-kepada-yayasan-masjid-agung-dan-desa-adat-di-bangli.html
https://bali.tribunnews.com/2022/03/30/masjid-agung-bangli-gelar-shalat-tarawih-untuk-umum-seperti-sebelum-pandemi
https://resbangli.bali.polri.go.id/personil-polsek-bangli-amankan-kegiatantasyakuran-dan-doa-bersama-di-masjid-agung-bangli/
https://bali.tribunnews.com/2023/05/12/bupati-bangli-serahkan-sumbangan-mobil-ambulans-bagi-umat-muslim
https://simas.kemenag.go.id/profil/masjid/114540
 

Sunday, May 28, 2023

Masjid Terapung Amahami Kota Bima

Masjid Terapung Amahami Kota Bima [@ardiaziz03]

Masjid terapung kota Bima atau Masjid Terapung Amahami adalah masjid yang berada di tepian pantai Amahami kota Bima, tepatnya berada di Jl.
Sultan Muhamad Salahuddin, Belo, kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberadaan masjid ini kini menjadi landmark kota Bima terutama dari arah laut.
 
Desainnya merupakan hasil karya dari tim Universitas Petra Surabaya yang mendapat mandat langsung dari Pemerintah Kota Bima. Pemkot Bima sebelumnya punya cita-cita untuk mengangkat pariwisata kota setempat dengan membangun objek menarik yang bisa menarik perhatian wisatawan. Setelah melalui proses diskusi, disepakatilah keputusan mendirikan masjid terapung.
 
Masjid Terapung Amahami Kota Bima
Jl. Sultan Muhamad Salahuddin, Belo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat 84111
 

Pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh pemerintah kota Bima dibawah kendali Walikota setempat HM. Qurais H. Abidin. meskipun sejak awal rencana pembangunan masjid ini mendapat penolakan bahkan kecaman keras dari beberapa pihak, namun masjid ini ahirnya dibangun dan kini menjadi salah satu Ikon kota Bima.
 
Pembangunan masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 10 April 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bima yang ke 15, dan sudah  mulai dapat digunakan pada ahir tahun 2017 dan diresmikan pada 10 April 2018 oleh walikota Bima HM. Qurais H. Abidin
 
Kontroversi
 
Pembangunan Masjid Amahami sempat memicu kontroversi di masyarakat Bima. Biaya pembuatannya dikabarkan menelan biaya hingga 15 miliar rupiah, namun hasil jadinya dinilai berbeda dengan bentuk maket dan gambar desain yang selama ini beredar.
 
Masjid Terapung Amahami Kota Bima [@riyantoariss]

Hal ini mengundang kecurigaaan bahwa ada ‘permainan’ dalam proyek pembangunan masjid terapung. Namun hal tersebut dibantah oleh perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bima. Disebutkan bahwa dari perencanaan awal hingga bentuk akhir, yang berbeda hanyalah warna catnya.
 
Ikon Pariwisata Bima
 
Masjid Terapung Amahami salah satu yang menjadi icon di Kota Bima. Masyarakat Kota Bima maupun yang dari luar Kota kerap datang pada saat menjelang sore hari sembari menanti adzan Maghrib. Mereka menikmati suasana senja yang indah, tenang dan sejuknya angin Pantai Amahami.
 
Tidak sedikit masyakarat mengabadikannya dengan latar belakang Masjid Terapung dan sunset. Foto-foto yang dihasilkan pun cantik nan estetik. Sedangkan pada sisi depan masjid, menyuguhkan pemandangan gugusan perbukitan, Taman Amahami dan jalan utama Kota yang ramai di lewati kendaraan.
 
Masjid Terapung Amahami Kota Bima [@riyantoariss]

Konsep Pembangunan
 
Masjid ini dibangun dengan konsep “Nggusu Waru” dan dan “Uma Lengge” yang bermakna delapan karakteristik/kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dua unsur tersebut lantas diwujudkan rancangan dasar masjid terapung dan dikombinasikan dengan desain bintang Al-Quds, simbol terkenal dalam ajaran Islam.
 
Selain itu, di bagian kisi-kisi masjid juga diberi detail ornamen khas Bima, bunga satako. Satako sendiri artinya adalah bunga setangkai. Filosofinya, seseorang harus bisa menebar kebaikan di keluarga maupun masyarakat sekitar, layaknya bunga yang menyebarkan aroma harum di sekitarnya.***
 
Referensi
 
https://www.bimakini.com/2023/02/masjid-terapung-kota-bima/
https://pariwisata.bimakota.go.id/web/detail-berita/196/mesjid-terapung-
https://direktoripariwisata.id/unit/8584

Saturday, May 27, 2023

Masjid Agung Ad Durrun Nafis Sukamara

Masjid Agung Ad Durrun Nafis Sukamara [google user Slamet Riyadi]. 

Masjid Agung Ad Durrun Nafis adalah masjid agung kabupaten Sukamara provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten ini juga dikenal dengan julukannya “Bumi Gawi Berinjam”. Masjid Agung Ad Durrun Nafis dibangun dilapangan mini Sukamara, berdiri diatas lahan milik pemda seluas lebih kurang 60.000 M2. Masjid dibangun bertingkat dengan satu lantai dasar dan dua lantai utama berarsitektur modern seluas 5.000 meter persegi dengan daya tampung sekitar 7000 jemaah.
 
Saat ini, Masjid Agung Ad Durrun Nafis juga dijadikan sebagai pusat kegiatan pondok pesantren modern Nurul Hijrah Sukamara. Bangunan didominasi warna kuning emas ini sering dikunjungi warga dari luar daerah. Wajar jika pemerintah daerah menjadikannya sebagai salah satu ikon Sukamara.

 
Lokasi masjid Agung Ad Durrun Nafis terletak satu lokasi dengan sejumlah lapangan olahraga, seperti sepak bola, basket, tenis, lintasan lari, dan sarana olahraga. Lokasi itu pun  dijadikan sebagai pusat berolahraga masyarakat. Pagi maupun sore hari nampak ramai dikunjungi. Setiap pagi dan sore banyak warga datang lari dan berolahraga di sini. Lokasinya cocok dan sarana sangat mendukung.
 
Pembangunan Masjid Agung Ad Durrun Nafis
 
Masjid Agung Ad Durrun Nafis dimulai pada tahun 2013 pada masa pemerintahan bupati H. Ahmad Dirman dan wakil bupati Windu Subagio. Pembangunan masjid tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2017.
 
Namun sampai ahir tahun 2017 pembangunan nya belum selesai dan ditarget ulang akan mulai dapat dgunakan pada tahun 2018 meskipun belum rampung seluruhnya. Aktualnya, masjid Agung Ad Durrun Nafis baru mulai digunakan untuk kegiatan peribadatan pada tahun 2019 dan proses penyelesaian masih dilanjutkan.

Masjid Agung Ad Durrun Nafis Sukamara pada saat dalam tahap pembangunan.
 
Biaya Pembangunan
 
Anggaran pembangunan masjid sejak tahun 2013 hingga tahun 2015 sebesar Rp. 34 milyar. Anggaran tahun 2016 Rp. 10milyar. Anggaran Tahun 2017 Rp. 10 Milyar, Anggaran Tahun 2018 Rp. 7 milyar. 2019 2,6 milyar. Anggaran Tahun Tahun 2020 Rp. 4 milyar, Sedangkan biaya yang dibutuhkan seluruhnya mencapai Rp. 90 milyar lebih.
 
Tuan Rumah STQ 2015
 
Ditahun 2015 Masjid Agung Sukamara menjadi salah satu venue penyelenggaraan STQ Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat provinsi Kalimantan Tengah yang dimulai pada minggu pertama bulan April 2015. STQ tersebut diikuti oleh para kafilah dari 14 kabupaten & kota Se Kalimantan Tengah.
 
Interior Masjid Agung Ad Durrun Nafis Sukamara [google user Muhammad Arrasy]

Menjelang perhelatan tingkat provinsi tersebut, pembangunan masjid agung inipun dikebut penyelesaiannya. Pemkab Sukamara sendiri telah menyediakan dana sebesar Rp. 15 Milyar unruk acara tersebut termasuk untuk penyelesaian pembangunan Masjid Agung dan penataan lokasi arena panggung di alun alun masjid agung.
 
Masjid Agung Sukamara Salurkan Zakat
 
Pada April 2023 Panitia zakat fitrah Masjid Agung Sukamara untuk pertama kalinya menerima zakat H Abdul Rasyid AS dan Hj Nuriyah dan menyalurkannya kepada masyarakat sebanyak 700 sak beras dan 1.400 liter minyak goreng pada Kamis, 20 April 2023. Pembagian zakat tersebut dilakukan menggunakan kupon, masing masing kupon menerima sebanyak 1 sak beras dengan berat 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng.
 
Diketahui, H Abdul Rasyid AS selaku pemilik PT CBI Group tersebut menyalurkan zakat fitrah sebanyak 50.000 sak beras dan 100.000 liter minyak goreng. Untuk Kabupaten Sukamara menerima 6.248 sak beras dan 12.496 liter minyak.
 
Masjid Agung Ad Durrun Nafis Sukamara [borneonews.co.id]

Penetapan Nama Masjid Agung Sukamara
  
Pada 10 Mei 2023 pemerintah Kabupaten Sukamara menetapkan nama resmi bagi Masjid Agung Sukamara dengan nama Masjid Agung Ad-Durrun Nafis, sejak dibangun tahun 2013 masjid tersebut hanya disebut sebagai ‘masjid agung’ saja. Penetapan nama masjid agung tersebut dengan melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
 
Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi, menjelaskan bawha Dalam pertemuan yang digelar, ada lima nama masjid yang diusulkan, dan dari lima mana tersebut para peserta rapat menyetujui salah satu nama masjid yang diusulkan. Dari 5 nama masjid ada satu nama yang terpilihlah yaitu Ad-Durrun Nafis, yang berarti Masjid Agung Permata Hijau atau Permata Syurga.***
 
Referensi
 
http://www.borneonews.co.id/berita/28331-pembangunan-masjid-agung-habiskan-rp60-miliar
http://www.sukamarakab.go.id/artikel-147-sukamara--siap-menyambut-kafilah-stq-2015.html
https://www.borneonews.co.id/berita/300958-pemkab-sukamara-tetapkan-nama-masjid-agung-sukamara-ad-durrun-nafis
https://radarsampit.jawapos.com/radar-utama/13/05/2023/akhirnya-nama-masjid-agung-sukamara-ditetapkan/
https://www.borneonews.co.id/berita/77688-tahun-2018-masjid-agung-sukamara-bisa-untuk-beribadah
https://www.borneonews.co.id/berita/298968-masjid-agung-sukamara-salurkan-700-sak-beras-dan-1-400-liter-minyak-goreng-zakat-h-abdul-rasyid-as
https://www.radarsampit.com/berita/sekilas-di-balik-pembangunan-mega-proyek-masjid-agung-sukamara.html
https://radarsampit.jawapos.com/radar-utama/20/05/2023/warga-bisa-berekreasi-di-sekitar-masjid-agung-sukamara/

Friday, May 26, 2023

Masjid Agung Riyadlush Shalihin Pangkalan Bun

Masjid Agung Riyadlush Shalihin Kotawaringin Barat [google user Andi_AM 80] 

Masjid Agung Riyadlush Shalihin adalah masjid agung kabupaten Kotawaringin Barat yang berada di Pangkalan Bun. Merupakan masjid utama dan terbesar di kabupaten Kotawaringin Barat. Bangunan masjid ini pertama kali dibangun tahun 1977 menjelang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan dari tahun ke tahun terus mengalami pembenahan serta perawatan hingga tahun 2015.
 
Posisi masjid ini berada di lokasi strategis di tengah Kota Pangkalan Bun. Konstruksi bangunan dari beton bertingkat dua dan diprediksi mampu menampung hingga 5 ribu jemaah.
 
Masjid Agung Riyadlush Shalihin
Jl. Sutan Syahrir, Sidorejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
 

 
Bangunan masjid yang kini berdiri merupakan hasil dan renovasi dan pembangunan tahun 2015. Peresmian bangunan masjid baru tersebut dilakukan oleh Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar, pada Jum’at 16 Januari 2015 pukul 20.00 WIB.  Upacara peresmian tersebut juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 
Upacara peresmian masjid Agung tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan disaksikan oleh sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta ratusan masyarakat muslim yang hadir. Selain itu juga dilakukan tradisi potong tumpeng oleh Bupati dan pertama kali diserahkan kepada Ketua Masjid Agung Dahlan Mail.
 
Arah Kiblat
 
Penentuan arah kiblat di Masjid Riyadlus Solihin sudah sesuai panduan yang ditetapkan Kementerian Agama RI. Posisi arah kiblat di masjid tersebut berada di Azimuth 293 derajat antara barat dan utara.*** 
 
Referensi
 
http://pde.kotawaringinbaratkab.go.id/?p=2358 (broken link)
http://www.borneonews.co.id/berita/33874-tidak-ada-pengukuran-ulang-arah-kiblat-di-masjid-agung-pangkalan-bun

Saturday, April 22, 2023

Masjid Agung Al Falah Sigli Kabupaten Pidie

Masjid Agung Al Falah saat ini dilatar depan warna atap merah, dan proyek pembangunan masjid Agung Al Falah yang sedang berjalan dengan ukuran berkali lipat dari bangunan masjid saat ini.

Masjid Agung Al Falah Sigli adalah masjid agung di kabupaten Pidie provinsi Aceh yang berada di kota kecamatan Sigli. Merujuk kepada data BPS kabupaten Pidie merupakan kabupaten di provinsi Aceh dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di provinsi Aceh. Jumlah penduduk kabupaten Pidie pada tahun 2021 sebanyak 435.492 jiwa, dengan kepadatan 141 jiwa/km2[i].
 
Kabupaten Pidie memiliki ke unikannya sendiri karena wilayah ini tidak disebut sebagai Aceh Pidie melainkan sebagai Kabupaten Pidie saja, hal tersebut terkait dengan faktor sejarahnya. Kabupaten Pidie dahulunya merupakan kerajaan Pedir yang bukan bagian dari Kesultanan Aceh.
 
Masjid Agung Al Falah Sigli
Jl. Profesor Abdul Majid Ibrahim, Blk. Sawah, Kec. Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh 24114



Kerajaan Pedir kemudian bergagung dengan kesultanan Aceh pada saat konfrontasi melawan Portugis. Catatan sejarah menyebutkan Sultan Iskandar Muda pernah dating berkunjung ke kerajaan Pedir tepatnya ke Negeri Meureudu sebelum menyerang Pahang di Semenanjung Malaya. Meureudu memiliki sebuah masjid tua yang kini dikenal sebagai Masjid Poteu Meureuhom, dan setelah pemekaran dan terbentuknya kabupaten Pidie Jaya, Meureudu menjadi ibukota kabupaten Pidie Jaya.

Masjid Agung Al Falah Sigli

Sejauh ini kami belum menemukan catan terkait sejarah pembangunan masjid Agung Al Falah Sigli. Namun demikian sehubungan dengan kebutuhan akan masjid dengan daya tampung yang lebih besar sudah sangat mendesak, sejak tahun 2015 yang lalu pemerintah kabupaten Pidie sudah memulai pembangunan Masjid Agung Al Falah yang baru dengan ukuran yang jauh lebih besar dengan lokasi bersebelahan dengan bangunan masjid Agung saat ini.
 
Masjid Agung Al Falag Sigli 

Bangunan baru masjid agung Al Falah kini sudah menampakkan bentuknya yang sangat besar dibandingkan dengan bangunan masjidnya saat ini meskipun masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan masjid baru tersebut sempat menjadi sorotan masyarakat setempat karena lambannya proses pembangunan dan bahkan sempat mangkrak.
 
Peletakan batu pertama pembangunan masjid agung Al Falah yang baru ini telah dilakukan oleh Bupati Pidie Sarjani Abdullah pada hari kamis 30 Juli 2015 di tanah seluas tiga hektar di Gampong Blok Sawah Kecamatan Kota Sigli. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh dan ulama kharismatik Abu Usman Kuta Krueng.
 
Sampai dengan tahun 2022 proyek pembangunan masjid tersebut telah menelan dana hingga 142 milyar rupiah namun belum kunjung selesai. Semoga pembangunan masjid impian warga muslim Pidie segera selesai dan menjadi salah satu kebanggan warga setempat.***
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Tengku Di Pucok Krueng Pidie Jaya
Masjid Beras Segenggam Pidie