Saturday, December 3, 2016

Masjid Agung Al-Buruj Pulau Buru

Gugusan Bintang. Al-Buruj yang menjadi nama masjid agung di kabupaten Buru ini bermakna gugusan bintang dan merupakan nama surah ke 85 di dalam Kitab Suci Al-Qur'an.

Pulau Buru di Provinsi Maluku dikenal dalam sejarah nasional kita sebagai salah satu pulau tempat pembuangan para narapidana politik yang terlibat dengan G 30 S/PKI. Pulau yang dulu terkesan begitu terpencil dari peradaban, terkonotasi dengan daerah yang menyeramkan, kini dengan pasti mengubah wajah dan kesan seramnya. Di Pulau ini kini berdiri sebuah masjid Agung begitu megah dengan nama Masjid Agung Al-Buruj. Emas, kini menjadi bahan tambang primadona di pulau ini dengan segala kelebihan dan kekurangan dari proses pertambangannya yang kini mulai masiv.

Masjid Al-Buruj merupakan masjid agung sekaligus merupakan Islamic Center bagi Kabupaten Buru, merupakan bangunan masjid yang begitu megah. Dan bagian paling menarik dari masjid ini adalah dana pembangunannya yang berasal dari urunan masyarakat muslim disana, fakta yang cukup mencengangkan tentunya. Dana yang mengalir masuk ke masjid ini setiap hari Jum’at juga lumayan besar, belum termasuk dana zakat/infaq/shadaqah dan lainnya, dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional masjid megah ini.

Masjid Agung Al Buruj
Namlea, Buru, Kabupaten Buru
Provinsi Maluku, Indonesia


Hal kedua yang tak kalah menarik dari masjid ini adalah penamaannya dengan nama “Al-Buruj” yang merupakan nama surah ke-85 Kitab Suci Al-Qur’an, yang penyebutannya hampir sama dengan nama pulau Buru. Al-Buruj berarti gugusan bintang, sama dengan Pulau Buru yang kini mulai berkilau menghapus kelamnya masa lalu sejarah pulau itu.

Bangunan masjid ini terdiri dari dua bagian utama yakni bangunan masjid ditambah dengan area pelataran tengah yang dikelilingi oleh selasar. Bangunan utama masjid berdenah segi empat dengan satu kubah utama di atap masjid diapit dengan empat kubah lebih kecil dipuncak bentuk Menara yang tak terlalu tinggi masing masing empat penjuru atapnya.

Masjid Al-Buruj dilihat dari pelataran tengah

Pelataran tengah berada di sisi timur masjid, seluruh permukaan lantai dibagian ini ditutup dengan keramik lantai yang warnanya mirip dengan keramik lantai area pelataran masjid Istiqlal di Jakarta. Dari area ini pengunjung dapat melihat kemegahan masjid ini dengan kubah utamanya yang begitu menonjol di atap masjid.


Masjid Agung Al-Buruj diresmikan pada tanggal 2 Februari 2009, berdiri di atas lahan seluas 25 Hektar dengan luas bangunan mencapai 2867 meter persegi dan dapat menampung hingga 8500 jemaah sekaligus. Di komplek masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas sekretariat, baik untuk yayasan internal masjid maupun organisasi keagamaan kabupaten Buru.***

Interior Masjid Agung Al-Buruj.