Saturday, August 20, 2016

Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi

Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau (panoramio)

Dimanakah Bagansiapiapi

Bagansiapiapi adalah ibukota Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau. Kabupaten Rokan Hilir sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bengkalis, kemudian dibentuk menjadi Kabupaten baru di provinsi Riau pada tanggal 4 Oktober 1999 sesuai dengan UU RI Nomor 53 tahun 1999 dengan ibukota Ujung Tanjung

Mulanya Bagansiapiapi hanya ditetapkan sebagai ibu kota sementara, Sedangkan Undang Undang menyebutkan bahwa ibukota kabupaten Rokan Hilir berada di Ujung Tanjung, Namun karena kondisi infrastruktur di Ujung Tanjung yang masih merupakan sebuah desa di Kecamatan Tanah Putih belum memungkinkan untuk dijadikan sebagai sebuah ibu kota kabupaten, maka akhirnya Bagansiapiapi, ditetapkan sebagai ibukota kabupaten Rokan Hilir melalui perubahan UU Nomor 53 Tahun 1999 pada tanggal 24 Juni 2008.

Bagansiapiapi dikenal sebagai Hongkong Van Andalas, pernah meraih predikat sebagai kota terbersih ked-2 di provinsi Riau setelah kota Bengkalis di tahun 2011. Kota ini merupakan salah satu kota pantai paling ramai di selat Malaka semasa penjajahan Belanda Hingga ahir perang dunia pertama. Disana sudah sejak lama berdiri tiga masjid besar yakni Masjid Raya Al-Ikhlas, Masjid Raya Al-Ihsan, Masjid Al-Kautsar.

Lokasi Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi

Bagan Barat, Bangko,
Kabupaten Rokan Hilir, Riau
koordinat : 2.161610, 100.802870

Mesjid ini terletak di Jalan Utama kota Bagansiapiapi persis di sebelah Makam Pahlawan. Mesjid ini juga berfungsi sebagai Islamic Centre Kabupaten Rokan Hilir. Kemegahannya telah menjadikan masjid ini sebagai ikon kabupaten Rokan Hilir.


Masjid Dengan Warna yang Unik

Masjid Al Ikhlas merupakan masjid kebanggaan masyarakat kota Bagansiapiapi, bentuk bangunannya diperngaruhi oleh gaya arsitektur Turki Usmani dengan kubah besar pada bangunan utamanya serta 4 menara yang menjulang  tinggi. Fokus utama pada bangunan masjid Al-Ikhlas ini tentu saja pada kubah dan empat menaranya.

Pembauran berbagai gaya arsitektur di aplikasikan di masjid ini. Kubahnya terdiri dari satu kubah utama dibagian tengah, kemudian ditopang oleh empat bangun semi kubah di empat sisinya seperti pada beberapa bangunan masjid di Istambul Turki. Tidak hanya bangun semi kubah, Kubah utamanya juga di apit oleh empat bentuk menara kecil yang dilengkapi dengan kubah bawang berukuran kecil di puncaknya.

Menariknya, kubah masjid ini menggunakan warna yang tak biasa, terlalu coklat untuk disebut kubah emas. Lebih tepat untuk disebut bewarna tembaga. Memberikan kesan tersendiri karena warna ini terbilang sangat jarang digunakan sebagai warna kubah. Sehingga cukup mudah untuk mengenali bangunan masjid ini dari bentuk dan warna kubahnya. Warna yang sama juga digunakan pada kubah di ujung empat menaranya.

Bangunan masjid Al-Ikhlas ini dilengkapi dengan pekarangan yang cukup luas, disalah satu sisi nya diperindah dengan air mancur. Keberadaanya menyiratkan bahwa Bagansiapiapi sebagai sebuah kota yang memiliki sejarah panjang di Muara Sungai Rokan di pesisir timur pulau Sumatera.

Pemkab Rohil Sholat Gerhana Matahari di Masjid Al-Ikhlas

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir gelar sha‎lat Gerhana matahari di Masjid Al-Ikhlas ( Masjid Agung), Jalan Utama, Rabu 09 Maret 2016, Pukul. 07.00 Wib. Sholat langsung diikuti Bupati Suyatno, Sekda Surya Arfan,Kepala SKPD dan Para ulama serta masyarakat umum.  Diwawancara usai sholat, Bupati Suyatno menyampaikan bahwa Sholat Gerhana Matahari ini merupakan sebagai penyampaian rasa syukur kepada Allah Swt bahwa seluruh wilayah Indonesia ada 12 kota yang menjadi lintasan Gerhana Matahari.***


Wednesday, August 17, 2016

Masjid Raya Kisaran

Masjid Raya Kisaran, Kabupaten Asahan. Sebelumnya bernama Masjid Agung Kisaran.

Masjid Raya Kisaran sebelumnya bernama Masjid Agung Kisaran sampai kemudian diresmikannya Masjid Agung H. Ahmad Bakrie sebagai masjid Agung Kabupaten Asahan. Masjid Raya Kisaran berada di pusat kota kisaran di wilayah kecamatan Kisaran Barat

Lokasi Masjid Raya Kisaran
Jl. Imam Bonjol Kisaran, Tebing Kisaran
Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara
Koordinat : 2° 58' 41.85" N  99° 37' 48.39" E


Di tahun 2009 lalu Kelompok Bloger Asahan di kota Kisaran melakukan kegiatan unik dengan melakukan penanaman pohon langka Gaharu di pekarangan masjid Raya Kisaran ini bekerjasama dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Kisaran.

Lokasinya yang berada di kawasan inti kita Kisaran, masjid ini menjadi salah satu pavorit muslim setempat untuk melaksanakan sholat lima waktu dan sholat dua hari raya. Faktor sejarah dan memori masa kecil juga menjadi salah satu alasan warga setempat yang tinggal di perantauan untuk menyempatkan waktu sholat hari raya di masjid ini dalam momen mudik tahunan.

Di areal sekitar masjid ini terdapat toko-toko buku hasil tulisan ilmuan Asahan dijual, pernak-pernik sovenir khas Asahan seperti rajutan sajadah dari kapas, rangkaian tasbih dari bahan cangkang lokan, dan anyaman peci dari rotan, serta jajanan-janana khas Asahan dijual dengan kemasan yang rapi dan menawan setiap pengunjung untuk membelinya sebagai oleh-oleh khas Asahan.

Lokasi strategisnya itu juga menjadikan areal di depan masjid ini ramai sebagai pusat jajanan musiman selama bulan Ramadan. Berbagai penjual aneka makanan dan minuman berbuka puasa bermunculan di beberapa jalan inti kota Kisaran terutama di depan masjid ini. Es kelapa muda, dan mie kuning serta serabi menjadi salah satu menu makanan yang paling digemari pembeli.***


Sunday, August 14, 2016

Masjid Raya Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin berada di Jalan Raya Lintas Timur Sumatra, di Kecamatan Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pembangunan masjid ini di danai oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), salah satu pabrik kertas terbesar di Indonesia, berlokasi di daerah ini. Pembangunan masjid ini sebagai peran RAPP dalam kehidupan masyarakat Pangkalan Kerinci dan Kabupaten Pelalawan pada umumnya.

Oleh karena letaknya yang strategis di sisi jalur lintas Sumatra, Masjid Al- Muttaqin sering kali menjadi tempat persinggahan pelancong, baik untuk menunaikan shalat fardhu maupun untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Lokasi Masjid Al-Muttaqin
Jl. Lintas Timur Pangkalan Kerinci - Kerinci
Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
Indonesia


Masjid Al-Muttaqin berada di pusat keramian Pangkalan Kerinci, berdiri megah di sebelah Gedung Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Kini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Masjid Al-Muttaqin diresmikan tahun 2000 dengan luas bangunan 2000 meter persegi diatas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan daya tampung hingga 2.500 jemaah sekaligus.

Masjid Besar Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci ini setidaknya menggabungkan tiga gaya arsitektur sekaligus. Menara nya dibangun mirip dengan menara masjid Nabawi di Madinah dengan ukuran yang lebih kecil, Atap nya mengadaptasi atap bersusun khas Nusantara, dan di ujung tertinggi atapnya menggunakan Kubah bawang khas dinasti Mughal India.

Interior Masjid Al-Muttaqin

Kubah bawang juga ditempatkan di tiga bangunan beranda di tiga sisi bangunan masjid ini, dengan ukuran yang lebih kecil dari kubah utama. Warna hijau mendominasi kubah kubah masjid ini beserta atapnya dengan pola geometris bewarna hijau muda. Empat menara masjid ini ditempatkan di empat penjuru masjid namun bukan berupa bangunan terpisah dari bangunan utama.

Kaligrafi Masjid Raya Pangkalan Kerinci Riau

Kaligrafi interior masjid timbul dengan bahan sponhard ketebalan 3 dan 5 mm Kaligrafi yang digunakan adalah jenis khat kufi dan sulus. Bidang-bidang hiasan kaligrafi interior masjid ini meliputi kaligrafi mihrab, kaligrafi mirip gerbang dibagian depan sebelah kiri dan kanan dan hiasan kaligrafi di sekeliling interior masjid bagian atas dengan khat sulus dan kufi dikombinasikan dengan kaligrafi asmaul husna dibagian bawah kaligrafi tersebut. Ornamen di dalam masjid ini juga menggunakan GRC dengan pola geometris menggunakan warna lembut di kombinasi dengan warna emas.*** 


Saturday, August 13, 2016

Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre Pelalawan

Masjid Ulul Azmi

Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Riau. Kabupaten yang belum lama terbentuk namun menunjukkan perkembangan pembangunan yang cukup impresif. Termasuk pembangunan dibidang ke agamaan. Kabupaten Pelalawan beribukota di Pangkalan Kerinci, Kawasan yang dikembangkan menjadi pusat pemerintahan kabupaten termasuk pusat kegiatan aktivitas Islam di kabupaten tersebut dengan proyek pembangunan islamic Center di Pangkalan Kerinci.

Islamic center Kabupaten Palalawan sudah mulai dibangun sejak tahun 2007-2008 dengan anggaran proyek senilai Rp. 6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar. Pembangunan proyek pembangunan Islamic Center ini sudah dimulai sejak masa pemerintahan Bupati Asmun namun belum juga usai hingga masa pemerintahan bupati berikutnya, HM. Haris.


Terbengkalai akibat Skandal Korupsi

Proyek pembangunan Islamic Center Kabupaten Pelalawan ini sempat mangkrak cukup lama akibat kasus korupsi yang mendera-nya. Skandal korupsi tersebut telah menyeret bebeberapa tokoh setempat ke hadapan penegak hukum hingga ke meja hijau dan balik jeruji di tahun 2013, dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp. 7,7 Milyar Rupiah, dana parahnya lagi, selama dipersidangan terungkap bahwa bangunan yang sudah dibangun tidak layak untuk dipergunakan karena telah terjadi penyimpangan proyek.

Sangat disayangkan, Islamic center yang seyogyanya dibangun dengan salah satu fungsinya adalah sebagai pusat pembinaan umat namun justru proses pembangunannya diwarnai oleh praktek prakterk yang tidak menunjukkan akhlak yang mulia oleh beberapa oknum yang terlibat dalam proses pembangunannya. Kawasan Proyek pembangunan yang tak kunjung usai ini cukup lama terbengkalai dan menjadi tempat perbuatan yang tak pantas. Menyikapi hal tersebut FPI Pelalawan sempat melayangkan permintaan pemagaran kawasan komplek tersebut kepada Bupati HM. Haris, untuk menghindari digunakannya areal tersebut sebagai tempat maksiat.

ditepian Jalan Lintas Timur Sumatera 

Masjid Agung Ulil Azmi dan Islamic Center Pelalawan Kini

Meski sempat cukup lama tebengkalai, salah satu bangunan dari Komplek Islamic Center ini kini terlihat berdiri megah di tepian ruas jalan lintas timur Sumatera, sementara bangunan pendukung lainnya termasuk gedung Islamic centernya masih belum jelas kelanjutannya. Di awal tahun 2016, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, H Iswadi M Yazid LC kembali angkat bicara soal-soal kondisi dan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai Ikon Religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan. Pemkab Pelalawan diminta fokus untuk menjadikan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai ikon religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan.

Karena berbicara Masjid Agung kita berbicara lambang dan simbol. Tentunya kita berharap permasalahan pengeras suara yang lebih besar di luar dari yang di dalam, masuknya orang ke masjid menuju toilet hingga penyalahgunaan Islamic Centre oleh sejumlah pihak tidak terjadi lagi. Ditambahkan H Iswadi, ke depannya Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre diharapkan dapat dibangun dengan sesegera mungkin.

Secara tekhnis memang urusan administratif Masjid Ulul Azmi masih dipegang Pemkab Pelalawan namun tetap memberi kesempatan pihak-pihak terkait untuk ikut mengembangkan Masjid terutama soal mengimarah dan memakmurkan Masjid. Namun pihak MUI berharap Pemkab fokus ke fisik bangunan dan tetap memberi kesempatan kepada pihak-pihak lain dalam pengembangan Masjid Agung Ulul Azmi.

Masih di awal tahun 2016, Masjid Ulul Azmi disemarakkan dengan perhelatan yang diselenggarakan oleh TNI, Polri bersama Pemprov Riau, Pemkab Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar dan Pemkot Pelalawan dengan sebuah acara Tabligh Akbar bertajuk “Menangkal ISIS dan Radikalisme di Ranah Melayu”, dengan pemateri Ust. Abdurrahman Ayyub dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Ust. Maududi abdullah. Selain di Masjid Ulil Azmi, acara yang sama juga di gelar di Masjid An-Nur Pekanbaru dan Masjid Islamic Center Kabupaten Kampar.***

-------------------------------

Referensi


Sunday, August 7, 2016

Islamic Center Tanggamus

Masjid Nurul Faizin di komplek Islamic Center Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten di Propinsi Lampung. Nama Kabupaten Tanggamus diambil dari nama Gunung Tanggamus yang berada di jantung wilayah kabupaten ini. Ibu kota kabupaten Tanggamus berada di Kota Agung Pusat. Kabupaten Tanggamus berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, tanggal 21 Maret 1997. setelah sebelumnya merupakan wilayah kerja Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung.

Kabupaten Tanggamus memiliki sebuah komplek Islamic Center yang berada di Kota Agung, sehingga seringkali disebut dengan nama Islamic Center Kota Agung. di dalam komplek Islamic Center ini dilengkapi dengan bangunan masjid, gedung serba guna dan bangunan pendukung lainnya termasuk juga RSUD kabupaten Tanggamus juga di berada di komplek yang sama.

Lokasi Islamic Center Tanggamus
Jl. Soekarno Hatta Komplek Islamic Centre Kotaagung,Kab.Tanggamus, 35384
Lampung, Tanggamus


Islamic Center Kabupaten Tanggamus ini berada di Kota Agung, di lokasi tak jauh dari RSUD Kabupaten Tanggamus, namun cukup jauh dari fasilitas publik lainnya. Lokasinya cukup sepi, jauh dari perkampungan. Dari Taman Kota Agung jaraknya sekitar 2 km, ke arah timur. Persis sebelum Pantai Terbaya dari arah Kota Agung, ada jalan masuk kek kiri dan di atasnya juga da Gapura bertuliskan Islamic Center Tanggamus.

Jalan masuk Islamic Center berupa jalan dua jalur yang sudah diaspal bagus, dan di kanan kirinya masih banyak kebun-kebun yang cukup rimbun pohonnya, dengan mayoritas tanaman berupa coklat dan pepaya serta kelapa. Lahan di sekitar lokasi ini sudah mulai dibuka dan ditawarkan per kavling oleh pemiliknya.

Masjid Nurul Faizin sebelum di renovasi

Masjid di Komplek Islamic Center Kota Agung Tanggamus ini diberi nama Masjid Nurul Faizin, selain masjid di komplek ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lain nya. Dari depan, Masjid Islamic Center Tanggamus ini, terlihat cukup kokoh dengan warna coklat dan juga putih kecoklatan. Bangunan masjidnya cukup mentereng dan juga kelihatan nyaman, hanya saja karena letaknya yang jauh pusat keramaian warga, masjid di komplek ini sepi jemaah dan perawatan.

Di tahun 2011 Masjid ini sempat mengalami perbaikan dan penataan kembali kawasan disekitarnya dengan dana dari Pemkab Tanggamus sebesar  Rp. 3 Milyar Rupiah. Perbaikan meliputi seluruh kerusakan bangunan serta penataan kembali  tata ruang kompleks Islamic Center, Kota Agung. Ditahun 2015 Komplek Islamic Center ini kembali di perbaiki sebagai bagian dari persiapan perhelatan MTQ ke 44 tingkat provinsi Lampung di selenggarakan di Kabupaten Tanggamus.

Di bulan April 2016 Islamic Center Kota Agung ini menjadi pusat dari perhelatan akbar Mutsabaqoh tilawatil qur’an (MTQ) ke 44 tingkat Provinsi Lampung. Selain Islamic Center, MTQ tersebut juga di helat di aula kodim, Gedung SMAN 2, Taman Kota, dan Masjid Al Islah. Sementara untuk asrama para kafilah, pelatih, pembina dan official sudah disiapkan di sekolah usaha perikanan menengah (SUPM) Kotaagung Barat, asrama Islamic centre, asrama kodim, asrama Polres, Gedung SLB, serta mes Pemda yang ada di kecamatan Gisting. Ajang tersebut di ikuti kafilah dari 14 kabupaten/kota se provinsi Lampung. ***

Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu di Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah merupakan masjid terbesar kedua di Bengkulu setelah Masjid Agung At-Taqwa di Kelurahan Anggut Atas. Masjid yang berdiri di simpang empat Padang Harapan Kota Bengkulu itu merupakan salah satu masjid yang selalu dipadati jamaah. Selain tempat beribadah umat Islam di Kota Bengkulu, masjid ini juga sekaligus tempat kegiatan keagaaman Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Lokasi dan Alamat Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah
Jl. Asahan Raya (Jl. Pembangunan), Padang Harapan
Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, Indonesia
Koordinat Geografi : 3°49'16"S   102°17'14"E


Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah pada awalnya di bangun tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Bengkulu, Drs. A. Chalik, dibangun di atas lahan seluas 1225 m2 dengan nama Masjid Raya Bengkulu. Proses pembangunan Masjid selesai tahun 1979 dan diresmikan oleh wakil presiden RI ketika itu, H. Adam Malik. Tahun 1995 dilakukan pemugaran oleh Gubernur Drs. Aziz Ahmad dengan memeperluas menjadi 1600 m2. dan Sekaligus merubah nama dari Masjid Raya Bengkulu menjadi Masjid Baitul Izzah.

Presiden SBY Kamis 19 Oktober 2006 petang shalat Tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Baitul Izzah setelah sebelumnya melakukan berbuka puasa bersama dengan para gubernur se-Sumatera, dan para bupati se-Bengkulu serta para pejabat pemerintahan daerah lainnya. Acara buka puasa bersama berlangsung di Gedung Gubernuran Balai Raya Semarak. Usai berbuka puasa dan shalat Maghrib berjamaah, malam harinya Presiden dan Ibu Negara shalat Tarawih di Masjid Baitul Izzah bersama-sama dengan masyarakat Bengkulu.

Penjaga makam Nabi Muhammad, Sheikh Said Adam O-Agra dari Madinah pernah datang berkunjung ke Masjid Raya Baitul Izzah atas undangan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin, pada tanggal 28 September 2009 dalam rangka peringatan dua tahun gempa di Bengkulu yang terjadi pada 28 September 2007. Beliau datang ke Bengkulu ditemani oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber, salah satu imam Masjid Nabawi.

Masjid Raya Baitul Izzah dan Islamic Center Bengkulu

Acara peringatan tersebut dilakukan dengan penyelenggaraan sholat ashar berjamaah yang di-imami oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber. Sheikh Said Adam O-Agra tidak menjadi imam dalam sholat tersebut mengingat usianya yang sudah 88 tahun dan tidak kuat berdiri lama, Setelah sholat, Sheikh Said Adam O-Agra membagikan sajadah dari Madinah kepada masyarakat Bengkulu.

Masjid Raya Baitul Izzah juga dilengkapi dengan Gedung Islamic Center yang selesai dibangun Sabtu 6 Agustus 2011. Gedung Islamic Center berlantai dua dan mampu menampung 2000 jemaah. Bangunan Islamic Center yang baru tersebut dapat digunakan sebagai tempat pertemuan, pengajian, seminar dan lain lain sebagaimana dijelaskan oleh Imam Masjid Raya Baitul Izzah, Rusli M Daud.  Lantai satu bangunan yang menyatu dengan Masjid Baitul Izzah digunakan sebagai gedung serba guna, termasuk untuk acara pernikahan. Lantai dua untuk seminar agama, pengajian dan lain sebagainya.

Pembangunan Islamic Center tersebut juga bersamaan dengan pembenahan Masjid Raya Baitul Izzah. Sebelumnya pada tahun 1997 Masjid Raya Baitul Izzah sudah pernah direnovasi dengan menambah luas bangunan dari 25 x 25 meter menjadi 40 X 40 meter dengan kapasitas 2.500 jamaah. Kubah masjid diganti dari kubah biasa menjadi kubah yang megah tanpa menggunakan tiang tengah. Dinding dalam bagian atas dilukis ornamen yang bertuliskan Asmaul Husna atau 99 nama Allah SWT. Kedua dinding masjid sengaja terbuka, agar terasa sejuk karena Kota Bengkulu cuacanya cukup panas.

Masjid Raya Baitul Izzah mempunyai tiang bulat dan persegi empat serta pagar setinggi 1 M dari kaca dengan corak perpaduan Timur Tengah dan Indonesia. Masjid ini berlokasi di Bengkulu dan menjadi masjid Propinsi.

Referensi

wisatasejarah.wordpress.com - Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, August 6, 2016

Islamic Center Kabupaten Pesawaran

Masjid Islamic Center Arrayan, Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Pesawaran Beribukota di Gedong Tataan.

Kabupaten Pesawaran telah memiliki Islamic Center yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan lintas tiga kabupaten yakni Pesawaran, Pringsewu dan Tanggamus. Karena lokasinya masjid ini menjadi persinggahan bagi umat Islam yang melakukan perjalanan dari berbagai kabupaten termasuk Lampung Barat, bahkan dari daerah lain di Sumatera yang melintasi Jalur lintas barat Sumatera, seperti Bengkulu. Letaknya yang persis berada di pinggir jalan raya menyebabkan masjid ini pas untuk ikon daerah Pesawaran.

Lokasi Islamic Center Pesawaran
Jl. Ahmad Yani, Pesawaran, Kecamatan Gedung Tataan
Kabupaten Pesawaran, Lampung


Islamic Center Kabupaten Pesawaran diberi nama Islamic Center Arrayan, dibangun dengan dana APBD sebesar Rp. 28 Milyar Rupiah. Masjid dalam komplek Islamic Center ini mampu menampung 3000 jemaah. Islamic center ini mulai dibuka secara resmi oleh Bupati Pesawaran bersamaan dengan acara peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh ribuan Jemaah dari seluruh desa dan kecamatan di kabupaten Pesawaran.

Sedangkan upacara peresmian Islamic center pesawaran dilaksanakan pada hari Jum’at 13 Maret 2015 oleh Menteri dalam negeri, Tjahyo Kumolo, didampingi oleh Lampung - Ridho Ficardo, Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Bupati Lamsel Rycko Menoza dan Kapolda Lampung Brigen Pol Heru Winarko. Peresmian ditandai dengan penandatanganan dokumen dan prasasti oleh mendagri dilanjutkan dengan pengguntingan pita peresmian gedung Islamic Center Masjid Arrayan.

Masjid Islamic Center Arrayan

Sejak diresmikan penggunaanya, Masjid Agung kebanggaan masyarakat Pesawaran itu, dijadikan pusat kegiatan bernuansa Islami selain menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, masjid ini juga menjadi ikon kabupaten Pesawaran. Komplek Islamic Center ini juga digunakan sebagai  pemusatan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Di lokasi ini juga dipergunakan sebagai tempat Manasik bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah Haji dan umroh . Bupati Pesawaran menekankan upaya untuk memakmurkan Masjid ini bukan saja orang-orang dewasa, melainkan juga bisa digunakan untuk belajar Al Qur an bagi anak-anak mulai dari usia dini, remaja dan dewasa. Dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya.

Pekarangan komplek Islamic center ini yang cukup luas dengan ridangnya pepohonan menjadikan kawasan ini sebagai lokasi pavorit bagi warga sekitar untuk menikmati suasana sore hari bersama keluarga. Di lokasi ini hampir setiap sore ramai oleh warga yang bersantai disana termasuk beberapa anak anak yang asik bermain skate board.***

-------------------

Referensi


Artikel Terkait