Sunday, February 5, 2017

Masjid Raya Al 'Arief Jagal Senen Jakarta Pusat

Berdiri sejak abad ke 17, masjid Raya Al-Arif bertahan melewati zaman ditengah salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta yang berada di kawasan Pasar Senen Jakarta Pusat. Pekarangan masjid ini menjadi salah satu tempat parkir paforit bagi para pengguna kendaraan roda dua. Masjid ini diperkirakan dibangun pada abad ke 17 oleh seorang bangsawan kesultanan Gowa (Sulawesi Selatan) Upu Daeng Arifuddin, dan nama beliau kemudian di abadikan sebagai nama masjid ini.

Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen
Jl. Stasiun Senen, RW.3, Senen, Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410



Sejarah Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen

Pada mulanya masjid ini disebut Masjid Jami Jagal Senen, Karena memang dibangun ditengah tengah perkampungan para tukang jagal hewan ternak di pasar Senen, baru kemudian di tahun 1969 namanya diganti dengan nama Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen.

Masjid ini didirikan oleh seorang pedagang dari Bugis, Upu Daeng H Arifuddin bersama dengan masyarakat setempat sekitar tahun 1695. Selain untuk syiar Islam, juga sebagai tempat beribadah para pedagang, masyarakat dan perantau. Dengan dana seadanya ditambah sumbangan para jamaah, masjid itu akhirnya berdiri dengan nama Masjid Jami' Kampung Jagal.

Upu Daeng Arifuddin, dikenal sebagai keturunan Raja Goa dan juga pejuang yang disegani saat melawan kolonial Belanda. Arifuddin wafat pada tahun 1745. Makamnya terletak di bagian barat masjid. Ada pula makam empat sahabat Arifuddin. Masjid ini pernah direnovasi atas sumbangan pengusaha garmen asal Pondokkopi, Jakarta Timur, sebesar Rp 400 juta. Masjid Al-Arif sempat terancam dibongkar pada tahun 1969 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang berniat melebarkan area Pasar Senen.

Pemerintah Jepang saat menjajah Indonesiajuga berencana membongkar masjid, namun gagal. Dia mengungkapkan, saat pejabat pemerintah Jepang mengabadikan masjid itu, sebelum dibongkar, pada foto hasil cetakannya muncul sosok lelaki berjubah putih yang tak lain adalah sosok Arifuddin.

Interior Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen

Arsitektur Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen

Masjid Raya Al Arif Jagal Senen berdenah segi empat dengan ukuran cukup luas sekitar 550m2 dengan atap limas bersusun. Berdiri di atas lahan wakaf dari Daeng Arfiuddin seluas sekitar 2,850 m2 telah memiliki sertifikat hak milik yang dialamatkan kepada ahli waris. Lantai  Masjid Raya Al Arif Jagal Senen di tutup dengan keramik dan biasanya dibagian depan dilapis lagi dengan karpet sajadah. Dibagian tengah terdapat 4 pilar menopang struktur atap bangunan.

Ruangan dibatasi dengan dinding di bagian belakang yang memisahkan dengan jamaah wanita dan pilar-pilar dibagian sampingnya. Ruangan Utama dan ruangan untuk Jamaah wanita ini dijadikan menjadi satu dengan dinding terluar masjid dibagian pinggirnya, dan menjadi kesatuan bangunan masjid. Bagian terluar bagian depan dibatasi dengan pagar dengan teralis dengan gerbang sebagai akses masuk.

Untuk tempat wudhu berada disebelah selatan masjid. Tempat wudhu wanita terpisah dengan tempat wudhu laki-laki. Tempat buang air kecil untuk laki-laki terletak menjadi satu area dengan tempat wudhu laki-laki. Terdapat juga kamar mandi umum di tengah-tengah/antara tempat wudhu wanita dengan laki-laki. Untuk menghubungkan antara tempat wudhu dengan ruang sholat, supaya tidak kotor dipakai alas dari karpet yang terbuat dari karet. Terdapat teras di bagian depan dan sebelah selatan.

Pengelolaan dan Aktivitas

Masjid Raya Al-Arif dikelola oleh Yayasan Al Arief. Karena letak masjid yang berada di tempat umum, tidak mengherankan jika masjid ini selalu ramai dikunjungi baik dari warga sekitar, orang yang beraktifitas di daerah itu dan orang yang sedang bepergian.  Setiap harinya, pintu gerbang masjid ini hanya buka pada jam-jam ketika waktu sholat tiba. Jika di luar jam sholat, maka pintu gerbang ini ditutup. Alasan Aliudin untuk menjaga keamanan dan martabat masjid. 

Berdasarkan pengalaman, kebanyakan orang-orang datang ke masjid bukan ibadah tapi tiduran. Namun imbuh Aliudin, bagi mereka yang memang berniat mau zikir dan sholat sunnah di Masjid Al Arif Jagal Senen dapat melewati pintu belakang. Setiap harinya, pintu belakang masjid yang kecil terbuka bagi siapa saja.***