Sunday, July 2, 2017

Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun

Masjid Agung Baitul Hakim kota Madiun, megah dan meriah dengan balutan warna biru

Masjid Agung Baitul Hakim kota Madiun merupakan salah satu masjid tua bersejarah di kota Madiun sejak wilayah kota ini masih merupakan ibukota dari kabupaten Madiun, meski pastinya sulit bagi siapapun untuk menemukan ketuaan dari bangunan masjid agung megah yang berdiri di sisi barat alun alun Madiun ini.

Namun bila masuk ke dalam masjid hingga ke area sholat utama tempat terdapat mihrab dan mimbar, anda baru akan menemukan ruangan utama masjid ini yang merupakan area inti dan merupakan bangunan asli sejak pertama kali masjid ini dibangun. Setelah melewati beberapa renovasi dan pembangunan kini Masjid Agung Baitul Hakim Madiun tampil menawan dengan sentuhan modern tanpa merusak bangunan aslinya yang dijaga utuh di sisi barat bangunan megah ini.

Masjid Agung Baitul Hakim Madiun
Jl. Aloon-Aloon Barat No.12, Kel. Pangongangan
Kota Madiun, Jawa Timur 63121



Masjid Agung Baitul Hakim ( atau disebut Masjid Agung Madiun ) ialah Masjid terbesar di Kota Madiun. Ciri yang mudah dilihat adalah dominasi warna biru pada masjidnya dan 5 kubah besar (satu ditengah yang paling besar di bagian depannya ada 3 kubah lebih kecil dan disebelah selatannya ada 1 kubah ) serta menara tinggi menjulang di setiap sudut bangunan masjid serta satu menara besar yang tingginya sekitar 25 meter ada di sebelah utara pintu gerbang masuk masjid.

Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun diperkirakan dibangun pada zaman kolonial Belanda pada saat di pimpin oleh Ronggo Jumeno yaitu sekitar tahun 1830 an masehi. Akan tetapi renovasi secara besar itu di mulai pada tahun 2002. Pada tahun 2011 renovasi terakhir dilakukan dengan menambah luas serambi masjid membangun kubah dan menara hingga seperti saat ini.

Interior ruang utama Masjid Agung Baitul Hakim 

Masjid Baitul Hakim dibangun dengan memadupadankan seni arsitektur Jawa, Timur Tengah, dan Eropa. Arsitektur Jawa masih kental terlihat pada bangunan utama dengan bentuk atap limasan atau joglo. Ruang ini terdapat pilar berjumlah 16 pilar yang terbuat dari kayu jati alas asli dan semuanya utuh. 

Pilar-pilar ini sangat unik karena semuanya tidak tegak lurus namun miring sebesar 5-8 derajat. Pilar-pilar ini miring sudah sejak awal pertama kali masjid ini dibangun. Sedangkan bangunan barunya menggunakan langgam bangunan masjid modern. 

Pada bulan Ramadhan, masjid ini sering mengadakan berbuka puasa, dan ceramah. Selain itu, juga mengadakan shalat Malam berjamaah pada 10 malam terakhir, dan dilaksanakan pada malam tanggal ganjil.***