Saturday, February 4, 2017

Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Aceh Utara

Masjid Agung di Kota Lhok Sukon

Megah dalam gaya masjid modern gaya Timur Tengah dengan balutan warna putih pada hampir keseluruhan bangunan dan warna biru di bagian kubah dengan sedikit sentuhan warna kuning emas, masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon berdiri megah di pusat kota Lhoksukon kabupaten Aceh Utara. Wacana pembangunan masjid ini sudah mencuat di tahun 1968, dimulai dengan pencarian lahan yang tepat untuk lokasi pembangunan. Lokasi yang dipilih adalah lahan Sekolah Rakyat (Kini SDN 3 Lhoksukon) yang dikemudian dilakukan tukar guling di tahun 1972.

Di tahun yang sama, pembangunan masjid dimulai oleh masyarakat yang dipimpin oleh Tgk H. Ibrahim Bin H Ya’qub dan para tokoh masyarakat lain, di antaranya Abu Sulaiman (Abu di Dayah ), Tgk Abu Basyah, Tgk Ismail Aziz, Tgk Kasem Usman, Tgk Thaeb Usman, Tgk Ismail bin Dayah selaku panitia serta Bupati Aceh Utara periode 1973-1978, Abdullah Yakob.


Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Baiturrahim dilakukan oleh Bupati Aceh Utara kala itu dan disaksikan oleh Ulama Kharismatik Lhoksukon, Abu Sulaiman (Abu di Dayah) dan panitia pembangunan masjid lainnya, dan seluruh proses pembangunan baru diselesaikan tahun 1980.

Masjid mulai direnovasi total pada tahun 2004, setelah ditetapkannya Lhoksukon sebagai ibukota Aceh Utara dan pemekaran Kota Lhokseumawe tahun 2001. Kala itu tampuk pimpinan Bupati Aceh Utara dijabat oleh Ir H Tarmizi A Karim, M.Sc. Renovasi dilakukan bulan Agustus, bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan. Proses pembagunannya didanai oleh APBD dan swadaya masyarakat.

Bentuk bangunan masjid dirancang ber-arsitektur Timur Tengah dengan 6 tiang pondasi dasar untuk menopang kubah induk yang dikelilingi 4 kubah kecil dan 4 menara yang mengelilingi kubah induk. Memiliki gerbang utama dengan rancangan yang sesuai dengan bentuk masjid. Di bagian dalam masjid memakai campuran warna dengan dominasi relief tembaga.

Status masjid pun berubah, dari nama awal Masjid Baiturrahim Lhoksukon menjadi Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon-Aceh Utara. Pemberian nama masjid agung pada tahun 2007 tersebut disesuaikan dengan status Lhoksukon yang sudah menjadi ibukota kabupaten. Tahapan pembangunan berikutnya dari masjid ini adala proses perluasan halamannya yang saat ini masih berlangsung proses pembebasan lahan di sekitar masjid secara bertahap.***