Saturday, April 13, 2019

Masjid Agung Nur Alannur Mandailing Natal

Berdiri megah di tepian sungai aek godang.

Masjid Agung Nur Alnnur merupakan masjid agung bagi Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina, Akronim dari MAnDaIling NAtal.

Mandailing Natal sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Masjid Agung Nur Alannur
Jl. Trans Sumatera Bukit Tinggi - Padang Sidempuan
Kelurahan Dalan Lidang Panyabungan



Selain bangunannya yang megah, masjid Agung kabupaten Mandailing Natal ini juga menjadi vocal point di tempatnya berdiri, lokasinya berdekatan dengan sungai dan bendungan Batang Gadis Aek Godang, sehingga menambah keindahan pemandangan alami di lokasi tersebut.

Masjid kebanggaan warga Madina ini diresmikan oleh Bupati Madina H Amru Daulay,SH. Pada tanggal 30 Agustus 2010. Bangunan masjid agung modern ini berdiri diatas lahan seluas 21,197m2 dan bangunan seluruh lantai seluas 4,172m2. Upacara peresmian masjid ini turut dihadiri Alim Ulama cerdik Pandai, dari pesantren mustopa wiyah purba baru, SKPD Kabupaten Mandailing Natal dan masyarakat setempat.  

Puncak atap dan menara Masjid Agung Nur Alannur.
Peresmian masjid yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci romadhon tersebut dilaksanakan setelah pelaksaan sholat tarawih berjamaah. Setelah selesai sholat Tarawih Bupati menandatangani Prasasti peresmian, dan secara simbolis membuka selubung papan nama Masjid Agung Nur Alannur.

Pembangunan masjid Agung Nur Alannur ini didanai APBD Madina secara multi year sejak tahun 2008 dan sampai dengan tahun 2012 seluruh jumlah total pembangunan Mesjid Nur Alannur ini mencapai Rp 56,678,049,000.

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Sunday, April 7, 2019

Masjid Nurul Islam Muka Kuning – Batam

Masjid Nurul Islam - Muka Kuning diantara sakura yang bermekaran.

Masjid Nurul Islam Muka Kuning ini menjadi salah satu masjid paling unik di Indonesia. Di masjid ini sholat Tarawih selama bulan Romadhon dilaksanakan dua ship untuk mengakomodir jemaah yang bekerja di ship yang berbeda. Saking ramainya, jemaah yang hadir saat sholat Tarawih memadati setiap jengkal lantai masjid hingga ke pekarangan dan tempat parkirnya.

Apa dan dimana Muka Kuning itu

Muka Kuning, adalah nama deerah di Pulau Batam, propinsi Kepulauan Riau. Daerah  itu kemudian disulap menjadi kawasan industri maju dengan nama Batamindo Industrial Park hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Kawasan industri ini dibangun (tadinya di tengah hutan belantara pulau batam) dengan fasilitas lengkap. Infrastruktur sebagai kawasan industri sudah dipersiapkan sejak awal termasuk kawasan hunian bagi para pekerja nya yang ditempatkan ditengah tengah kawasan, biasa disebut dengan dormitory yang diperuntukkan bagi karyawan lajang. Ada blok khusus untuk para staf di Blok S dan blok khusus untuk karyawan yang sudah menikah (berkeluarga) di blok M.

Masjid Nurul Islam Muka Kuning Batam dari arah Gerbang utama Batamindo, terlihat menaranya yang menjulang diantara bunga sakura yang sedang bermekaran begitu indahnya.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya termasuk didalamnya adalah community center, supermarket, mini market, rumah sakit, pujasera dan tentu saja Masjid Nurul Islam. Satu lagi fasiltas penunjang yang begitu menarik minat kala itu adalah WARTEL, bagi anda yang seumuran dengan penulis pasti ingat apa itu wartel alias Warung Telekomunikasi. Maklumlah kala itu Handphone masih belum populer seperti sekarang ini, wartel adalah tumpuan harapan untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga yang jauh dimata hingga rela antri hingga tengah malam.

Batamindo Industrial Park (BIP) – Muka Kuning ini bukanlah satu satunya kawasan industri di Pulau Batam, masih banyak sederet kawasan industri lainnya. Pulau Batam memang di kembangkan sebagai kawasan industri di masa pemerintahan Pak Harto dibawah kendali Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau Batam Industrial Development Authority disingkat BIDA atau lebih dikenal dengan “Otorita Batam” yang di ketuanya ditunjuk langsung oleh Presiden. Dikemudian hari Otorita Batam berubah menjadi Badan Penguasaan Batam (BP Batam) disahkan dengan Peraturan Pemerintah No. 46.[i]

Masjid Nurul Nurul Islam dari arah barat

Masjid Nurul Islam yang diresmikan oleh Prof. DR. B.J. Habibie pada tanggal 26 Oktober 1991 menjadi sentral kegiatan ibadah dan dakwah yang dilakukan oleh para karyawan. Awalnya masjid ini memang satu satunya tempat ibadah di kawasan tersebut. Pada awalnya aktivitas di masjid ini ramai di setiap malam minggu dengan di isi berbagai kajian ke islaman. Dikemudian hari aktivitas dan program kerja masjid ini sudah semakin berkembang pesat dan dibentuk grup kerja yang diberi nama Nurul Islam Grup (NIG). Tentang profil dan apa saja aktivitas grup ini dapat langsung berkunjung ke situs internetnya di nurulislamgroup.co.id

Masjid Nurul Islam – Muka Kuning
Batamindo Industrial Park (Mukakuning)
Batam, Kepulauan Riau 29433, Indonesia[ii]


Sakura di Masjid Nurul Islam

Pihak pengelola kawasan Industri Batamindo memang menanam berbagai jenis pohon untuk menghijaukan kawasan ini. salah satu jenis pohon yang ditanam disana adalah jenis sakura yang menghasilkan bunga yang sangat indah pada musim berbunga yang bertepatan dengan musim berbunganya sakura di Jepang. Kini bunga bunga indah itu menjadi keindahan tersendiri bagi warga Muka Kuning khususnya dan bagi warga Batam umumnya.
  
Nurul Islam dari sisi yang lain



Sakura di halaman Masjid Nurul Islam, menara masjid di latar belakang
begini pemandangan di sepanjang jalan di depan masjid Nurul Islam saat sakura berbunga.
Masjid nurul Islam dari sisi selatan
Masjid Nurul Islam tampak keseluruhan dari sudut tenggara.

Referensi

Saturday, April 6, 2019

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan

Aerial view Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan.

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan dikenal sebagai masjid terbesar di Kota Tarakan dan di provinsi Kalimantan Utara. Sejak selesai dibangun dan diresmikan tahun 2012, masjid selalu menjadi pusat studi dan kegiatan keagamaan seperti pagelaran MTQ dan kegiatan kerohanian lainnya. Di tahun 2017 yang lalu masjid ini menjadi pusat STQ tingkat Nasional.

Komplek masjid ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, terdiri bangunan utama yang luas dan terdiri dari beberapa lantai yang digunakan untuk sholat dan melakukan kegiatan islami lainnya. Interior masjid dihias dengan ukiran-ukirannya baik di pintu maupun jendela dan tembok-temboknya. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jendea jendela besar, sehingga terlihat kemegahannya.

Islamic Center Tarakan
Jl. Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat
Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara



Di bangunan utama juga terdapat kantor dan dua aula yang cukup besar. Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran dan taman yang cukup luas lengkap dengan joging track yang selalu ramai di sore hari. Menariknya lagi di halaman masjid ini juga dibangun sebuah air mancur berukuran cukup besar.

Dan yang paling unik, tak jauh dari air mancur masjid ini masih berdiri kokoh menara bekas pengeboran minyak yang konon sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda menjadi pemandangan unik yang tak kan ditemukan di halaman masjid lain. Menara masjid dibangun terpisah dari bangunan utama ditempatkan dibagian belakang bangunan utama.


Halaman belakang didesain dengan menggunakan batu-batu kecil yang disusun dengan rapi dan apik dengan cara di-paving. Masjid ini memiliki lantai dasar yang digunakan untuk parkir pengunjung, di bagian sudut ruangan banyak ruangan atau bangsal kecil yang sengaja dibuat untuk pengunjung dari luar daerah jika di lokasi masjid tersebut sedang ada perhelatan. 

Tempat Transit Wahyu di Langit

Nama Baitul Izzah memiliki arti sebagai tempat transit wahyu di langit dipilih oleh Dewan Hakim Penamaan Masjid Raya Kota Tarakan. Nama ini diusulkan Iwan Magwan SH, warga Selumit Pantai RT 16.  Sebelum pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Tarakan tanggal 16 Mei 2011, panitia mengumumkan usulan warga yang masuk 10 besar dari total 217 usulan nama Masjid Raya Tarakan yang diterima panitia.

Ketua Dewan Hakim Masjid Raya Tarakan sekaligus sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan, K.H. Zainuddin Dalila menyampaikan, terpilihnya usulan warga yang masuk 10 besar maupun penetapan Masjid Raya Tarakan bernama Baitul Izzah merupakan hasil seleksi Tim 11. Tim 11 yang orang-orangnya memiliki berbagai macam keahlian mulai dari ahli bahasa Arab, budaya Islam dan sebagainya yang akhirnya menetapkan usulan nama Baitul Izzah untuk Masjid Raya Tarakan.

Megah, besar dan luas.
Ada 200 lebih usulan nama yang masuk rata rata berupa nama masjid yang sudah banyak digunakan oleh masjid-masjid di Kaltim. Dari sekian banyak usulan kemudian terpilih 10 nama, berdasarkan kesepakatan panitia.
.
Selain memiliki nama yang langka, juga memiliki arti yang luas, baik dari segi bahasa maupun cocok dengan kondisi Kota Tarakan, dipilihlah nama Baitul Izzah.  terpilihnya nama yang menurut tim paling bagus dan belum pernah ditemukan. Sehingga dipilih nama Baitul Izzah.

Baitul Izzah sendiri mengartikan tempat yang berada di antara bumi dan langit. Dalam riwayat Alquran yang berjumlah 30 juz semuanya ditempatkan di Baitul Izzah oleh Allah SWT dan diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan pada saat beliau diangkat menjadi Rasul kala itu.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, March 31, 2019

Masjid Agung Sultan Abdullah, Lebong


Masjid Agung Sultan Abdullah, kabupaten Lebong ini dikenal sebagai masjid termegah di provinsi Bengkulu.

Masjid Agung Sultan Abdullah merupakan masjid Agung di Kabupaten Lebong, Provinsi bengkulu. Sebagai masjid Agung, masjid ini merupakan bangunan masjid terbesar dan terindah di kabupaten tersebut, dan disebut sebut sebagai masjid terindah di Provinsi Bengkulu. Dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lebong sejak tahun 2009 dengan pendanaan dari APBD kabupaten Lebong secara bertahap hingga tahu 2015.

Kabupaten Lebong beribukota di Muara Aman, merupakan salah satu kabupaten di provinsi Bengkulu, dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan UU No. 39 Tahun 2003 dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004, yang dijadikan sebagai hari jadi kabupaten Lebong.

Masjid Agung Sultan Abdullah
jalan lintas Lebong-Bengkulu Utara, Desa Tj. Agung
Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong
Provinsi Bengkulu - Indonesia


Nama masjid ini diberikan oleh Bupati Lebong H. Rosjonsyah Syahili. Sultan Abdullah adalah nama lain dari Ki Karang Nio, yang merupakan salah satu raja yang pernah berkuasa di Tanah Rejang jaman dahulu. Lokasi masjid ini berdiri bersebelahan dengan kantor DPRD dan berdekatan dengan Kantor Bupati Kabupaten Lebong di Muara Aman.

Pembangunan Masjid Agung Sultan Abdullah

Proses pembangunan masjid ini secara fisik sudah selesai pada tahun 2014 dan menghabiskan dana hingga Rp. 37.9 Milyar Rupiah. Pembangunan dimulai pada tahun 2009 menghabiskan anggaran mencapai Rp 2,9 miliar yang direalisasikan untuk pembangunan pondasi serta tiang masjid.

Pembangunan dilanjutkan tahun 2010 dengan anggaran yang terealisasi lebih kurang Rp 5 miliar untuk melanjutkan pembangunan dinding dan lantai kasar, lantai satu serta lantai dua beserta tiang. Pembangunan sempat terhenti di tahun 2011 karena keterbatasan anggaran.

Berdiri megah dengan rancangan masjid modern.
Pembangunan dilanjutkan tahun 2012 dengan dana lebih kurang Rp 8,5 miliar. Tahun 2013, anggaran kembali dikucurkan dan terealisasi sebesar Rp 10,6 miliar dan baru pada tahun 2014 pembangunan Masjid Agung Abdullah secara fisik dirampungkan dengan serapan anggaran mencapai Rp 10,9 miliar. Meski fisik bangunan sudah selesai di tahun 2014, di tahun 2015 pemkab setempat kembali mengucurkan dana Rp.2.9 milyar Rupiah untuk penataan landscape kawasan masjid ini.

Arsitektur Masjid Agung Sultan Abdullah

Bangunan masjid ini memiliki luas sekitar 900 meter persegi. Arsitektur masjid ini bergaya bangunan masjid moderen, dengan aplikasi kubah utama dan rangkaian kubah kubah kecil disekitarnya, empat menara dibangun di-empat penjuru menyatu dengan bangunan utama ditambah dengan satu menara setinggi 45 meter dibangun terpisah dari bangunan utama.

Penggunaan warna warna terang memberikan aksen yang sangat kuat pada eksterior bangunan masjid ini, memadukan warna hitam, hijau, putih dan kuning, dengan bagian kubah utama berwarna hijau dan kuning. Warna wana tersebut merupakan warna dari lempengan granit yang khusus didatangkan dari China pada tahap ahir pembangunan masjid ini di tahun 2014 yang lalu. Khusus untuk kubahnya menggunakan material beton Frikas yang mampu bertahan hingga puluhan tahun.

Padanan warna warna cerah dan gelap.
Tiga akses ke masjid ini semuanya dilengkapi dengan tangga langsung menuju ke lantai dua masjid. Tangga tangga di masjid ini mengesankan masjid ini turut menyerap budaya rumah rumah masyarakat lokal yang membangun rumah mereka berupa rumah rumah panggung.

CSR BRI

Mimbar masjid ini terbuat dari kayu jati merupakan sumbangan dari BRI cabang Curup melalui program CSR Bank BUMN tersebut tahun 2015 yang lalu. Selain memberikan sumbangan mimbar, BRI Curup juga menyumbangkan dua unit vacuum cleaner wet and dry, tujuh unit sikat lantai, lima unit sikat karpet, enam unit kotak sampah plastik dan satu unit rak mukena, satu unit jam dan jadwal salat digital, enam unit kotak sampah stainless dan dua unit rak sepatu.

BRI Curup juga menyiapkan dan menerbitkan rekening khusus untuk Masjid Agung Sultan Abdullah, dengan nomor rekening 7880-01-002070-53-3 BRI Unit Muara Aman II Cabang Curup atas nama Masjid Agung Sultan Abdullah. Rekening tersebut dapat digunakan untuk tabungan atau kas masjid, juga bisa digunakan oleh masyarakat maupun donatur untuk memberikan sumbangan secara langsung.
Sisi depan Masjid

Di tahun 2015 masjid Agung Sultan Abdullah ini untuk pertama kali digunakan untuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri di hadiri oleh Bupati Lebong, H. Rosjonsyah Syahili, S.IP, M.Si, yang sekaligus menyampaikan sambutan jelang berahirnya masa jabatan beliau sebagai Bupati. 

Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan sholat Gerhana berjamaah muslim Lebong pada peristiwa langka gerhana matahai total (GMT) tanggal 9 Maret 2016 bersama dengan para pejabat setempat. GMT terahir kali melintasi kawasan tersebut pada pada 11 Juni 1983 jauh sebelum Masjid tersebut dibangun.***

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga




Saturday, March 30, 2019

Masjid Jami’ Fatahillah Blok B Pasar Tanah Abang

Masjid Jami' Fatahillah di roof top pasar tanah abang blok B.

Masjid Jami’ Fatahillah adalah masjid yang berada di atap gedung Blok B pasar Tanah Abang, Jakarta, diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Anier Rasyid Baswedan pada hari Jum’at 13 Juli 2018.

Masjid berwarna hijau dengan kubah emasnya itu berada di atap atau lantai paling atas bangunan gedung Blok B Pasar Tanah Abang. Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari pembangunan pasar Tanah Abang namun juga hasil dari sodaqoh para pedagang yang ada di pasar Blok B ini.

Masjid Jami’ Fatahillah
Roof Top Blok B Pasar Tanah Abang
Kp. Bali, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250


Arsitektur masjid ini merupakan karya anak bangsa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Gaya bangunannya meniru arsitektur sejumlah negara Islam yang pernah berjaya. Ada desain-desain khas Andalusia. Kaca-kacanya diambil dari corak-corak yang pernah digunakan orang-orang Persia zaman dahulu.

Masjid ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya Pasar Tanah Abang pada 2004-2005. Tentang lokasinya yang berada di lantai paling atas pusat perbelanjaan ini, memiliki makna dan tujuan penting. Salah satunya untuk mengingatkan manusia agar tidak lupa pada Sang Maha Pencipta meski tengah disibukkan dengan segala bentuk aktivitas di pasar.

Peresmian masjid Jami' Fatahillah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Pusat perbelanjaan yang berada di bawah masjid ini merupakan gambaran dari hubungan manusia dengan manusia (muamalah). Sedangkan, di lantai teratas pusat perbelanjaan terdapat masjid yang dibangun sungguh-sungguh untuk tempat beribadah umat Islam yang sedang beraktivitas di pasar.

Pengunjung Pasar Tanah Abang pun banyak yang datang dari mancanegara, terutama negara-negara Islam. Jadi, di atap pasar terdapat wisata ruhani, gambaran hubungan manusia dengan Tuhannya. Masjid di Pasar Tanah Abang  Blok A ini yang dapat menampung 3.000 orang.

Kubah warna ke emasan dari Masjid Jami' Fatahillah terlihat puncak gedung blok B pasar Tanah Abang.
Keberadaan masjid di puncak bangunan itu mungkin akan terasa merepotkan, pengelola pasar sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan tangga berjalan (eskalator) dan lift. Fasilitas itu tentu akan memudahkan para pengunjung untuk mencapai masjid ini. Kumandang azan dari masjid ini akan terdengar melalui pengeras suara yang tersedia dari lantai dasar hingga puncak gedung.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Jami Maulana Hasanudin Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan (1928-1933)


Sunday, March 24, 2019

Masjid Al Arqom, Blok A Pasar Tanah Abang

Interior Masjid Al-Arqom Blok A Pasar Tanah Abang.

Masjid Al Arqom adalah masjid yang berada di lantai lantai 14 Blok A pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta. Masjid yang disebut sebut sebagai masjid terindah di pusat perbelanjaan ini mengadopsi gaya masjid Cordoba dalam rancangannya, dan mampu menampung 3000 jama’ah sekaligus. .

Masjid ini selesai dibangun dan mulai digunakan tahun 2006. Meskipun berada di lantai paling atas, namun akses menuju masjid cukup memadai dengan disediakannya 4 lift di kiri masjid dan 2 lift di kanan masjid. Juga tersedia escalator dan tangga. .
.


-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------




Wednesday, December 12, 2018

Masjid Nurul Iman, Blok M Square Jakarta

Masjid Nurul Iman Blok M Square Mall, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Masjid Nurul Iman adalah masjid yang berada di lantai atap (lantai 7)  Mall Blok M Square di kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Masjid ini dibangun dari dana para pedagang yang dibangun dengan dana dari para pedagang di Blok M Square dan jamaah pengunjung, Masjid Nurul Iman.

Secara harfiah Nurul Iman berarti Cahaya Iman, keberadaan Masjid Nurul Iman di puncak gedung pusat perbelanjaan Blok M Square ini seolah menjadi penerang kawasan tersebut. Tidak hanya lokasinya yang unik namun masjid ini dibangun sebagai sebuah masjid sesungguhnya selayaknya masjid yang dibangun di atas tanah.


.
Masjid ini dibangun dengan amat megah, lapang, beserta fasilitas yang sangat memadai. Konsep arsitektur masjid di lantai 7 Blok M Square ini menyerupai Masjid Haram di Makkah. Sejak di halaman masjid, Jemaah disambut oleh miniatur Ka’bah, yang dibangun di area masjid ini ditujukan untuk kegiatan manasik haji.
.                                                                    
Masjid Nurul Iman tampak sederhana saja dengan kubah-kubah kecil di beberapa sudut bangunan. Detail lancip pada kubah, teras, dinding, dan perpaduan warna pada bagian relung masjid ini lebih mengingatkan pada gaya istana Persia.
.
Masjid Nurul Iman di lantai atap Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pintu masjid yang unik dengan ukiran dan sekaligus berfungsi sebagai ventilasi udara. Ruang ibadah Masjid Nurul Iman sanggup menampung sekitar 3.000 jamaah. Bagian dalam ruang masjid ini cukup lapang, dengan karpet yang nyaman untuk beribadah. 

Langit-langit masjid, khususnya bagian kubah yang merelung, dihiasi dengan lukisan awan dan sebuah lampu hias yang menggantung indah di tengahnya. Masjid Nurul Iman memiliki jadwal kajian rutin yang senantiasa dipadati Jemaah.

Blok M Square, anda bisa lihat kubah ke emasan tampak mungil di atap bagian belakang gedung mall tersebut.

foto dari akun IG @hendrajailani