Friday, July 6, 2012

Imam Masjid Berjuang Melawan Deportasi di AS


Imam Qatanani

Meski memiliki pandangan yang lebih terbuka dan mampu menjalin hubungan antar agama, seorang imam di masjid terbesar di New Jersey masih berjuang melawan usaha pemerintah Amerika yang ingin mendeportasinya.

"Ini adalah jenis orang yang kita inginkan di sini," kata Claudia Slovinsky, seorang pengacara imigrasi dari Imam Mohamed Qatanani, North Jersey memberitakan pada hari Rabu, 4 Juli sebagaimana dilansir oleh onislam.net.

"Dia sangat moderat, populer, pemimpin memikirkan kepentingan Muslim dengan akar lintas agama dan hidup dalam masyarakat sipil multi agama.

"Anda pasti berpikir bahwa Amerika Serikat akan menyambut orang ini dengan tangan terbuka," kata Slovinsky.

Qatanani adalah imam Islamic Center di Passaic County wilayah di Paterson, salah satu masjid terbesar dan paling beragam di New Jersey. Memiliki gelar Ph.D. dalam studi Islam dari Universitas Yordania, Qatanani bermigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1996 dengan visa kerja.Tiga tahun kemudian, ayah dari enam orang anak ini mengajukan izin tinggal permanen di Amerika Serikat.

Tapi setelah bertahun-tahun tidak ada kejelasan, ia ditolak mendapatkan izin permanen oleh otoritas imigrasi federal. Lebih buruk lagi, pemerintah AS juga memulai langkah-langkah untuk mendeportasinya pada tahun 2006. Pemerintah AS mengatakan bahwa Qatanani memiliki hubungan dengan kelompok Hamas Palestina, yang ditetapkan oleh Washington sebagai kelompok teroris.

Pihak berwenang juga mengatakan bahwa Qatanani telah berbohong pada pengajuan proses imigrasi dengan tidak mengungkapkan bahwa ia pernah ditangkap oleh Israel selama kunjungan ke Tepi Barat pada tahun 1993. Dia menyangkal memiliki hubungan dengan Hamas. Namun dia mengakui pernah ditahan oleh Israel tahun 1993, tapi bukan karena proses pengadilan.

Imam Mohamed Qatanani telah mengajukan gugatan terhadap FBI dan Bea Cukai AS untuk meminta  pelepasan ada catatan yang berkaitan dengannya. Namun usaha tersebut tidak berhasil.

Dilema deportasi Qatanani bukanlah yang pertama dihadapi umat Islam di Amerika Serikat. Kelompok HAM di AS mengeluh bahwa isu rasial telah naik sejak serangan 11 September 2001. Center for Human Rights and Global Justice (CHRGJ) telah mengatakan dalam sebuah laporan terbaru bahwa AS melembagakan diskriminasi terhadap imigran Muslim, secara ilegal menunda aplikasi kewarganegaraan mereka atas pemeriksaan keamanan tak terbatas.