Monday, July 9, 2012

Masjid Terbesar di Asia Tengah diresmikan di Kazakhstan

Masjid Agung Astana (Khazret Sultan) 
Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbaev pada tanggal hari Jum’at 6 Juli 2012 lalu meresmikan masjid Khazret Sultan di kota Astana, Ibukota Kazakhstan. Masjid ini disebut sebut oleh media setempat sebagai masjid terbesar di kawasan Asia Tengah.

Masjid berukuran 15.500 meter persegi (188.000 kaki persegi) setinggi 51 meter (167 kaki) ini diresmikan enam bulan setelah proyek pembangunannya dilanda musibah kebakaran dan menewaskan satu orang pekerjanya. Menurut penjelasan pihak berwenang, kebakaran pada bulan Januari 2012 itu disebabkan oleh percikan api las yang kemudian membakar bagian dibawah kubah utama.

kebakaran di proyek pembangunan Masjid Astana - Kazakhstan, enam bulan lalu.
Pada saat peresmian di tanggal 6 Juli lalu, bertepatan dengan peringatan 14 tahun berdirinya kota Astana dan bertepatan juga dengan peringatan ulangtahun Presiden Nursultan Nazarbayev ke 72 tahun.

Kazakhstand merupakan Negara pecahan (bekas) Uni Soviet dengan penduduk sekitar 16 juta juwa dan 70% dari penduduknya beragama Islam beraliran Suni mazhab Hanafi. Masjid dengan menara kembar ini membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk membangunnya dan mampu menampung 5000 jemaah di ruang sholat utamnya nya.

Reruntuhan Masjid Abad XVII ditemukan di Delhi


Secara tak sengaja proyek perluasan stasiun metro kota Delhi menemukan reruntuhan bangunan masjid yang dipecaya sebagai reruntuhan masjid “Akbaraabadi” yang diperkirakan dibangun pada abad ke 17 masehi. Reruntuhan masjid itu ditemukan di taman Subhas di pusat kota Delhi yang semestinya akan digunakan sebagai lahan perluasan fase ketiga kawasan stasiun metro kota Delhi.

Pihak pengelola metro Delhi belum menerima komunikasi resmi apapun dari pihak berwenang India termasuk dari Archeological Survey of India ataupun dari National Monument Autority terkait penemuan bersejarah tersebut.

Disebutkan bahwa Masjid Akbarabadi dibangun oleh Syah Jahan di tahun 1650 dan diberi nama sesuai dengan nama istrinya Akbarabadi Begum. Masjid tersebut dihancurkan oleh penjajah Inggris di India ketika terjadi pemberontakan rakyat di tahun 1857, karena masjid terebut menjadi tempat pertemuan para pejuang.

Di masjid itu juga untuk pertama kali Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Masjid Akbarabadi dibangun kembar dengan masjid di chandni Chowk, sebagaimana di jelaskan dalam surat dari Delhi Urban Art Commision. Para arkeolog menginginkan restorasi atas masjid tersebut, namun belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait kelanjutan dari penemuan tersebut.

Source : thehindu.com

Madha dan Nahwa, Ke luar negeri di dalam negeri sendiri atau di dalam negeri sendiri tapi di luar negeri ?

Wadi Madha adalah wilayah Oman yang berada di tengah tengah wilayah UEA sedangkan Nahwa adalah wilayah UEA yang justru berada di dalam wilayah Madha.


Pernah dengan istilah exclave atau enclave ?. Exclave adalah suatu wilayah milik suatu Negara tapi berada di dalam wilayah Negara yang lain. Sementara enclave adalah kebalikannya, yakni wilayah Negara lain yang ada di dalam negaranya.

Contoh exclave adalah distrik Oucesi yang merupakan wilayah kedaulatan Timur Leste tapi lokasinya berada di dalam wilayah propinsi NTT. Oucesi merupakan Exclave-nya Timur Leste dan Enclave Timur Leste bagi NTT.

Lalu bagaimana bila di dalam Exclave itu ada enclave lagi ? wah ruwet deh urusannya. Salah satu contoh kasus seperti ini adalah wilayah Madha di Uni Emirat Arab. Madha adalah exclave milik Oman seluas 75 kilometer persegi. Lokasinya berada di tengah tengah wilayah Uni Emirat Arab. Madha terletak begitu jauh dari wilayah Oman lainnya, tapi tetap merupakan wilayah kedaulatan Oman meski lokasinya berada di luar negeri.

Peliknya lagi, di dalam wilayah Madha terselip satu kota kecil bernama Nahwa yang merupakan wilayah kedaulatan Uni Emirat Arab. Bagi Uni Emirat Arab, Madha adalah wilayah Negara lain di dalam negaranya, tapi justru di dalam wilayah Negara asing itu ada wilayah milik Uni Emirat Arab. Negara di dalam Negara dan di dalamnya ada Negara lagi. Weleh weleh.

Penduduk Madha yang merupakan warga Negara Oman mau tidak mau harus melewati wilayah UEA bila akan berpergian ke wilayah Oman lainnya, sama persis seperti penduduk Nahwa  yang hendak berpergian ke wilayah UEA lainnya yang harus melewati wilayah Oman di Madha.

bagi warga UEA pergi ke Madha adalah berpergian ke luar negeri tapi di dalam negeri sendiri. Tapi bagi penduduk Madha, tinggal di dalam negeripun hakikatnya mereka tinggal di luar negeri karena lokasinya yang berada di dalam Negara orang lain. Ribeut ya.

Tapi meski ribeut kedua Negara bertetangga ini (Oman dan UEA) telah menandatangai kesepahaman bersama menyangkut status dua wilayah aneh mereka itu, termasuk kesapakatan garis batas negara.

Dua negara Islam di semanjung Arab ini sama sama memiliki bangunan masjid fenomenal yang kedua dua masuk ke dalam buku rekor dunia sebagai masjid dengan ukuran karpet dan lampun gantung terbesar di dunia. UEA terkenal dengan Masjid Agung Sheikh Zayed nya, sedangkan Oman terkenal dengan Masjid Agung Sultan Qaboss.***


Baca juga



Friday, July 6, 2012

Masjid Bidya – Masjid unik dan Tertua di Uni Emirat Arab


Masjid Al-Bidya, tertua di Uni Emirat Arab


Bidya atau Al-Bidya atau Al Badiyah adalah sebuah kota kecil di pantai timur Uni Emirat Arab. Di kota kecil ini berdiri sebuah masjid kecil mungil dari lumpur yang merupakan masjid pertama dan tertua di Uni Emirat Arab.

Masjid unik berukuran kecil ini berada di kota kecil bernama Bidya di Uni Emirat Arab. Meski kecil tapi tua loh. Masjid imut imut ini dipercaya merupakan masjid tertua di Uni Emirat Arab. Hasil uji karbon menunjukkan bahwa masjid ini telah berumur lebih dari 400 tahun. Keterkaitan sejarahnya itu yang membuat masjid mungil di kota kecil ini menjadi begitu terkenal di Uni Emirat Arab.

Bentuknya lebih mirip dengan bangunan bangunan hunian di kawasan sepanjang pantai tempatnya berdiri dan lebih mirip dengan bangunan kuno tradisi kawasan Oman Timur, maklum karena kota Bidya memang berada di pantai timur Uni Emirat Arab yang lokasinya di apit oleh wilayah Kesultanan Oman.

Masjid ini kini menjadi perhentian paling popular di kawasan tersebut. Bagi mereka yang penasaran untuk melihat masjid tertua di UEA, mungkin akan sedikit terperangah membandingkan masjid tertua di Negara yang serba Wuah dan Modern itu ternyata dibangun dari tanah liat.



Dua Siswa SD Ciptakan Alat Pengering Kaki, Sangat Berguna untuk Masjid


Ini dia sang inovator cilik 

Kecil-kecil cabe rawit, masih SD tapi sudah menelorkan inovasi. Berawal dari kotor dan beceknya lantai masjid sekolah oleh sisa air wudhu (bersuci), dua siswa SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur, mempunyai ide unik. Mereka menciptakan alat yang berguna untuk mengeringkan kaki. Kaki bersih dan kering, lantai masjid pun bebas dari becek dan kotor.

Dua siswa berbakat itu adalah Balqis Nabilah Yeni Kusumawati dan Muhammad Rafly Rahardian. Alat yang mereka ciptakan mereka beri nama Faster Drying Feet (pengering kaki cepat). Uniknya, alat sederhana ini sebagian besar dibuat dari barang-barang yang sudah tak digunakan lagi.

"Kalau habis wudhu kan air di kaki suka terciprat di mana-mana mulai dari jalan ke masjid hingga ke dalam masjid itu sendiri," kata Balqis kepada detikcom di SD Muhammadiyah Manyar, Jalan Amuntai,
Jumat (6/7/2012).

Siswa kelas 6 ini menjelaskan, Faster Drying Feet dibuat dengan memanfaatkan casing CPU bekas plus power supply-nya, blower, elemen pemanas dan kaleng rokok. Praktis hanya blower saja yang beli, lainnya mengambil dari gudang. Blower yang berjumlah dua itu mengapit elemen pemanas yang diletakkan di bekas kotak power supply.

Dengan elemen pemanas, udara yang keluar dari blower berasa panas sehingga air mudah cepat menguap. Sementara kaleng bekas rokok dihubungkan ke blower yang berfungsi untuk menebarkan aroma wangi. Diletakkan di bawah, alat itu siap mengeringkan kaki-kaki yang basah oleh air wudhu.

"Kaleng itu kami isi dengan pewangi. Itu pun juga pewangi bekas yang kami ambil dari bekas pewangi AC yang kebanyakan masih ada isinya," tambah siswi berusia 12 tahun ini.

Bila dihitung, alat yang mempunyai daya 200 watt tersebut hanya menghabiskan dana tak lebih dari Rp 60 ribu. Keunikan alat ciptaan dua siswa itu diganjar dengan prestasi juara kedua dalam Gresik Science Festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Gresik pada 22-23 Mei 2012. Alat itu telah mengalahkan puluhan alat ciptaan yang lain.

Guru pembimbing kedua siswa tersebut, Zaki Abdul Wahid, mengatakan bahwa alat itu menang karena idenya yang unik dan lucu, memanfaatkan limbah dan visi misinya yang maju ke depan. Zaki menerangkan bahwa alat pengering memang bukan barang baru. Alat tersebut telah ada di restoran untuk mengeringkan tangan sehabis cuci tangan atau di rumah-rumah dengan hair dryer sebagai contohnya. Tetapi ide untuk mengeringkan kaki belum ada, begitu pun juga alatnya.

"Karena itu alat ini termasuk baru meski teknologinya tidak baru. Alat ini sangat berguna di masjid-masjid," ujar Zaki.

Dengan keunikannya itu pihak sekolah dengan yakin mengikutkan Faster Drying Feet ke Kalbe Junior Science, sebuah ajang lomba karya sains untuk siswa tingkat SD di Indonesia. Pihak sekolah berharap alat ciptaan Balqis dan Rafly bisa berbicara banyak di ajang yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu.


Muslim New Jersey Tak Terpancing Spanduk Provokasi

Spanduk provokatif dari Komunitas Atheis Amerika di New Jersey

Sebuah spanduk besar dipasang oleh komunitas Atheis Amerika di atas sebuah toko minuman keras di persimpangan Broadway dan East 33rd Street New Jersey, hanya berjarak satu blok dari komplek Islamic center Passaic County, pada 7 Maret 2012 lalu.

Spanduk tersebut bertuliskan pesan yang sangat provokatif bagi ummat Islam. Tertulis disana Asma “ALLAH” dalam ukuran besar dan disampingnya ditulis pesan dalam bahasa Inggris “ You Know it’s a Myths, and  You Have a Choice” (anda tahu bahwa itu hanya mitos, anda punya pilihan) serta pesan yang sama dalam bahasa Arab.

Pesan yang begitu provokatif meskipun tokoh atheis setempat mengatakan bahwa mereka tidak ada tendensi untuk menyinggung ummat Islam dengan tulisan tersebut apalagi untuk memprovokasi. Spanduk itu semata mata untuk mengingatkan kaum atheis.

Dan muslim setempat pun sama sekali tak terpancing dengan provokasi tersebut. Salah satu jemaah Masjid setempat dengan ringan mengatakan “oh itu sama dengan ketukan di pintu” bila ingin datang berkunjung dan ingin berdialog secara terbuka tentu hal yang sangat baik”

Beberapa source : Canada.com abna.ir

Masjid dengan Desain Unik yang Ramah Lingkungan


Rancangan Masjid unik karya Suhail Mohammed Suleiman

Masjid dengan desain unik yang ramah lingkungan di kota Abu Dhabi mendapat lampu hijau untuk dibangun. Eco-masjid di negara yang masuk dalam Uni Emirat Arab ini merupakan usulan dari Suhail Mohammed Suleiman.

Masjid ini disebut-sebut akan menjadi simbol dari komitmen kota untuk pembangunan berkelanjutan. Didukung dengan panel surya dan beratap tanaman hijau, rancangan masjid yang diusulkan Suhail terlihat sangatlah mewah.

Fitur yang ditawarkan ramah lingkungan, termasuk sistem yang menangkap dan mendaur ulang air buangan wudu untuk mengairi daerah sekitarnya yang indah.

Pria lulusan ALHOSN University ini mulai mengerjakan proyeknya saat masih magang. Setelah selesai, proposal itu mendapat penilaian "Five Pearl" dari Abu Dhabi Urban Planning Council.

Dalam maket, terlihat struktur bangunan masjid dimahkotai dua bulan sabit yang menunjuk ke arah Mekah. Selain itu, masjid dilengkapi dengan Pusat Agama Islam (Islamic Center).

Seperti dikutip dari Inhabitat, Kamis (5/7/2012), pria berusia 23 tahun ini berharap masjid tersebut dibangun di Pulau Saadiyat. Di pulau ini, ada Abu Dhabi Guggenheim dan museum Louvre yang rencananya dibuka pada 2017. (NJB)