Saturday, May 18, 2019

Masjid Berselimut Salju di Gulmarg, Kashmir, India


Masjid di Gulmarg dalam selimut salju yang begitu tebal di musim dingin yang beku. Suhu rendah bahkan turut membekukan sungai yang berada tak jauh dari masjid

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis seperti di Indonesia, memang mustahil untuk menemukan pemandangan seperti foto di atas di tanah air tercinta ini. Ketika musim dingin tiba, suhu yang begitu rendah bahkan membekukan aliran sungai yang tak jauh dari masjid.

Masjid tersebut berada di kota kecil bernama Gulmarg di wilayah Jammu Kashmir, India. Kota ini berada di koordinat 34.05°N 74.38°E di ketinggian 2690 meter dari permukaan laut. Kira kira sejauh 52 Km dari Srinagar, ibukota Propinsi Jammu Kashmir, India.

Tangmarg jamia mosque
Drung Rd
Tangmarg, 193402


Masjid ini menjadi salah satu masjid di lokasi tertinggi di bumi. Selain itu masjid ini juga berada di lokasi dengan suhu rendah yang sangat extrim sepanjang musim dingin hingga mencapai belasan derajat di bawah nol.

Karena keindahan alamnya dengan bukit bukit dan gunung salju serta ketatnya pengamanan dari tentara nasional India di kawasan ini menjadikan kawasan ini sebagai tempat pavorit bagi para pemain ski. Ribuan wisatawan dan petualang datang ke kawasan ini sepanjang tahun untuk bermain ski.

Keberadaan pasukan militer di kawasan ini tak lepas dari konflik antara India dan Pakistan. Wilayah Jammu dan Kashmir memang sudah sejak lama tercabik cabik ke dalam kekuasaan tiga Negara. Sebagian besar masuk ke dalam wilayah India dan Pakistan dan sebagian kecil dari wilayah itu masuk dalam wilayah China.

Pertarungan memperebutkan wilayah tersebut terus berlanjut sejak India lepas dari jajahan Inggris lalu pemisahan Pakistan dari India, menyisakan perseteruan yang tak pernah usai antara dua Negara serumpun tersebut.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, May 11, 2019

Masjid Agung Al-Muhtadin OKU Selatan

Masjid Agung Al-Muhtadin Komplek Islamic Center Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.

Masjid Agung Al-Muhtadin adalah masjid agung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atau disingkat OKU Selatan, provinsi Sumatera Selatan. Masjid Agung atau lebih terkenal disebut dengan Masjid Islamic Center Muara Dua ini merupakan masjid kebanggaan masyarakat kabupten OKU Selatan. Masjid Agung dengan luas setengah lapangan sepakbola ini memang berada didalam kompleks Islamic center kabupaten OKU Selatan.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan. Merupakan hasil pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu yang diresmikan dengan UU No.37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003. Kabupaten ini diresmikan pada 16 Januari 2004 di Muara Dua, ibu kota kabupaten OKU Selatan.

Islamic Center Muaradua
Jl. Muara Dua - Liwa, Kelurahan Batu Belang Jaya
Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Sumatera Selatan 32211



Masjid Agung Al-Muhtadin ini diresmikan oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, B. Commerce pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 yang lalu. Bangunan masjid yang masih gress, selain baru diresmikan masjid ini juga masih dilanjutkan pembangunannya termasuk pembangunan fasilitas fasiltas pendukungnya sebagai masjid agung dan Islamic center.

Upacara peresmian masjid Agung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati OKU Selatan dan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang di isi tausiyah oleh Kyai H. Zulfan Baron, S.Pd.I, M.Si,  pengasuh Ponpes Al Fakriya Baturaja.

Interior Masjid Agung Al-Muhtadin.
Al-Muhtadin yang menjadi nama masjid ini secara harfiah bermakna sebagai tempat mendapatkan hidayah atau petunjuk. Namun demikian penggunaan nama Al-Muhtadin ini sempat menuai penolakan dari masyarakat karena nama tersebut juga merupakan nama dari Bupati OKU Selatan sebelumnya yang juga merupakan bupati pertama di kabupaten tersebut sekaligus inisiator pembangunannya.

Sebelum diresmikan pada tanggal 28 Maret 2019, masjid ini telah digunakan untuk pelaksanaan Jum’at berjamaah sejak tangga 1 Maret 2019. Peresmian masjid kebanggaan warga OKU Selatan ini dihadiri oleh para pejabat Kabupaten, tokoh masyarakat dan ribuan warga muslim setempat.


Upacara peresmian masjid tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat OKU Selatan yang juga Bupati Pertama OKU Selatan, H Muhtadin Sera’i. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan penjelasan bahwa pemberian nama Al-Muhtadin untuk masjid tersebut bukanlah keinginan beliau dan keluarga namun merupakan keputusan musyawarah pemkab dan para tokoh masyarakat setempat. Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini memang sudah digagas pembangunannya sejak masa pemerintahan Bupati H. Muhtadin Sera’I (2005-2015) beliau juga yang menggagas pembangunannya dan baru dapat diselesaikan pada masa Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Sedikit berbeda dengan daerah lain, Masjid Agung Kabupaten OKU Selatan ini dibangun cukup jauh dari komplek perkantoran Bupati yang terpaut sekitar 6 KM dari masjid ini.
Masjid Agung Al-Muhtadin dibangun tiga lantai, lantai satu digunakan untuk sholat berjamaah, lantai atas atau balkon digunakan untuk tempat Sholat dan mengaji serta lantai basement sebagai tempat whudu. Lokasinya berada di dalam komplek Islamic Center yang mempunyai luas secara keseluruhan mencapai tiga hektar. Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunannya untuk dilengkapi dengan aula serbaguna, asrama haji dengan 50 kamar, lokasi parkir dan Rumah untuk pengurus masjid.

Sumber dana

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini dimulai sejak tahun 2013. Pendanaannya bersumber dari APBD kabupaten secara multi year. Dari beberapa media disebutkan; pada tahun anggaran 2014 dikucurkan dana sebesar Rp. 14 Milyar rupiah, dilanjutkan tahun anggaran 2015 kembali dikucurkan anggaran sebesar Rp. 20 Milyar rupiah, secara umum terdiri dari anggaran finishing masjid Rp 12 miliar, pembangunan aula dan perumahan masjid sebesar Rp 8 miliar.

Masjid Agung Al-Muhtadin pada saat proses pembangunan.
Sempat ditargetkan penyelesaian pembangunan masjid ini yang diharapkan selesai di ahir tahun 2015. Target penyelesaian di tahun 2015 tak berjalan sesuai rencana, pihak pemkab menghentikan kerjasama dengan rekanan pembangunan masjid ini yang ternyata di blacklist. Setelah dikonfirmasi ke LPP ternyata perusahaan rekanan tersebut bermasalah di Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Musi Banyuasin

Etalase Sumbangan

Sejak dilaksanakan sholat Jum’at pertama di masjid ini, ada etalase unik di masjid ini. Etalase yang disiapkan oleh pengurus masjid bagi Jemaah berupa makanan dan minuman, masyarakat bebas untuk mengambil isi etalase dan bebas untuk meletakkan sumbangannya di etalase tersebut.

Pada Sholat Jum’at pertama di Masjid Agung tersebut sebanyak 250 nasi bungkus dan 5 dus air mineral habis dibagi kan secara percuma kepada jamaah masjid. Nasi bungkus dan air mineral tersebut berasal dari sedekah yang dimasukkan ke dalam etalase sumbangan.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Referensi

Sunday, May 5, 2019

Masjid Agung Palabuhanratu Jawa Barat

Berdiri megah di sisi barat alun alun Palabuhanratu, Masjid Agung Palabuhanratu berada di pusat kota Palabuhanratu.


Palabuhanratu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Sukabumi provinsi Jawa Barat yang terkenal sejak lama dengan keindahan panorama pantainya. Letak geografisnya yang menghadap langsung ke Samudera Indonesia menjadikan tempat ini salah satu pavorit wisatawan untuk berkunjung.

Proklamator kita, Bung Karno bahkan begitu jatuh cinta pada Palabuhanratu, beliau yang kemudian merencanakan pembangunan Pesanggrahan Palabuhanratu yang dibangun di lahan yang dulunya merupakan tempat peristirahatan Mayor Mantiri bernama Vaya con Dios. Ia pun meminta Mayor Mantiri merelakan tempat seluas 2,8 hektare itu untuk ditukar dengan lahan yang berada di sebelahnya, yang kini dibangun Bayu Amrta.

Masjid Agung Palabuhanratu
Kelurahan Pelabuhanratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu
Sukabumi, Jawa Barat 43364



Palabuhanratu juga dikenang sebagai tempat persembunyian Bung Karno dari kejaran Belanda ditahun 1938, sangat wajar bila kemudian beliau begitu mengingat daerah itu dan juga memiliki begitu banyak rencana untuk Palabuhanratu, Salah satunya adalah menjadikan tempat ini sebagai tempat dibangunnya hotel pertama di Jawa Barat, yakni Hotel Samudra Beach. Beliau sendiri yang memilih lokasi dan meninjaunya bersama Ibu Suhartini di tahun 1954, dan meletakkan batu pertama pembangunannanya di tahun 1962[i].  

Palabuhanratu, kota kecil yang indah itu kini menjadi ibukota kabupaten Sukabumi, seiring dengan terbentuknya Kota Otonom Sukabumi. Pusat pemerintahan kabupaten Sukabumi berada di sekitar alun alun Palabuhanratu. Kantor pemerintahan kabupaten berada di sisi utara alun alun, rumah dinas bupati berada disisi selatan dan Masjid Agung Palabuhanratu di sisi barat alun alun.

Masjid Agung Palabuhanratu

Masjid Agung Palabuhanratu terletak di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu-Kota, tepatnya berada di Jalan Siliwangi Palabuhanratu, di sebelah barat Alun-alun Palabuhanratu. Tanah tempatnya berdiri merupakan hibah dari warga kampung Pakauman (Kampung Kaum) [ii].

Situs kementrian agama[iii] menjelaskan lebih rinci sejarah masjid ini. Dijelaskan disana bahwa Masjid Agung Sukabumi dibangun tahun 1945 diatas tanah wakaf dari Almarhum H. Utom Bustomi, yang kemudian dikelola bersama oleh Almarhum KH ahmad Syatibi, pembangunan dilakukan dalam 3 tahap sampai saat ini.

Di tahun 1980an, yang bangunan yang semula dari dinding bilik bambu dibangun menjadi permanen, kemudian dibangun kembali secara megah dengan perluasan lahan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi pada tahun 1996 dan hingga sekarang belum ada pembangunan kembali.

Ketua DKM Masjid Agung masa Khidmat 2016-2021 dipimpin oleh KH. Asep Saprudin S.Kom,M.Si, yang didukung oleh Bidang Imaroh, Riayah, Idaroh dan Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Banyaknya jendela kaca di masjid ini menjadi ciri khas arsitektur tropis.

Arsitektur Masjid Agung Palabuhanratu

Masjid Agung Palabuhanratu kini berdiri megah dan cukup besar. Bangunan utamanya berukuran 26m x 26m, berlantai tiga dan mampu menampung hingga 1300 jemaah sekaligus. Dilengkapi dengan dua menara di sisi depan masjid, salah satunya dibangun setinggi 30 meter, menara lainnya dibangun lebih rendah dari kubah masjid. Untuk menuju ke lantai dua disediakan tangga lebar menghadap ke alun alun dengan 20 anak tangga.

Rancangan masjid ini cukup menarik karena dibangun dengan nuansa banguna tropis, sebagaian besar bangunan masjid dikelilingi dinding kaca terutama bagian belakang dan sisi kiri dan kanan dengan langit-langit masjid yang tinggi membuat masjd terasa sejuk dan suasana terang. Menariknya lagi adalah, dari lantai atas masjid dapat melihat pemandangan ke arah laut Samudra Indonesia.

Masjid Agung yang terletak di jantung Kota Palabuhanratu, yang juga berdekatan dengan rumah dinas Bupati yang berdiri di sisi selatan alun alun, bukan hanya di ramaikan jamaah untuk sholat lima waktu berjamaah saja. Tapi, masjid itu juga selalu di isi oleh kegiatan-kegiatan rohani untuk membentuk karakter masyarakat yang agamis.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Saturday, May 4, 2019

Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Meski dibangun cukup jauh dari pantai, masjid Raya Sanana memberikan pemandangan indah tersendiri bagi landscape Sanana tempatnya berdiri dari arah lautan.

Masjid Raya Al-Istiqomah Sanana atau lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Sanana adalah masjid raya kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, masjid ini dibangun di Sanana Ibukota Kabupaten Kepulauan Sula, itu sebabnya masjid ini disebut dengan Masjid Raya Sanana.

Sebelumnya kabupaten Kepulauan Sula merupakan bagian dari kabupaten Halmahera Barat bersama sama dengan Kabupaten Halmahera utara dan Halmahera selatan. Kepulauan Sula dibentuk sebagai Kabupaten baru melalui Undang undang RI Nomor 1 tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003.

Masjid Raya Sanana
Fatce, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula
Provinsi Maluku Utara


Sanana dipilih sebagai ibukota kabupaten, Sanana sendiri terpisah cukup jauh dari kota Ternate sebagai ibukota provinsi dengan jarak sekitar 284 km dan dapat ditempuh dengan perjalanan laut dan udara.

Pembangunan Masjid Raya Sanana

Masjid Raya Sanana dibangun sejak tahun 2006 dimasa kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) dengan dana dari APBD Kepulauan Sula secara multi years, dan selesai di tahun 2016 pada masa Bupati Hendarta Thes (Ko Heng)[i], [ii]

Masjid Raya Sanana ini sebenarnya sudah diresmikan pada tahun 2015[iii] namun pada saat diresmikan pembangunan masjid ini belum rampung 100% masih dalam proses pengerjaan pembangunan menara dan lainnya yang merupakan tahap pembangunan ke 12.

Masjid Raya Sanana tampak begitu indah.

Pembangunan masjid ini sempat terhenti akibat beberapa masalah yang mencuat ke permukaan, termasuk terjadinya kesalahan pembangunan menara[iv] hingga berhembusnya kabar tak sedap terkait kasus korupsi dalam pembangunan-nya yang juga menyeret nama pejabat Bupati Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus.[v].

Pengadilan Tipikor Maluku Utara di tahun 2014 telah menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga orang dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Raya Sanana, dua diantaranya adalah pejabat kabupaten kepulauan Sula, mereka adalah  Mamud Sarifudin (Kepala dinas pekerjaan umum) kepulauan Sula, Sarifudin Buamonabot (Pejabat Pembuat Komitmen) kabupaten Kepulauan Sula dan Mange Munawar Tiarso (kontraktor) [vi].

Mudah sekali menemukan nuansa arabia yang kental di masjid ini.

Sedangkan dalam waktu terpisah, ditahun 2017 pengadilan Tipikor Maluku Utara menjatuhkan vonis bebas kepada Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus, karena tidak terbukti secara sah atas tuduhan melakukan tindakan korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Raya Sanana[vii].

Arsitektur Masjid Raya Sanana

Masjid Raya Sanana dibangun cukup megah dan modern lengkap dengan kubah besar di atap bangunan utama masjid dan empat menara dibangun di ke empat sudut bangunan masjid. Pembangunan empat menara ini dilakukan tahun 2015.

Elok ditengah kota Sanana.

Bangunan utama masjid berdenah bujursangkar simetris. Masing masing empat siisi dihias dengan ornamen empat menara berjejer dalam ukuran kecil dengan kubah kubah mungilnya bewarna ke emasan. Baik sisi beranda maupun sisi mihrabnya dibangun menjorok keluar.

Sentuhan Arabia terutama gaya Masjid Nabawi sangat terasa pada kubah utamanya yang juga dicat warna hijau senada dengan warna keseluruhan atapnya. Bentuk kubah utama masjid ini dibangun mirip dengan kubah hijau Masjid Nabi di Madinah, begitupun dengan bentuk empat menaranya yang mirip dengan menara dua masjid suci di Saudi Arabia.

Interior masjid cukup sederhana tak terlalu ramai dengan sentuhan seni interior, namun demikian ukuran masjid ini memang cukup besar sehingga ruang utama masjid ini pun cukup lega meskipun ada empat sokoguru di tengah masjid ini.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga