Saturday, December 31, 2016

Masjid Agung Nurul Ikhlas di Cilegon

Empat menara setinggi 55 meter ditambah dengan kubah hijaunya.menjulang diantara pertokoan dan pusat perniagaan di pusat kota Cilegon merupakan fitur utama dari Masjid Agung Nurul Ikhlas ini. 

Masjid Agung Nurul Ikhlas adalah masjid agung bagi kota Cilegon provinsi Banten. Lokasi masjid ini berada di sisi ruas jalan Sultan Ageng Tirtayasa 2 di pusat kota Cilegon berseberangan dengan rumah dinas walikota Cilegon, diantara jejeran pertokoan pusat perniagaan di kota yang wilayahnya membentang hingga ke pelabuhan penyeberang Merak yang merupakan gerbang utama pulau Jawa dari arah laut dari arah pulau Sumatera. Empat menaranya yang unik dan menjulang plus kubah hijau ala masjid Nabawi nya itu menjadi fitur utama bangunan masjid agung Kota Cilegon ini.

Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon berdiri di atas lahan seluas 3600 m2. Menurut beberapa sumber masjid ini sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda dengan bentuk yang tak semegah, sebesar dan seindah saat ini. Kala itu masjid ini sudah memiliki menara namun tak setinggi menaranya saat ini, kemudian dilakukan perombakan, menara tunggalnya dibuat lebih tinggi dalam perombakan kedua bangunannya.




Pembangunan ulang masjid ini dilakukan oleh Pemkot Cilegon dimulai pada tanggal 2 Februari 2006, dengan masa pembangunan selama hampir tiga tahun menghabiskan dana sekitar 23 milyar Rupiah bangunan Masjid Agung Nurul Ikhlas berubah total dari bentuknya semula ke bentuknya saat ini, daya tamping Jemaahpun meningkat hingga mampu menampung 2000 jemaah sekaligus. Peresmian masjid ini dilakukan pada tanggal 27 Maret 2009 oleh Agama RI H. Maftuh Basuni dan Walikota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at.

Masjid Agung Nurul Ikhlas terdiri dari tiga lantai, lantai basemen (1.175 m2), lantai dasar (1.372) dan lantai satu (1.073 m2). Lantai basemen merupakan area pendukung tempat wudlu dan toilet berada di lantai ini. Ruang sholat utama berada di lantai dasar. Sementara lantai satu digunakan untuk ruang sholat wanita atau tambahan ketika sholat jumat atau Idul Fitri dan Idul Adha dilaksanakan. Dari pintu gerbang, kita bisa langsung bisa melihat pintu utama masuk ke dalam masjid.

Tangga, jembatan dan jalan akses langsung menuju ke lantai satu masjid ini disediakan di bagian luar masjid mengarah ke empat buah pintu besar yang langsung terhubung ke ruang sholat utama. Area parkir masjid ini tidak terlalu luas sehingga daya tampung kendaraanpun juga terbatas pula.Pemilihan material untuk masjid ini memang cukup apik. Interior dan ekterior masjid ini di dominasi oleh marmer bewarna putih hitam abu abu hingga ke ruang dalamnya menghadirkan suasana yang sejuk ditengah kota Cilegon yang panas. Masjid ini memang dirancang sebagai sebuah bangunan modern sesuai dengan kondiri kota Cilegon yang bergerak sebagai sebuah kota modern.***