Tuesday, July 31, 2012

Masjid Cheng Ho Akan jadi ikon Baru Kota Jambi


Gubernur Jambi, Hasan Basri saat peletakan batu pertama Masjid.

Masjid Laksanama Cheng Hoo yang kini mulai dibangun akan menjadi salah satu ikon Kota Jambi, kata Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.

"Masjid Laksamana Cheng Hoo ini bentuknya unik dan menarik, karena memadukan budaya Cina, Arab, dan Melayu Jambi. Saya harap masjid ini akan menjadi salah satu ikon Kota Jambi," katanya saat meletakkan batu pertama pembangunan masjid itu di Jambi, Minggu.

Masjid Laksamana Ceng Hoo berlokasi di RT 17 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dan dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jambi diharapkan akan menjadi salah satu objek wisata.

Gubernur juga berharap dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk mewujudkan pembangunan masjid itu.

"Ini merupakan perbuatan yang sangat mulia guna mengembangkan agama, jangan ragu-ragu untuk membantu pembangunan rumah ibadah," katanya.

Pemerintah Provinsi Jambi juga membantu dana sebesar Rp100 juta, dan Gubenur secara pribadi juga akan membantu mewujudkan pembangunan masjid tersebut.

Diharapkan tempat ibadah itu juga akan menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak yang ada di sekitar masjid, demikian juga bagi putra-putri anggota PITI.

Ketua Umum DPP PITI HM Ramdhan Effendi/Tan Kok Liong (Anton Medan) mengajak warga PITI untuk terus berjuang bahu membahu membangun Indonesia umumnya dan daerah Jambi khususnya, termasuk bersama warga masyarakat Tionghoa yang beragama non Muslim.

Ke depan DPP PITI berencana akan mengeluarkan kartu dan anggota kehormatan yang dapat dimiliki oleh masyarakat Tionghoa non Muslim, tujuannya tidak lain untuk sama-sama saling bahu membahu membantu pemerintah melaksanakan pembangunan.

PITI dideklarasikan pada 14 April 1961 di Jakarta oleh H Abdulkarim Oey Tjeng Hien, H Abdussomad Yap A Sing, Kho Goan Tjin. PITI tergolong cukup tua dan sejajar dengan NU dan Muhammadiyah. Saat ini PITI ada di 24 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya Ketua DPW PITI Jambi HM Rusli Manaf SE/Huang Kang Tong dalam laporannya menyampaikan, dibangunnya Masjid Laksamana Cheng Hoo dalam upaya meningkatkan keimanan anggota PITI, disamping juga untuk pusat kegitan belajar (pengajian) anggota PITI yang ada di Jambi.

PITI Jambi berdiri sejak 2005, namun selama itu pula PITI Jambi belum memiliki tempat yang tetap untuk melaksanakan pengajian. Pengajian dilaksanakan dari rumah ke rumah, dan bila ada yang mencari PITI Jambi sulit ditemukan, karena belum memiliki sekretariat tetap.

"Selama ini pengajian kita laksanakan dari rumah ke rumah, dan bila ada yang mencari alamat PITI Jambi. Dengan dibangunnya masjid ini nantinya akan mudah," ujarnya.

Ia menyatakan, memilih nama Cheng Hoo karena sesuai sejarah Laksamana Cheng Hoo mempunyai andil besar bagi masuknya agama Islam di Indonesia, dan ini merupakan wujud penghormatan warga PITI terhadap perjuangan dan dakwahnya.

Masjid ini dibangun dua lantai dengan ukuran 20x20 meter diluar rencana pembangunan madrasah, asrama, dan sekretariat yang dibangun di lahan seluas 2.380 meter persegi.

Bangunannya sengaja memadukan budaya Tiongkok kuno pada bagian kap atas, sedangkan bagian tengah dimasukkan budaya Timur Tengah dan untuk bagian depan masjid merupakan budaya Melayu Jambi.

Sementara ini dana untuk membeli lahan dan rencana pembangunan masjid masih sepenuhnya berasal dari anggota PITI, ke depan warga PITI mengharapkan dukungan dan bantuan untuk mewujudkan sarana ibadah dan pendidikan ini, ujarnya.

Sebagaimana disarankan Gubernur Jambi, di lokasi masjid ini akan dibangun madrasah yang dapat menampung anak-anak belajar agama, tidak saja untuk anak-anak anggota PITI tapi juga untuk masyarakat sekitarnya.

Lokasi ini juga nantinya akan dilengkapai asrama guna menampung mualaf (pemeluk baru Islam) yang belum memiliki tempat tinggal, sekaligus tempat mereka memperdalam ilmu agama.

Saat ini PITI Jambi memiliki anggota seribu orang yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Jambi, sedangkan yang di Kota Jambi ada 300 orang lebih.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengumpulan dana spontanitas dari undangan yang hadir, dan terkumpul uang sebesar Rp14 juta lebih.